Penyebab Bibir Sumbing, Jenis, Gejala, dan Cara Pengobatannya

penyebab bibir sumbing
Faktor penyebab bibir sumbing pada anak. Foto: Ist/Net

Penyebab bibir sumbing selain karena faktor genetis juga bisa karena serangan patogen berbahaya. Ada beberapa jenis gangguan bibir sumbing. Termasuk cara mencegahnya agar anak bisa lahir dengan bentuk bibir yang normal.

Bibir sumbing populer juga dengan sebutan cleft lip atau labioschisis. Mengutip dari Wikipedia, ini merupakan jenis kelainan yang terjadi saat lahir. Kelainan pada bentuk bibir ini terjadi saat tumbuh dalam kandungan.

Sumbing tak hanya terjadi pada bibir yang bercelah, namun juga bisa terjadi pada bagian langit-langit mulut. Sumbing yang terjadi pada bagian bibir disebut cheiloschisis, sedangkan palatoschisis menunjuk sumbing yang terjadi pada langit-langit mulut.

Kasus bibir sumbing terbilang sangat jarang terjadi. Dalam setiap 10 ribu kelahiran kejadian sumbing hanya sekitar 3,7 hingga 17 kasus saja. Kasus ini juga terjadi pada masyarakat maju di berbagai negara Eropa.

Faktor yang menjadi penyebab bibir sumbing berkaitan dengan kelainan atau gangguan selama proses gestasi dalam kandungan. Gangguan ini yang kemudian mempengaruh deformitas kongenital.

Gangguan ini umumnya terjadi pada trimester awal dalam kandungan ibu. Tidak mudah mengenali kelainan ini hingga bayi lahir dengan adanya kecacatan pada bibir. Selain karena faktor genetis, kelainan ini juga bisa terjadi karena kecelakaan.

Beragam Faktor Penyebab Bibir Sumbing

Kondisi bibir sumbing bisa terjadi pada anak laki-laki maupun perempuan. Namun bayi laki-laki mempunyai potensi risiko yang lebih besar daripada perempuan terhadap kelahiran dengan cacat bibir ini.

Secara umum faktor yang menyebabkan kelainan ini terjadi menjadi faktor bawaan maupun faktor eksternal. Berikut ini beragam faktor penyebab bibir sumbing yang sebaiknya Anda tahu. Informasi ini penting untuk mencegah terjadinya kecacatan bibir.

Faktor Keturunan

Sumbing pada bibir merupakan cacat bawaan karena faktor genetik dari orang tuanya. Faktor ini akan mempengaruhi proses pembentukan deformitas kongenital terutama pada trimester awal kehamilan.

Baca juga: Ciri-Ciri Hamil Muda, Perhatikan dan Lakukan Tips Menjaga Kehamilan

Mengenal riwayat keluarga dari pasangan sebelum menikah sangat penting. Informasi ini berguna untuk Anda konsultasikan dengan dokter apa yang mesti Anda lakukan untuk mencegahnya maupun agar tidak kaget.

Minuman Beralkohol

Ibu yang sedang hamil sangat penting menjaga kesehatan janinnya. Termasuk dengan menjaga asupan makanan atau minumannya. Konsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko dan penyebab bibir sumbing pada anak.

Karena itu penting memperhatikan gaya hidup selama hamil. Kebiasaan buruk yang sering mengonsumsi minuman beralkohol atau merokok perlu Anda hindari. Anda tentunya tak ingin anak lahir cacat atau mengalami kelainan bibir.

Konsumsi Obat Saat Hamil

Paparan zat kimia dari obat bisa berpengaruh terhadap janin. Tak sedikit ibu hamil yang belum memahami bahaya obat terhadap janin. Apalagi kehamilan kerap menimbulkan berbagai gangguan kesehatan seperti nyeri, pusing, dan sebagainya.

Jika Anda ingin minum obat tertentu selama hamil sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan. Khususnya untuk jenis obat aspirin, ibuprofen, atau pinisilamin. Bahkan jika Anda ingin minum herbal sebaiknya konsultasikan dengan ahlinya.

Diabetes pada Ibu Hamil

Penyebab bibir sumbing juga bisa karena ibu hamil yang menderita diabetes. Penyakit kencing manis ini bisa meningkatkan risiko anaknya lahir dengan cacat pada bibir maupun bentuk kecacatan lainnya.

Kehamilan yang terjadi pada penderita diabetes memang sangat berisiko. Baik terhadap keselamatan janin atau ibunya maupun kemungkinan terjadinya kecacatan. Karena itu konsultasikan dengan dokter jika Anda yang menderita diabetes ingin hamil.

Kekurangan Asam Folat

Ibu yang hamil yang mengalami kekurangan asam folat juga meningkatkan risiko terjadinya kecacatan pada bayinya yang akan lahir. Termasuk kemungkinan anaknya akan mengalami sumbing pada bibirnya.

Selain sebagai penyebab bibir sumbing, kekurangan asam folat selama kehamilan juga dapat mengganggu tumbuh kembang janin selama dalam kandungan. Asam folat penting dalam proses pembentukan sistem syaraf dan otak maupun jaringan tubuh dan wajah.

Ibu Hamil dengan Obesitas

Faktor lainnya yang juga meningkatkan risiko seorang anak lahir dengan cacat sumbing adalah faktor obesitas pada ibu hamil. Ibu yang berat badannya berlebih sangat berisiko terjadinya gangguan selama kehamilan.

Untuk Anda yang memang memiliki berat badan berlebih dan ingin hamil, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter kandungan. Meskipun ada risiko, namun dengan pengetahuan yang memadai bisa meminimalisir risiko yang ada

Faktor Penyakit

Aspek lainya yang juga menjadi penyebab bibir sumbing pada anak adalah karena serangan penyakit. Ada banyak jenis penyakit infeksi yang bisa menyerang ibu yang sedang hamil.

Berbagai jenis virus maupun patogen dari hewan peliharaan maupun bakteri dari makanan yang Anda konsumsi akan menyebabkan patogen masuk dan menyerang janin. Konsultasikan segera dengan dokter saat Anda merasakan gejala penyakitnya.

Faktor Eksternal Lainnya

Selain berbagai faktor yang telah disebutkan, ada sejumlah hal lainnya yang juga bisa menyebabkan kelahiran anak dengan kecacatan pada bibir. Ada beberapa faktor lingkungan yang juga bisa ikut memicu dan meningkatkan risiko sumbing anak.

Seperti karena faktor usia ibu hamil, stres emosional ibu hamil, maupun trauma pada janin seperti benturan saat masih dalam trimester pertama. Pancaran radiasi juga bisa ikut menyebabkan gangguan pada janin.

Jenis Bibir Sumbing dan Dampaknya

Mengenal faktor yang menjadi penyebab bibir sumbing sangat penting utamanya bagi ibu yang sedang hamil. Janin yang sedang dalam perkembangan hingga kelahiran memang rentan dengan berbagai risiko.

Kecacatan sumbing pada bibir juga ada beberapa jenis berdasarkan kondisinya. Dari yang bentuk celahnya kecil hingga yang mencapai hidung. Berikut ini beberapa jenis bibir sumbing yang sebaiknya Anda tahu.

Sumbing Unilateral Incomplete

Untuk jenis sumbing ini merupakan yang paling ringan. Celah yang terbentuk hanya pada bagan bibir saja dan tidak naik terlalu tinggi.

Sumbing Unilateral Complete

Kebalikan dari yang pertama, ini merupakan kondisi bibir sumbing yang lebih parah. Celah bibir yang terbentuk cukup panjang bahkan bisa mencapai hidung. Namun jenis ini maish terbatas pada bagian bibir saja.

Sumbing Bilateral Complete

Sedangkan untuk jenis sumbing terakhir ini merupakan yang paling parah. Sumbing bilateral complete bukan hanya celahnya yang mencapai hidung, namun juga mengenai kedua sisi bagian bibir.

Selain ada beberapa jenis sumbing berdasarkan keparahannya, kecacatan ini juga memiliki efek atau dampak yang sebaiknya Anda tahu. Namun dampak ini bukan berupa penyakit melainkan lebih ke psikologis dan fungsi organ lainnya.

Namun memahami dampak sumbing tak kalah pentingnya ketimbang faktor penyebab bibir sumbing. Beberapa dampak yang bisa terjadi pada orang yang memiliki kelainan bibir sumbing meliputi:

Bibir sumbing juga bisa menyebabkan gigi tumbuh tidak normal. Akibatnya, bentuk gigi tidak rapi juga kadang kurang sedap terlihat.

Tidaknya bentuk bibir membuat aktivitas makan atau minum ikut terganggu. Terlebih penderita sumbing bilateral complete. Gangguan ini bisa memicu kekebalan tubuh menurun ataupun berat badan berkurang.

Penderita bibir sumbing umumnya juga mengalami kesulitan berbicara dengan jelas. Kita yang menjadi lawan bicara kadang harus mendengarkan berulang kali agar maksudnya sampai. Efek ini juga bisa mengganggu interaksi sosial anak.

Anak yang memiliki bibir sumbing akan mengalami tekanan secara psikologis. Selain interaksi sosial dengan teman yang terganggu, perasaan malu akan membuat menjadi pendiam, murung, dan terasing.

Cara Mengatasi Bibir Sumbing

Mencegah memang jauh lebih bak daripada mengobati. Meskipun faktor penyebab bibir sumbing juga bisa karena faktor keturunan, namun faktor eksternal juga ikut meningkatkan risiko terjadinya kecacatan pada bibir anak yang baru lahir.

Salah satu yang sangat penting menjadi perhatian ibu hamil adalah mencukupi kebutuhan asupan nutrisinya. Adanya janin dalam kandungan menyebabkan ibu harus memperhatikan kebutuhan nutrisi janin.

Untuk mencegah risiko bibir sumbing, ibu hamil harus mencukupi kebutuhan asam folat. Nutrisi ini hanya bisa kita dapatkan dari makanan. Karena itu sangat penting mengatur menu makanan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi.

Beberapa makanan yang kaya asam folat antara lain seperti telur, hati sapi, sayuran hijau, asparagus, kubis, dan brokoli. Begitu juga buah pepaya, alpukat, pisang, melon, buah bit, jeruk, kacang-kacangan dan biji-bijian.

Lantas bagaimana cara mengatasi bibir sumbing? Tidak ada cara yang lebih baik selain dengan melakukan operasi. Tak sedikit rumah sakit yang memiliki layanan poli bedah mulut untuk memperbaiki kondisi sumbing seseorang.

Namun untuk bisa melakukan operasi bibir sumbing juga tidak bisa sembarangan. Ada sejumlah ketentuan dan persyaratan penderita sumbing bisa melakukan operasi bibirnya.

Demikianlah berbagai faktor penyebab bibir sumbing yang sebaiknya orang tua tahu. Meskipun kecacatan ini bisa diatasi dengan operasi, namun akan lebih baik jika bisa kita cegah. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah referensi Anda. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara