Rabu, Januari 26, 2022
BerandaBerita TerbaruPenyebab Infertilitas Pada Pria dan Wanita dan Cara Mengatasinya

Penyebab Infertilitas Pada Pria dan Wanita dan Cara Mengatasinya

Penyebab infertilitas pada pria dan wanita sering merupakan misteri. Meski pemeriksaan medis mungkin menyatakan sehat namun mereka tetap sulit memiliki keturunan. Ada sejumlah cara mengatasinya yang bisa Anda lakukan.

Infertilitas atau kemandulan, menurut Wikipedia, merupakan istilah yang populer dalam bidang kesehatan reproduksi. Istilah ini untuk menunjuk kondisi karena kegagalan atau tidak berhasilnya proses pembentukan janin.

Setiap orang dewasa yang telah menikah umumnya ingin memiliki keturunan. Namun agar terbentuknya janin dalam kandungan istri ternyata tidak selalu mudah. Bahkan tak sedikit pasangan yang telah menikah bertahun-tahun kesulitan mendapatkan anak.

Kegagalan atau tidak terbentuknya janin ini terjadi karena terjadinya kemandulan. Kondisi ini tak hanya terjadi pada wanita atau istri melainkan juga bisa mengenai pihak suami. Infertilitas juga bisa terjadi pada kedua pasangan.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Varikokel, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Faktor Penyebab Infertilitas Pada Pria

Ada banyak faktor yang bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria maupun wanita. Namun umumnya masyarakat kita akan lebih menyorot pihak wanita sebagai penyebab kegagalan memiliki anak. Padahal tidak selalu demikian.

Mengenal kondisi kemandulan penting agar masing-masing pasangan menyadari kekurangannya. Sehingga bisa mencari jalan keluarnya. Berikut ini berbagai faktor yang bisa menyebabkan terjadinya infertilitas pria yang sebaiknya Anda tahu.

Gangguan Hormon

Masalah kesuburan pria berkaitan erat dengan hormon. Jika seorang laki-laki kekurangan hormon reproduksinya akan membuat spermanya menjadi kurang sehat. Berikut sejumlah jenis gangguan hormon yang menjadi penyebab infertilitas pada pria.

Hiperprolaktinemia, ini merupakan kondisi saat kadar prolaktin dalam tubuh sangat tinggi yang menyebabkan sperma berkurang kualitasnya.

Hypogonadotropic hypopituitarism juga termasuk perubahan hormon yang menyebabkan perkembangan sperma terhambat. Ini terjadi karena fungsi kelenjar hipofisis yang menurun.

Hipotiroidisme, kondisi karena rendahnya kadar tiroid sehingga menyebabkan penurunan kualitas sperma.

Hiperplasia adrenal kongenital adalah tertekannya kelenjar hipofisis yang memicu melemahnya gerakan sperma.

Panhypopituitarism merupakan kegagalan fungsi kelenjar hipofisis yang menyebabkan libido pria menjadi menurun.

Faktor Gaya Hidup

Tak sedikit kaum adam yang senang menjalani gaya hidup seenaknya yang tidak sehat. Selain bisa memicu berbagai penyakit, pola hidup yang buruk juga bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria.

Seperti kebiasaan mengenakan celana yang sangat ketat, banyak mengonsumsi junk food, hingga penyalahgunaan narkoba yang bisa merusak sistem hormon. Karena itu penting memperbaiki pola hidup ke arah yang lebih baik untuk mencegah berbagai risiko.

Baca Juga: Penyebab Penyakit Amnesia, Jenis dan Cara Mengatasinya

Kebiasaan Merokok

Untuk Anda yang senang dan terbiasa merokok sebaiknya mulai membatasi jumlahnya. Jika perlu berhenti sama sekali. Kandungan nikotin dan tar dalam asap rokok bisa menyebabkan penurunan kualitas sperma dan ejakulasi dini.

Konsumsi Obat Tertentu

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria adalah konsumsi obat tertentu. Seperti mengonsumsi obat steroid karena menderita penyakit tertentu yang juga bisa membawa dampak penurunan kualitas sperma.

Minuman Beralkohol

Kebiasaan mengonsumsi minuman yang mengandung alkohol juga buruk untuk kesehatan reproduksi. Apalagi jika jumlah konsumsinya secara berlebihan, maka bisa menurunkan kualitas sperma dan mengganggu kesehatan reproduksi pria.

Faktor Penyakit

Ada sejumlah penyakit yang pengaruhnya juga berhubungan dengan sistem reproduksi kaum pria. Seperti penyakit tipes, TBC, flu, dan gondong. Penyakit ini bisa membuat jumlah sperma menurun dan lemah.

Beberapa penyakit lainnya yang juga bisa menjadi penyebab infertilitas pada pria adalah sindrom klinefelter yang juga membuat kadar testosteron menurun. Kondisi ini tentunya akan menyebabkan pria kesulitan mendapatkan anak.

Penyakit Varikokel

Gangguan penyakit jenis ini akan menyebabkan area pembuluh darah vena spermatika mengalami pembesaran. Kondisi ini juga dapat menyebabkan sperma berkembang tidak optimal dan menurun kualitasnya.

Faktor Psikologis

Kesehatan reproduksi pria juga sangat berkaitan dengan kondisi psikologisnya. Terganggunya psikologis, seperti stres yang berlebihan atau depresi, juga bisa menyebabkan berbagai gangguan. Seperti impotensi dan ejakulasi dini.

Kekurangan Nutrisi

Tubuh yang mengalami kekurangan nutrisi tak hanya berdampak terhadap kesehatan tubuh. Terlebih jika tubuh kekurangan vitamin C, zat besi, dan seng yang juga bisa menurunkan libido dan kesehatan reproduksi kaum pria.

Kurangnya asupan nutrisi tersebut juga bisa menyebabkan penurunan kadar testosteron. Karena itu sangat penting memperhatikan asupan nutrisi Anda untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan sistem reproduksi.

Torsio Testis

Penyebab infertilitas pada pria juga bisa karena torsio testis. Ini merupakan jenis kelainan yang terjadi pada jaringan sehingga testis tidak mampu berputar dalam skrotum. Gejalanya adalah terjadinya pembengkakan.

Faktor Genetik

Untuk Anda yang memiliki orang tua dengan riwayat gangguan pada sistem reproduksi akan meningkatkan risiko Anda untuk mengalami kondisi yang serupa. Karena itu penting mengetahui aspek keturunan ini.

Faktor genetik ini tak hanya menyangkut sistem reproduksinya itu sendiri melainkan juga penyakit yang menyebabkannya. Seperti penyakit cyctic fibrosis berupa gangguan kromosom yang menyebabkan kemandulan pria.

Faktor Penyebab Infertilitas Pada Wanita

Selain berbagai penyebab infertilitas pada pria, wanita juga perlu mengenal apa saja yang bisa menyebabkan kesulitan untuk hamil. Hal ini tak kalah pentingnya agar segera mencari pengobatan terbaik untuk mengatasinya.

Kehamilan sebagai hasil proses pembuahan tentunya merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Hadirnya suara bayi akan memberikan kebanggaan dari generasi penerus. Berikut ini berbagai penyebab infertilitas pada wanita.

Faktor Gaya Hidup

Seperti pada pria, pola hidup yang wanita jalani juga akan berpengaruh terhadap kesehatan reproduksi maupun kesuburannya. Seperti kebiasaan merokok, minuman beralkohol, dan gaya hidup tak sehat lainnya.

Sebagai wanita yang memiliki rahim untuk tempat terbentuknya janin tentunya perlu memperhatikan gaya hidup yang menjadi pilihannya. Jangan sampai menyesal kemudian karena menjalani gaya hidup yang merugikan.

Gaya hidup yang tidak sehat bisa menyebabkan peningkatan berat badan. Jika wanita mengalami obesitas juga bisa mempengaruhi tingkat kesuburannya. Namun kondisi sebaliknya yang terlalu kurus, khususnya karena kurang nutrisi juga bisa menyebabkan kemandulan.

Faktor Usia

Berbeda dengan penyebab infertilitas pada pria yang tidak tergantung usia, wanita terbatas kemampuan reproduksinya karena umur. Umumnya wanita yang telah berumur 35 tahun ke atas akan semakin menurun kesuburannya.

Bahkan kalangan medis tidak menyarankan kehamilan pada wanita yang berusia 40 tahun. Risiko yang besar pada kehamilan inilah yang menyebabkannya.

Kaum wanita juga akan mengalami masa menopause. Pada saat itu mereka tidak akan mampu lagi untuk melahirkan. Waktu terjadinya menopause untuk setiap wanita berlainan, namun umumnya setelah 45 tahun.

Gangguan Rahim

Rahim merupakan anugerah terbesar Tuhan bagi para wanita. Drai tempat inilah jani akan terbentuk dan berproses sebelum lahir. Namun gangguan pada rahim juga bisa menjadi penyebab infertilitas pada wanita.

Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya kelainan rahim. Seperti rahim lengket, kelainan mulut rahim, hingga berbagai kondisi yang terjadi akibat penyakit yang menyerang sistem reproduksi perempuan. Seperti kista, miom, polip serviks, dan lainnya.

Faktor Penyakit

Seperti halnya penyebab infertilitas pada pria, berbagai jenis penyakit juga bisa menyebabkan wanita mengalami kemandulan. Namun penyakit ini khas menyerang sistem reproduksi  dan rahim wanita.

Beberapa jenis penyakit yang sangat populer antara lain endometriosis. Jenis penyakit kanker ini menyerang bagian luar rongga rahim. Gangguan ini akan menyebabkan wanita kesulitan untuk mengandung dan melahirkan.

Faktor Penyebab Lainnya

Selain berbagai faktor tersebut, penyebab infertilitas pada wanita juga bisa terjadi karena faktor lainnya. Berikut ini beberapa faktor yang bisa menyebabkan wanita mengalami kemandulan, seperti:

Jaringan Parut – Hal ini terjadi karena wanita harus menjalani operasi karena serangan kista ovarium. Operasi inilah yang menyebabkan kerusakan pada bagian ovarium.

Gangguan Ovulasi – Ini terjadi pada proses pelepasan sel telur sehingga membuat proses pembuahan menjadi gagal.

Kerusakan Tuba Falopi – Jika tuba falopi atau tabung saluran indung telur rusak juga akan menghalangi proses pembuahan sel telur oleh sperma.

Cara Mengatasi Infertilitas Pada Pria dan Wanita

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab infertilitas pada pria maupun wanita. Jika Anda telah menikah beberapa bulan namun belum ada tanda-tanda kehamilan sebaknya segera konsultasikan dengan dokter kandungan Anda.

Selain itu penanganan terhadap kemandulan yang terjadi pada pria dan wanita tentunya juga berlainan. Apalagi faktor yang menyebabkannya juga tidak sama. Berikut ini beberapa cara mengatasi infertilitas baik pada pria maupun wanita.

Menjalani gaya hidup sehat dengan menjauhi aktivitas yang merugikan dan mengelola stres yang ada. Begitu juga konsumsi makanannya agar lebih terjaga dengan mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh, khususnya vitamin C, seng, dan zat besi.

Ada banyak jenis pengobatan alternatif yang bisa Anda coba, baik pria maupun wanita yang mengalami kemandulan. Tak ada salahnya mencoba berbagai cara untuk mengembalikan kesuburan jika memungkinkan.

Demikianlah berbagai faktor penyebab infertilitas pada pria dan wanita yang sebaiknya Anda waspadai. Mencegah tentunya jauh lebih baik daripada mengobati. Mengubah gaya hidup sehat merupakan salah satu solusi agar tidak menyesal kemudian. (R11/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -