Penyebab Keputihan Berlebihan, Gejala dan Cara Mengatasinya

penyebab keputihan berlebihan
Kenali penyebab keputihan berlebihan. Foto: Ist/Net

Penyebab keputihan berlebihan bisa karena berbagai faktor. Baik karena pencernaan yang terganggu maupun karena infeksi. Mengenal penyebab keputihan sangat penting agar cara mengatasinya bisa lebih efektif.

Penyakit keputihan (vaginal discharge), menurut Wikipedia, merupakan jenis gangguan yang menyerang organ kewanitaan. Gangguan yang cukup populer dan sering terjadi ini terlihat dari keluarnya cairan berwarna yang terjadi sebelum atau sesudah menstruasi.

Keputihan merupakan salah satu jenis gangguan yang khas dan hanya menyerang kaum wanita. Meskipun ada banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi ini, namun secara umum hal ini berkaitan dengan kebersihan pada area kewanitaan.

Perawatan terhadap organ kewanitaan memang sangat penting. Kurang rajin menjaga kebersihan akan menyebabkan organ vital menjadi lembap dan memicu keputihan berlebihan. Kondisi ini akan memicu serangan patogen yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi.

Kalangan medis, secara umum membagi gangguan ini menjadi dua jenis, yaitu gangguan yang bersifat fisiologis maupun patologis. Gejala fisiologis termasuk hal yang normal sebagai proses alami yang umum terjadi.

Sedangkan jenis patologis terjadi karena adanya infeksi akibat serangan patogen tertentu. Baik dari bakteri, virus, atau kuman berbahaya lainnya. Pemeriksaan medis berguna untuk memastikan kondisi yang ada apakah berbahaya atau tidak.

Faktor Penyebab Keputihan Berlebihan dan Abnormal

Seperti telah disebutkan, ada banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya keputihan pada wanita. Berikut ini berbagai faktor penyebab keputihan berlebihan dan abnormal yang dikutip dari sejumlah sumber.

Karena Serangan Virus

Jenis keputihan abnormal ini terjadi karena adanya serangan virus pada organ kewanitaan. Seperti pada orang yang menderita penyakit kelamin, seperti herpes atau conyloma maupun HIV/AIDS.

Gejala keputihan semacam ini antara lain cairan yang keluar mengeluarkan bau tak sedap dan sangat menyengat. Penyakit ini terjadi karena penularannya melalui hubungan seksual. Ibu hamil sangat rentan tertular gangguan ini.

Faktor Bakteri atau Jamur Parasit

Selain virus yang berbahaya, penyebab keputihan berlebihan juga bisa terjadi karena kita kurang melakukan perawatan terhadap organ kewanitaan. Akibatnya ada banyak jamur yang tumbuh dan berkembang pada area vital tersebut.

Jenis jamur yang sering menyebabkan keputihan adalah Jamur Monilia yang juga populer dengan sebutan Jamur Candidas. Ini juga merupakan keputihan yang berbahaya sehingga perlu mendapat penanganan medis.

Bakteri Vaginosis

Faktor lainnya yang juga bisa menyebabkan keputihan abnormal adalah serangan bakteri vaginosis. Kuman ini akan menyebabkan infeksi pada vagina yang mengakibatkan terjadinya sekresi lendir keputihan secara berlebihan.

Bakteri yang menyebabkannya bernama Gardnerella Vaginalis. Tanda yang terlihat dari gangguan ini antara keputihan yang berwarna putih pekat atau kekuningan. Baunya juga amis, timbul rasa gatal karena adanya peradangan.

Infeksi Vaginitis

Faktor lainnya yang juga menjadi penyebab keputihan berlebihan adalah vaginitis. Gangguan ini merupakan infeksi yang terjadi karena tidak seimbangnya bakteri alami yang terdapat dalam organ vital.

Tahukah Anda jika kondisi ini ternyata juga berkaitan dengan keseharian yang kurang memperhatikan kesehatan organ vital. Seperti mengenakan celana dalam terlalu ketat atau penggunaan sabun yang salah, dan sebagainya.

Selain volume cairan keputihan yang banyak, tanda lainnya adalah baunya yang tak sedap dan warnanya putih pekat atau kehijauan. Kadang disertai peradangan dan gatal. Namun gejala setiap wanita yang mengalami gangguan ini biasanya berbeda.

Infeksi Penyakit Menular Seksual

Faktor penyebab keputihan berlebihan juga karena terjadinya infeksi penyakit menular seksual (PMS). Penyakit ini menular melalui hubungan intim. Ada banyak jenis penyakit kelamin yang menyebabkan gangguan ini.

Beberapa yang cukup populer antara lain gonore dan klamidia. Penyakit gonore akan menyebabkan jumlah keputihan yang banyak, berwarna kekuningan, dan tak jarang bercampur dengan darah.

Sedangkan penyakit klamidia penularannya melalui virus jenis Human Papillomavirus atau HPV yang berbahaya. Karena bisa berkembang menjadi kanker serviks. Gejalanya biasanya berupa sensasi terbakar, khususnya saat buang air kecil.

Kanker Rahim

Penyakit kanker juga bisa menjadi penyebab keputihan berlebihan dan berbahaya. Kanker rahim atau endometrium termasuk yang umum terjadi. Sel-sel kanker tumbuh akibat kadar estrogen yang meningkat.

Namun kebanyakan kasus ini terjadi pada wanita yang berusia 40 tahun ke atas atau sesudah melewati masa menopause. Tidak jelas kenapa wanita menopause justru bisa terserang jenis keputihan yang berbahaya ini.

Konsumsi Obat Kimia

Mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antibiotik juga bisa menimbulkan efek samping. Apalagi jika konsumsinya berlangsung lama juga akan mempengaruhi terjadinya keputihan abnormal.

Tak sedikit wanita yang terlalu sering mengonsumsi obat kimia meningkat risikonya terserang penyakit keputihan. Termasuk konsumsi pil KB yang terus menerus juga bisa membuat keseimbangan hormonal menjadi terganggu.

Pemakaian Kondom

Selain karena aktivitas seksual, penyebab keputihan berlebihan juga bisa karena penggunaan kondom. Apalagi saat ini ada banyak sekali produk kondom dengan beragam rasa untuk merangsang pasangan.

Namun justru bahan-bahan yang ada dalam lapisan kondom itulah yang bisa berpengaruh buruk pada organ kewanitaan. Hal ini yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi sehingga terjadi keputihan yang banyak dan berbau.

Pemakaian Alat Kontrasepsi

Faktor lainnya yang juga bisa menjadi penyebab keputihan banyak adalah pemakaian alat kontrasepsi. Masuknya benda asing pada alat vital bisa menyebabkan terjadinya infeksi. Kondisi inilah yang memicu keputihan abnormal.

Stres dan Tekanan Mental

Untuk Anda yang sering mengalami stres sebaiknya waspada. Hal ini karena bisa menjadi penyebab keputihan berlebihan dan banyak. Terlebih untuk Anda para wanita karier yang sibuk bekerja namun juga sibuk mengurus rumah.

Tekanan psikis terjadi karena tekanan pada otak. Terganggunya fungsi otak akan mempengaruhi keseimbangan hormon. Kondisi ini jika tak mampu Anda kelola akan menjadi keputihan yang abnormal.

Aktivitas Hubungan Intim

Pada dasarnya keputihan juga berguna sebagai pelumas alami saat sepasang suami istri melakukan hubungan intim. Namun faktor ini juga bisa memicu terjadinya keputihan secara berlebihan dan banyak.

Gejala Keputihan Berlebihan dan Abnormal

Setelah mengenal faktor yang menjadi penyebab keputihan berlebihan dan berbahaya, penting juga mengenal apa saja tanda yang ada. Deteksi dini atau mengenal gejala keputihan berlebihan dan abnormal sejak awal juga tak kalah pentingnya.

Berikut ini berbagai tanda yang umumnya terjadi pada penyakit keputihan yang menyerang wanita ini.

  1. Cairan yang keluar tidak berwarna jernih melainkan pekat putih, kekuningan, hijau, atau coklat.
  2. Untuk bentuk cairan keputihan umumnya bervariasi, dari yang encer, kental, sampai yang bercampur berlendir. Bahkan tak jarang bercampur nanah.
  3. Cairan keputihan umumnya mengeluarkan bau yang menyengat dan amis. Ini agak berbeda dengan keputihan normal yang umumnya tidak menyengat baunya.
  4. Timbul rasa nyeri dan gatal pada sekitar vagina yang disebabkan dari keputihan berlebihan. Bahkan tak jarang yang merasakan sensasi panas pada area kewanitaan.
  5. Gejala keputihan abnormal biasanya juga timbul rasa sakit pada perut.
  6. Frekuensi buang air kecil yang meningkat lebih sering dari biasanya.
  7. Tubuh terasa lelah meskipun tidak melakukan apapun. Tak jarang disertai dengan munculnya demam. Ini memperlihatkan adanya perlawanan sistem imunitas tubuh terhadap serangan kuman atau bakteri.

Cara Mencegah dan Mengatasi Keputihan Berlebihan

Mengenal berbagai faktor penyebab keputihan berlebihan sangat penting agar kita bisa mencegahnya. Sedangkan deteksi dini terhadap gejala yang ada juga berguna agar kita bisa segera mengatasinya sebelum terlambat.

Nah, berikut ini beberapa langkah penting melakukan pencegahan keputihan abnormal yang berbahaya. Termasuk cara mengatasi keputihan berlebihan dan abnormal agar tidak menjadi komplikasi yang berbahaya.

Keluarnya keringat yang berlebihan bisa ikut mempengaruhi kesehatan organ kewanitaan. Anda bisa mencegah kondisi ini. Kalaupun terjadi, seperti olahraga, segeralah mandi dan membersihkan organ vital dengan cara yang benar.

Selalu rutin melakukan perawatan pada organ kewanitaan. Gunakan pembersih yang aman yang bisa menjaga pH sekitar organ intim Anda. Begitu juga saat mandi jangan gunakan sabun sembarangan untuk mencuci organ intim Anda.

Memilih atau mengenakan celana panjang juga tidak boleh sembarangan. Apalagi saat ini celana ketat menjadi tren bagi wanita milenial. Sebaiknya hindari celana ketat, apalagi jika Anda mengenakan untuk agak lama. Karena tak jarang hal itu menjadi penyebab keputihan berlebihan.

Untuk pakaian dalam sebaiknya pilih yang bahan halus seperti katun yang kemampuannya menyerap keringat sangat baik. Selalu sedia celana dalam pengganti saat Anda bekerja di kantor sehingga bisa Anda ganti setiap saat.

Saat haid, gunakan pembalut wanita yang bagus. Pembalut juga harus sering Anda ganti dan jangan menunggu sampai haid keluar.

Hindari stres agar Anda tidak mengalami tekanan mental. Faktor penyebab keputihan dan cara mengatasinya adalah dengan selalu berusaha rileks. Anda juga perlu membuat jadwal liburan saat pekerjaan membuat Anda tertekan.

Demikianlah berbagai faktor penyebab keputihan berlebihan yang sebaiknya Anda tahu. Mengenal gejala keputihan abnormal sejak dini juga berguna agar segera bisa memberikan penanganan yang cepat dan tepat. (R10/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara