Penyebab Penyakit Insomnia, Jenis, Gejala dan Cara Mengatasinya

penyebab penyakit insomnia
Faktor penyebab penyakit insomnia. Foto: Ist/Net

Penyebab penyakit insomnia salah satunya karena gangguan psikologis. Namun ada beberapa jenis penyakit insomnia yang perlu kita kenali gejalanya. Termasuk cara mengatasinya agar kondisinya tidak akan menjadi semakin parah.

Insomnia, mengutip dari Wikipedia, merupakan salah satu bentuk gangguan tidur yang banyak terjadi. Pada kondisi ini seseorang mengalami kesulitan untuk bisa memejamkan matanya dan tidur dengan nyenyak.

Kesulitan tidur pada dasarnya merupakan hal yang lumrah yang bisa terjadi pada kapan saja dan pada siapa saja. Apalagi dengan aktivitas yang begitu padat dan gaya hidup modern, kerap menjadi penyebab munculnya penyakit sulit tidur atau insomnia.

Baca juga: Cara Mengatasi Insomnia Tanpa Obat, Begini Langkahnya

Namun jika seseorang mengalami gangguan semacam ini secara terus menerus mungkin Anda perlu waspada. Apalagi jika Anda sudah sering melakukan olah raga secara rutin dan tidak minum kopi secara berlebihan.

Faktor Penyebab Penyakit Insomnia

Gangguan tidur ini bisa bersifat sementara dan singkat namun juga bisa berlangsung lama. Beberapa pemicu insomnia bahkan bisa membuat seseorang tak mampu tidur pada malam hari hingga berbulan-bulan.

Lantas apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami gangguan tidur? Berikut ini beberapa penyebab penyakit insomnia yang ada baiknya kita tahu.

Tekanan Psikologis

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan gangguan tentu saja karena adanya tekanan psikologis. Stres atau depresi akibat beban kerja yang menumpuk atau kecemasan maupun kegelisahan bisa menyebabkan kita tidak bisa tidur.

Ada banyak jenis gangguan psikologis yang bisa membuat emosi menjadi terganggu. Kondisi ini akan memicu dan menyebabkan sistem metabolisme terganggu. Tekanan psikologis ini juga bisa karena adanya gangguan mental.

Kurang Olahraga

Faktor lainnya yang bisa menjadi penyebab penyakit insomnia adalah karena kurangnya aktivitas yang bersifat fisik. Seperti malas berolahraga atau sering malas-malasan.

Minimnya aktivitas fisik justru akan membuat otot tidak bergerak. Kondisi ini tidak akan menyebabkan otot tubuh menjadi lelah yang mendorong untuk tidur. Sikap malas memang bisa memicu gangguan insomnia.

Mengonsumsi Obat

Seperti sering tercantum dalam label kemasan obat biasanya terdapat peringatan bahwa minum obat bisa menyebabkan kantuk ataupun gangguan tidur. Umumnya obat memang akan membuat efek kantuk.

Namun tak sedikit pula jenis obat yang justru bisa membuat kita kesulitan untuk tidur. Seperti jenis obat-obatan stimulan atau psikoaktif biasanya mengandung amfetamin atau modofanil. Senyawa kimia ini bisa menyebabkan susah tidur.

Lingkungan Tak Nyaman

Untuk bisa tidur dengan nyenyak tentunya membutuhkan dukungan lingkungan. Karena itu penyebab penyakit insomnia bisa berasal dari lingkungan sekitar yang tidak nyaman atau malah mengganggu tidur.

Gangguan ini bisa berupa kamar tidur yang berantakan, suara berisik dari tetangga, suara TV atau musik yang terlalu keras, hingga rumah yang berada dekat jalan besar. Lingkungan yang tidak nyaman memang membuat sulit tidur.

Gaya Hidup Tak Sehat

Kebiasaan atau gaya hidup yang buruk atau tidak sehat juga bisa menjadi penyebab penyakit insomnia. Seperti sering mengonsumsi minuman beralkohol, minum kopi saat malam, merokok, hingga penyalahgunaan obat terlarang.

Mengonsumsi berbagai jenis minuman dan asupan tak sehat tersebut justru bersifat stimulan. Akibatnya, tubuh terangsang untuk selalu melek. Kebiasaan buruk ini termasuk makan berat sebelum tidur.

Faktor Penyakit

Gangguan kesehatan juga bisa menjadi penyebab penyakit insomnia. Ada beberapa jenis penyakit yang membuat penderitanya sering kesulitan untuk tidur. Seperti penyakit asma yang menyebabkan gangguan pernafasan.

Begitu juga dengan penyakit jantung, nyeri sendi, diabetes, penyakit ginjal, hingga gangguan pada kelenjar getah bening. Sering memicu rasa gelisah, penyakit ini juga membuat tidur terganggu.

Faktor Parasomnia

Pada beberapa orang kadang juga terjadi apa yang terkenal dalam dunia medis dengan sebutan parasomnia. Seperti fenomena tindihan, mengigau, atau berjalan saat tidur (sleepwalking). Kondisi ini juga bisa mengganggu tidur.

Perubahan Ritme Aktivitas

Kebisaan baru yang terjadi atau berubahnya jam kerja juga bisa menjadi penyebab penyakit insomnia. Shift kerja yang selalu berubah, biasanya setiap minggu, akan mempengaruhi kebiasaan bagi tubuh.

Tak sedikit kasus kesulitan tidur pada orang-orang yang sering kerja dengan beberapa shift. Namun jika tubuh mampu beradaptasi dengan cepat biasanya gangguan tidur tak akan terjadi setelah beberapa lama dan menjadi kebiasaan baru.

Perubahan Hormon Tubuh

Siklus maupun perubahan hormon dalam tubuh juga bisa menyebabkan gangguan penyakit insomnia. Seperti jadwal haid yang tidak teratur atau lebih cepat maupun menopause juga bisa menyebabkan kesulitan untuk tidur.

Jenis Penyakit Insomnia

Selain faktor yang memicu dan menyebabkan insomnia, gangguan tidur ternyata ada beberapa jenis. Setidaknya ada beberapa jenis penyakit insomnia berdasarkan gejala yang ada. Berikut ini klasifikasi gangguan tidur tersebut.

Insomnia Temporer

Jenis gangguan tidur ini merupakan tipe insomnia yang umumnya hanya terjadi dalam waktu tertentu dan berlangsung tidak lama atau kurang dari seminggu. Tekanan stres maupun pengaruh lingkungan yang berisik merupakan penyebab penyakit insomnia ini.

Insomnia Akut

Orang yang menderita insomnia akut biasanya berlangsung kurang dari sebulan. Gangguan tidur jenis ini akan terjadi secara berulang, namun tak selalu demikian. Karena terkadang penderita juga bisa sesekali tidur dengan nyaman.

Insomnia Kronis

Jenis penyakit insomnia ini merupakan yang lebih parah dan umumnya berlangsung hingga sebulan lebih. Penderita biasanya akan mengalami halusinasi seakan benda-benda yang ada di sekitarnya bergerak.

Baca juga: Manfaat Mandi Air Panas, Salah Satunya Cegah Insomnia

Selain terjadi halusinasi yang parah, kadang juga terjadi gangguan pada mata orang yang menderita. Gangguan penglihatan ganda atau double vision ini mirip mata minus atau plus karena obyek tunggal akan terlihat menjadi berganda.

Gejala Penyakit Insomnia

Setelah mengenal beberapa jenis maupun penyebab penyakit insomnia, lantas apa saja ciri penyakit ini. Kesulitan untuk tidur akan membuat orang yang menderita mengalami kelelahan fisik akibat terjaga semalaman.

Kesulitan tidur umumnya ditandai dengan beberapa kondisi yang mengawalinya. Berikut ini beberapa gejala insomnia yang umum terjadi dan banyak menjadi keluhan penderita.

  • Muncul perasaan cemas atau kekhawatiran saat akan tidur.
  • Insomnia biasanya juga terlihat dengan adanya kesulitan saat akan memulai tidur pada malam hari.
  • Sering mengalami terbangun saat tengah malam kemudian menyebabkan insomnia atau tidak bisa tidur lagi merupakan salah satu gejala khas penyakit ini. Bahkan tak jarang bangun yang terlalu pagi.
  • Tubuh terasa lelah saat bangun tidur.
  • Sering menguap, mengantuk, atau mengalami lelah pada siang hari
  • Secara emosi orang yang mengalami insomnia biasanya mudah marah, gugup, hingga sering stres.
  • Sering merasakan berat pada kepala, mudah sakit kepala, atau merasa tegang.
  • Sering mengalami gangguan pada bagian perut yang terasa seperti tertekan.
  • Kebanyakan penderita gangguan tidur ini juga mengalami gangguan menyangkut kesulitan untuk fokus atau konsentrasi.

Cara Mengatasi Insomnia

Mengenal penyebab penyakit insomnia berguna untuk penanganan yang lebih efektif. Namun jika Anda mengalami kesulitan tidur selama beberapa hari berturut-turut sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Selain melalui penanganan medis tak ada salahnya Anda melakukannya sendiri untuk mempercepat proses penyembuhan. Berikut ini beberapa cara mengatasi insomnia yang perlu Anda lakukan.

Bersihkan dan rapikan suasana dalam kamar tidur agar terasa nyaman. Kondisikan ruangan agak gelap dan sejuk. Jika perlu gunakan aroma terapi agar ruangan lebih menenangkan.

Usahakan tidur di atas alas tidur yang lebih rata. Ini berguna untuk mencegah gangguan pada tulang belakang.

Salah satu pemicu atau penyebab penyakit insomnia adalah pikiran yang sering melayang kemana-mana. Anda bisa mencoba mengatasinya dengan mendengarkan alunan musik lembut atau dengan membaca buku.

Baca juga: Manfaat Labu Kuning yang Bikin Awet Muda, Atasi Insomnia Hingga Kontrol Gula Darah

Hindari makan menjelang tidur, khususnya jenis makanan padat. Jika perut terasa lapar Anda bisa makan buah atau jus sayur yang sebaiknya Anda minum dua jam sebelum tidur.

Minum susu hangat sebelum tidur juga bisa Anda lakukan. Minuman bergizi yang mengandung asam amino dari protein berguna dalam memudahkan memejamkan mata saat tidur.

Anda juga bisa melakukan senam atau olahraga ringan untuk mengurangi tenaga. Untuk Anda yang telah menikah, berhubungan suami istri sebelum tidur bermanfaat membuat tidur lebih nyenyak.

Mengubah gaya hidup yang lebih sehat juga merupakan cara mengatasi gangguan tidur dengan lebih efektif. Seperti mengonsumsi makanan yang bernutrisi, rajin berolahraga, dan menjauhi rokok, kopi, dan alkohol.

Demikian berbagai faktor penyebab penyakit insomnia yang sebaiknya kita kenali. Gangguan tidur kebanyakan terjadi karena tekanan psikis yang berlangsung terus menerus dan gaya hidup tak sehat. Karena itu ubah mulai sekarang. (R11/HR-Online)

Editor: Subagja Hamara