Perbedaan Busi Racing dan Standar pada Tipe Sepeda Motor

Perbedaan Busi Racing dan Standar Pada Tipe Sepeda Motor
Ilustrasi Perbedaan Busi Racing dan Standar. Foto: Ist/Net

Perbedaan busi racing dan standar terletak pada pemakaian pada kendaraan itu sendiri. Secara garis besar busi memang dibedakan atas dua jenis tersebut.

Sebagai pemilik kendaraan, anda perlu tahu apa saja perbedaan dan perannya dalam sepeda motor. Busi itu sendiri merupakan salah satu komponen vital pada kendaraan.

Dengan adanya komponen tersebut, kendaraan bisa nyala dan berfungsi dengan baik. Sebab, melalui percikan api yang dihasilkan membuat kendaraan bisa nyala.

Jika tanpa komponen tersebut, kendaraan pun tidak bisa berfungsi dengan baik. Bahkan tidak bisa difungsikan sebagaimana mestinya.

Baca Juga : Waktu Ganti Busi Motor, Kenali Ciri-Ciri Penyebab Kerusakan

Maka dari itu, sebagai pemilik kendaraan, anda perlu tahu apa saja jenisnya. Selain itu, anda juga perlu merawat dan melakukan pengecekan pada komponen tersebut.

Berikan perawatan berkala agar komponen dapat bekerja optimal. Selain itu, alangkah baiknya anda juga perlu tahu busi yang tepat pada jenis kendaraan.

Sebab, pada umumnya setiap tipe kendaraan memiliki jenis busi masing-masing. Sehingga tidak selalu cocok dengan tipe kendaraan yang satu dengan lainnya.

Banyak sekali jenis komponen tersebut ada yang standar bahkan racing. Perbedaan busi racing dan standar juga perlu anda ketahui.

Agar penggunaannya tepat dan sesuai. Namun, biasanya setiap perusahaan sepeda motor sudah menentukan jenis busi yang cocok pada tiap-tiap mesin kendaraan.

Intip Perbedaan Busi Racing dan Standar pada Sepeda Motor

Setiap kendaraan memiliki berbagai macam komponen yang berfungsi masing-masing. Bahkan semua komponen tersebut bisa bekerja dengan optimal jika penempatannya tepat.

Begitu juga dengan komponen yang bernama busi. Bentuknya memang kecil, namun memiliki peranan cukup besar. Fungsi dari komponen tersebut yaitu memicu timbulnya ledakan pada ruang bakar.

Baca Juga : Jenis Busi Motor Bervariasi Lengkap dengan Fungsinya

Sehingga hasil campuran antara udara dan bensin yang telah dikompresi bisa terjadi dengan baik. Namun, kini beriringnya waktu berjalan, membuat komponen tersebut mengalami perkembangan.

Kini anda bisa menemukan berbagai jenis komponen tersebut yang beredar di pasaran. Ada yang tipe busi racing hingga standar.

Sebagai pemilik kendaraan, anda perlu tahu perbedaan antara keduanya. Berikut sedikit ulasan yang bisa anda tahu.

Busi Standar

Mungkin sebagian besar orang menganggap jika semua busi sama. Bahkan pemakaiannya pun tidak perlu dilakukan secara detail dan teliti.

Padahal hal tersebut salah, ada perbedaan antara busi racing dan standar pada kendaraan. Sebagai pemilik kendaraan, anda perlu tahu apa yang membuatnya harus diperhatikan.

Busi standar merupakan komponen umum yang biasanya sudah tersedia pada setiap pabrikan sepeda motor. Pada umumnya, komponen jenis yang satu ini hadir dengan ukuran diameter center electrode 2,5 mm.

Bagian ujung elektrodanya terbuat dari nikel. Sedangkan untuk ketahanannya sendiri mampu mencapai hingga 20 km. Namun, semua tergantung dari pemakaian dan pengendaranya.

Dengan menggunakan jenis yang satu ini, ada beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan. Antara lain performa kendaraan stabil, kualitas OEM, dan pencariannya mudah saja ketika anda perlu menggantinya.

Tidak hanya itu saja, pemakaian komponen tersebut juga lebih menghemat bahan bakar pada kendaraan. Kompresi dan suhu temperaturnya rendah.

Sedangkan untuk gaya pemakaian dan mesin bertenaga standar. Hampir semua tipe kendaraan menggunakan jenis yang satu ini.

Pada umumnya, kendaraan dengan penggunaan harian meletakkan busi standar. Sebab, kendaraan tersebut masuk dalam tipe kendaraan berkapasitas mesin kecil hingga sedang.

Busi Racing

Perbedaan busi racing dan standar cukup tampak terlihat. Jika busi standar biasa untuk kendaraan harian, berbeda dengan jenis yang satu ini.

Busi racing atau dingin pada umumnya untuk kendaraan balap berperforma kencang. Kapasitas mesinnya pun cukup besar dengan kompresi mesin tinggi.

Tidak hanya itu saja, komponen tersebut juga ada pada kendaraan okta BBM tinggi dengan temperatur mesin tinggi. Sesuai namanya, komponen ini memiliki desain khusus yang tahan terhadap kompresi tinggi.

Baca Juga : Perbedaan Busi Motor Injeksi dan Karburator, Jangan Salah Pasang

Sehingga cocok untuk kendaraan yang membutuhkan tingkat panas tinggi. Bahkan untuk jenis pengapian dengan karakteristik dan akselerasi yang baik.

Diameter komponen ini center elektroda yang relatif kecil dan meruncing seperti jarum. Namun, penggunaannya relatif lebih pendek daripada tipe standar.

Pemakaiannya kurang lebih antara jarak 20 ribu km hingga 30 km saja. Perbedaan busi racing dan standar juga terletak pada harganya. (R10/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto