Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Dalam Organisme

Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis Dalam Organisme
Ilustrasi Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis. Foto: Ist/Net

Perbedaan fotosintesis dan kemosintesis memang menarik untuk dipelajari. Hal ini berkaitan dengan reaksi yang ada. Keduanya adalah sebuah jalur metabolisme dalam pembentukan makanan atau anabolisme.

Biasanya organisme yang mampu membuat makanannya adalah jenis autotrof. Yang mana keduanya adalah reaksi asimilasi pembentukan makanan. Hal ini sangat penting dan berperan pada rantai makanan suatu ekosistem.

Tetapi memang ada perbedaan terkait dengan dua jalur tersebut. Termasuk pada pelaku reaksi yang menunjukkan perbedaannya dengan jelas.

Cek Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis

Fotosintesis merupakan suatu proses fisio-kimia pada sebuah tanaman hijau. Proses ini mendapatkan bantuan dari cahaya matahari. Mensintesis makanan untuk memenuhi kebutuhan hidup tumbuhan dan organisme lain.

Sedangkan kemosintesis merupakan penyusunan zat organik yang memanfaatkan sumber energi hasil reaksi kimia. Energi ini adalah hasil oksidasi senyawa organik yang terserap dari lingkungan.

Proses kemosintesis dilakukan oleh bakteri. Berikut adalah perbedaan yang sangat jelas antara kedua jalur tersebut:

Pelaku Organisme

Perbedaan yang terlihat pertama kali adalah mengenai pelaku organisme. Pada fotosintesis pelakunya adalah kelompok organisme fotoautotrof. Merupakan kelompok organisme yang memiliki pigmen untuk menangkap cahaya dan memulai reaksi kimia.

Dalam hal ini, misalnya alga dan beberapa bakteri. Pigmen klorofil sudah umum kepunyaan kelompok autotrof. Sedangkan organisme pelaku kemosintesis adalah kelompok kemoautotrof. Yang mana ini menggunakan senyawa kimia untuk oksidasi pembentukan makanan.

Perbedaan fotosintesis dan kemosintesis ini sangat jelas. Kemoautotrof merupakan mikroorganisme yang terdapat pada tempat gelap. Misalnya laut, dalam tanah, rawa, gunung berapi, dan masih banyak lagi.

Baca Juga: Proses Fotosintesis pada Tumbuhan Hijau Beserta Fenomena Uniknya

Sumber Energi

Dari sumber energi masing-masing juga sangat berbeda. Untuk memulai reaksi kimia, fotosintesis menggunakan energi cahaya. Pigmen milik tumbuhan autotrof mampu menangkap cahaya dari matahari.

Kemosintesis merupakan sebuah reaksi kimia yang menggunakan energi kimia. Energi ini berasal dari oksidasi senyawa kimia oleh organisme kemoautotrof. Nitrogen merupakan salah satu senyawa kimia.

Biasanya akan mengalami oksidasi untuk menghasilkan energi pada rangkaian kemosintesis. Hal ini akan menimbulkan banyak variasi yang tergantung dengan jenis senyawa kimia.

Tempat Berlangsung

Perbedaan fotosintesis dan kemosintesis juga terletak pada tempat berlangsungnya kedua proses yang ada. Fotosintesis berlangsung dalam kloroplas. Pasalnya, organel kloroplas merupakan salah satu organel yang menyimpan pigmen penangkap cahaya.

Tak heran bila reaksi ini hanya berlaku pada tanaman yang memiliki klorofil. Reaksi kemosintesis berlangsung tanpa harus ada pigmen. Oksidasi kimia ini sudah merupakan sumber energi reaksi.

Tentu saja proses ini juga mendapatkan bantuan dari enzim yang berhubungan dengan sitoplasma sel. Sehingga bisa berjalan dengan lancar dan dapat bertahan hidup.

Baca Juga: Struktur Sel Eukariotik dan Fungsinya pada Makhluk Hidup

Senyawa

Perbedaan fotosintesis dan kemosintesis juga terletak pada senyawa yang terlibat. Keduanya memang menghasilkan karbohidrat. Yang mana akan melibatkan senyawa sesuai dengan proses yang berlangsung.

Fotosintesis melibatkan senyawa berupa CO2 dan air. Fungsi air akan membentuk glukosa melalui rangkaian reaksi dalam sel. Sehingga bisa menghasilkan makanan untuk bertahan.

Kemosintesis melibatkan senyawa kimia yang cukup beragam. Hal ini tergantung dengan jenis kemosintesis yang terjadi. Senyawa kimia tersebut misalnya CO2, O2, air, dan senyawa lainnya.

Hasil Reaksi

Perbedaan fotosintesis dan kemosintesis juga terkait dengan hasil reaksinya. Pada fotosintesis menghasilkan glukosa sebagai senyawa inti pada serangkaian reaksi. Oksigen akan bebas ke atmosfer melalui stomata.

Kemosintesis menghasilkan sesuatu yang beragam. Misalnya sulfur yang merupakan produk samping dari kemosintesis. Sulfur ini menggunakan asam sulfida.

Yang mana masing-masing hasil ini akan berguna bagi kelangsungan hidup organisme. Sehingga mereka menghasilkan reaksi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Peran Ekologis

Adapun perbedaan keduanya yang terakhir adalah peranan ekologis. Yang mana fotosintesis dan kemosintesis adalah suatu komponen penting dalam siklus kehidupan.

Fotoautotrof adalah produsen yang utama hampir dalam seluruh kehidupan darat dan air. Tetapi pada wilayah yang gelap bumi seperti dasar laut, lereng gunung, rawa, dan masih banyak lagi.

Sedangkan kemoautotrof akan memberikan energi organik dari hasil kemosintesis. Hal ini sangat penting pada wilayah-wilayah tidak ada cahaya. Sehingga akan memberikan sumber kekuatan dalam membentuk rantai makanan.

Itulah beberapa perbedaan fotosintesis dan kemosintesis. Organisme juga memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya. Berbagai jalur tersebut sangat membantu dalam memberikan asupan makanan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang