Pergerakan Tanah di Tasikmalaya, 1 Bangunan SD Rusak Parah

Pergerakan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang terjadi pada Minggu (07/02/2021), mengakibatkan satu bangunan sekolah dasar (SD) rusak parah. Foto: Apip Wilianto/HR.
Pergerakan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang terjadi pada Minggu (07/02/2021), mengakibatkan satu bangunan sekolah dasar (SD) rusak parah. Foto: Apip Wilianto/HR.

Berita Tasikmalaya (harapanrakyat.com),- Pergerakan tanah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, yang terjadi pada Minggu (07/02/2021), mengakibatkan satu bangunan sekolah dasar (SD) rusak parah, dan 3 rumah warga terancam. Selain itu, akses jalan pun mengalami retak-retak.

Peristiwa bencana pergerakan tanah itu berada terjadi di Kampung Babakan Jeruk, Desa Singajaya, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Tasikmalaya.

Andin Muhibin, anggota Tagana Kabupaten Tasikmalaya, mengatakan, kejadian pergerakan tanah tadi siang sekitar jam 14:00 WIB, saat hujan deras mengguyur wilayah Cibalong selama 24 jam.

“Akibatnya ruang perpustakaan SDN Babakan Jeruk rusak berat, tiga unit rumah warga milik Nanang, Enceng, dan Ejen juga terancam,” ungkapnya, kepada HR Online.

Andin juga mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski begitu, warga yang rumahnya terancam itu mengungsi ke rumah tetangganya. Karena mereka takut terjadi pergerakan tanah susulan.

Baca Juga : Pergerakan Tanah di Ciakar Ciamis Berujung Bencana Longsor

Selain rumah dan bangunan sekolah, lanjut Andin, ruas jalan kabupaten penghubung    Kecamatan Cibalong dengan Parungponteng juga mengalami keretakan sepanjang 50 meter. Imbasnya, jalan tersebut tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat.

“Kemudian selain itu, empat kolam ikan milik warga mengalami retak-retak hingga mengakibatkan airnya surut,” kata Andin.

Untuk bangunan sekolah yang mengalami rusak, pihak Tagana pun langsung berkoordinasi dengan komite sekolah agar melakukan giat gotong-royong menutup retakan.

Pihaknya juga memberikan arahan kepada warga agar menghentikan seluruh aktivitas, dan meningkatkan kewaspadaan. Mengingat curah hujan masih tinggi. (Apip/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah