Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan dan Proses Terjadinya

Perkembangbiakan Generatif Pada Tumbuhan dan Proses Terjadinya
Ilustrasi Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan. Foto: Ist/Net

Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan berfungsi untuk melestarikan jenisnya. Setiap makhluk hidup tentu memiliki kemampuan berkembangbiak masing-maing. Sehingga mampu menghasilkan keturunan sesuai dengan induknya.

Hewan melakukan perkembangbiakan melalui seksual dan aseksual. Sama halnya dengan tumbuhan yang bisa berkembang biak secara seksual (generatif) dan aseksual (vegetatif). Yang mana hasilnya nanti berupa keturunan yang identik dengan induknya.

Perkembangbiakan oleh tumbuhan tentu melalui berbagai tahapan. Bahkan bagian tumbuhan juga sangat berperan dalam proses tersebut.

Mengenal Perkembangbiakan Generatif pada Tumbuhan

Sebelum mengetahui lebih dalam terkait dengan perkembangbiakan generatif, alangkah baiknya untuk mengetahui pengertiannya. Perkembangbiakan generatif merupakan cara tumbuhan untuk berkembang biak secara seksual. Proses ini melalui tahap perkawinan yang biasanya pada tumbuhan berbiji.

Perkawinan ini memiliki maksud adanya pertemuan sel sperma benang sari dan sel telur dari bakal buah. Hal utama yang merupakan ciri perkembangbiakan generatif adalah memiliki bunga, biji, dan alat kelamin jantan atau wanita.

Proses perkembangbiakan ini berawal dari penyerbukan dan pembuahan. Penyerbukan merupakan proses jatuhnya serbuk sari pada kepala putik. Sedangkan pembuahan merupakan suatu proses peleburan gamet betina dan gamet jantan.

Baca Juga: Perkembangbiakan Vegetatif Alami pada Tumbuhan dan Contohnya

Alat Perkembangbiakan Generatif

Bunga merupakan salah satu alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan. Pasalnya, bunga memiliki alat kelamin jantan dan betina. Dalam hal ini, putik merupakan alat kelamin jantan.

Putik (Kelamin Betina pada Bunga)

Bunga memiliki putik yang letaknya pada tengah dasar bunga. Putik tersusun dari bakal buah pada bagian dasar. Bakal buah memiliki lebih dari satu bakal biji yang terdapat kandungan lembaga.

Kandungan ini berisi inti sel yang akan dibuahi oleh sperma. Setelahnya akan mengalami proses pembuahan. Bakal biji ini akan berkembang ke dalam bentuk biji yang nantinya berubah menjadi buah.

Benang Sari (Alat Kelamin Jantan)

Adapun perkembangbiakan generatif pada tumbuhan juga memerlukan alat kelamin jantan atau benang sari. Kepala sari ini memiliki kantong sari yang isinya adalah serbuk sari. Setiap serbuk sari berisi inti sel sperma.

Bagian Bunga

Pada dasarnya, bunga memiliki empat struktur bagian. Biasanya tersusun atas bunga, kelopak bunga, benang sari, dan putik. Tak hanya itu saja, bagian bunga lainnya juga masih ada. Berikut adalah penjelasan bagian masing-masing dari bunga:

Mahkota Bunga

Bagian pertama ini adalah yang paling menonjol. Mahkota bunga memiliki ukuran yang cukup besar daripada bagian lainnya. Warnanya cukup beragam dan terlihat sangat menarik perhatian.

Fungsi dari bagian ini untuk menarik perhatian serangga yang membantu penyerbukan. Letaknya berada pada lingkaran kelopak bunga. Selain itu, mahkota bunga juga bisa melindungi organ reproduksi perkembangbiakan generatif pada tumbuhan.

Baca Juga: Perbedaan Archaebacteria dan Eubacteria, Jenis, Ciri, dan Reproduksinya

Kelopak Bunga

Letaknya berada pada bagian terluar dari bunga. Fungsi dari bagian ini adalah untuk melindungi mahkota bunga. Kelopak akan terbuka ketika mahkota sudah mekar.

Alat Kelamin

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa bunga memiliki alat kelamin. Tersusun atas benang sari dan putik. Keduanya berguna sebagai proses perkembangbiakan.

Tangkai dan Dasar Bunga

Bagian berikutnya adalah tangkai bunga yang memiliki fungsi penghubung antara bunga dengan ranting. Sedangkan dasar bunga memiliki fungsi sebagai melekatnya mahkota.

Bakal Biji

Adapun fungsi dari bakal biji adalah membantu perkembangbiakan generatif pada tumbuhan. Sebab merupakan pertemuan antara sel telur dengan serbuk sari.

Proses Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan tumbuhan secara generatif pasti berawal dari penyerbukan. Baru setelah itu, ada fase pembuahan. Berikut adalah proses perkembangbiakan generatif:

Penyerbukan

Pada proses ini akan terlihat jatuhnya serbuk sari ke bagian kepala putih. Bisa dengan bantuan udara, air, hewan, dan manusia yang biasanya berasal dari bunga satu atau bunga lainnya. Yang masih dalam satu jenis bunga merupakan penyerbukan silang, sedangkan bunga lain merupakan penyerbukan bastar.

Pembuahan

Proses yang berikutnya adalah pembuahan yang merupakan pertemuan antara serbuk sari dengan sel telur. Hasil dari proses ini akan menghasilkan calon tumbuhan baru yang berupa biji buah.

Nantinya buah yang sudah matang akan jatuh terbawa oleh makhluk hidup lainnya. Jika biji jatuh pada lokasi yang tepat, maka akan tumbuh kecambah.

Itulah informasi mengenai perkembangbiakan generatif pada tumbuhan. Yang mana akan menghasilkan keturunan agar tetap lestari. (R10/HR Online)

Editor: Jujang