Permintaan Sampah di Ciamis Tinggi, 11 Perusahaan Siap Menampung

Permintaan sampah di Ciamis
Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Taufik Gumelar. Foto: Eli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Permintaan sampah yang sudah melalui proses pengolahan melalui mesin pencacah cukup tinggi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Setidaknya 11 perusahaan sudah menekan MoU dan siap menampung sampah olahan dari bank sampah yang ada di Ciamis.

Penanganan sampah yang dilakukan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, memang terus dilakukan dengan tepat.

Sampah yang biasanya langsung dibuang ke TPA kini diolah dulu melalui bank sampah.

Dr. H. Taufik Gumelar, Kepala DPRKPLH Ciamis, menjelaskan, sampah yang dikelola oleh bank sampah memang masih belum maksimal. Akan tetapi bisa mengurangi residu sampah yang dibuang ke TPA.

“Permasalahan sampah kalau tidak ada inovasi dalam penanganan, maka semua sampah akan terus dibuang ke TPA. Sementara kapasitas TPA terbatas, tidak bisa setiap hari semua sampah dibuang langsung,” ungkapnya kepada HR Online, Rabu (10/2/2021).

Kata Taufik, untuk pengelolaan sampah yang dilakukan bank sampah, salah satunya pemilahan. Sebelum sampah dibuang ke TPA maka dilakukan pemilihan sesuai jenisnya, dengan begitu sampah bisa menjadi ladang penghasilan.

“Kalau dulu sampah yang ditarik armada semuanya langsung dibuang ke TPA Handapherang. Lalu pemilahan sampah dilakukan di TPA. Akan tetapi sekarang terbalik, sampah dipilah terlebih dahulu. Lalu sisanya baru dibuang ke tempat pembuangan akhir sampah Ciminyak maupun Banjaranyar,” jelasnya.

Permintaan Sampah di Ciamis Cukup Tinggi

Hal senada diungkapkan Giyatno, Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan, DPRKPLH Kabupaten Ciamis.

Menurut Giyatno, pihaknya tidak hanya melakukan pemilahan sampah, namun juga sudah memiliki mesin pencacah sampah. Sehingga sampah yang dihasilkan oleh bank sampah diolah terlebih dahulu sebelum akhirnya dijual kembali.

“Semua sampah yang sudah dipilah oleh warga di bank sampah, selanjutnya sampah tersebut satu persatu dipisahkan sesuai jenisnya seperti plastik, kaca, besi, kertas jenis kardus. Setelah itu baru masuk ke mesin pencacah sampah,” jelasnya.

Giyatno melanjutkan, mesin pencacah sampah ini fungsinya, melakukan penghancuran sampah seperti plastik. Karena harga jualnya berbeda ketika dibeli oleh perusahaan yang membutuhkan sampah tersebut.

Kata Giyanto, untuk permintaan pembelian sampah ke bank sampah ada sekitar sebelas perusahaan yang sudah melakukan Mou kerjasama. Perusahaan-perusahaan tersebut siap menampung sampah yang sudah dipilah dari Ciamis melalui bank sampah.

“Kini permintaan sampah sangat tinggi sehingga keberadaan bank sampah sangat tepat dalam inovasi pengelolaan sampah dan juga bisa menjadi ladang penghasilan bagi warga yang senantiasa melakukan pemilihan,” katanya.

Bahkan kata Giyatno, sampah yang terkumpul sebanyak 500 ton setiap bulan di Kabupaten Ciamis. Namun, itupun masih belum semuanya tertangani, karena itu sangat layak apabila setiap desa memiliki bank sampah. Tujuannya agar sampah rumah tangga yang dibuang warga masih bisa terus dimanfaatkan dengan baik dan benar.

“Dari 500 ton sampah yang dihasilkan baru sekitar 200 ton sampah setiap bulan yang bisa diolah. Ini berarti, masih ada 300 ton lagi bisa terus dimanfaatkan melalui bank sampah. Makanya nanti kita canangkan memperbanyak bank sampah,” pungkasnya. (ES/R7/HR-Online)

Editor: Ndu