Prajurit TNI Asal Kota Banjar Gugur Saat Menumpas KKB di Papua

Prajurit TNI Asal Kota Banjar Gugur Saat Menumpas KKB di Papua
Salah seorang anggota keluarga korban, Yuda Mardiana, saat menunjukan foto prajurit TNI, Prada Ginanjar Arianda, anggota Yonif Raider 406/Brigif-4 DR, yang gugur saat bertugas menumpas KKB di Papua. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Seorang prajurit TNI dari Yonif Raider 406/Brigif-4 DR, gugur saat bertugas menumpas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.

Anggota TNI yang gugur tersebut yaitu Prajurit Dua (Prada) Ginanjar Arianda, anggota Yonif Raider 406/Brigif-4 DR, warga RT 1/24, Lingkungan Sumanding Wetan, Kelurahan Mekarsari, Kota Banjar, Jawa Barat.

Menurut laporan keterangan yang diterima Staf Penghubung (Pabung) Kodim 0613 Ciamis, Peltu Wawan Darwan, pada tanggal 15 Februari 2021 sekitar pukul 08.15 WIT, telah terjadi kontak tembak antara Pos Mamba Yonif 400 dengan KKSB di Kotim Mamba Yonif 400 Kampung Mamba, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya.

Akibat kontak tembak dengan KKB tersebut, 1 orang personil Yonif 400/BR atas nama Prada Ginanjar Arianda gugur. Prajurit TNI ini gugur karena tertembak pada bagian pinggang hingga tembus ke bagian perut.

“Almarhum gugur dalam menjalankan tugas sebagai BP Satgas Mobile Yonif R 400/BR,” kata Peltu. Darwan saat berkunjung ke rumah duka kepada awak media, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut Peltu Darwan menambahkan, untuk evakuasi jenazah Prada Ginanjar langsung pada hari ini juga. Kemudian, jenazah akan diterbangkan dari Papua menuju Jakarta.

Rencananya, jenazah almarhum akan dimakamkan dengan upacara militer, di komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Kesuma Bangsa, Jalan Husein Kartasasmita, Kecamatan Banjar.

Saat ini, imbuhnya, semua pihak termasuk keluarga almarhum masih menunggu kedatangan jenazah korban. Jenazah prajurit TNI ini kemungkinan akan tiba di rumah duka, pada hari Rabu tanggal 16 Februari atau besok hari.

“Rencana pemakamannya secara militer besok hari Rabu di komplek TMP. Sekarang kami dan pihak keluarga masih menunggu kedatangan almarhum,” terang Peltu Darwan.

Sementara itu, salah seorang keluarga korban, Yuda Mardiana (30), mengaku kaget atas gugurnya adik iparnya tersebut. Namun, setidaknya ia ikut merasa bangga bahwa adik iparnya sudah ikut berjuang meski gugur saat bertugas.

“Ya tentu saja kami semua tidak menyangka. Semoga almarhum husnul khatimah,” singkatnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto