Proses Siklus Air dalam 4 Tahap, Mulai Penguapan Hingga Penyerapan

Proses Siklus Air
Ilustrasi Proses Siklus Air. Foto: Ist/Net

Proses siklus air yang menjadi salah satu sumber kehidupan sangat penting untuk kita semua ketahui. Hal ini karena air adalah sumber daya alam yang bermanfaat. Bahkan, air juga termasuk sumber daya alam yang bisa diperbarui.

Itu berarti jumlahnya tidak akan ada habisnya dan selalu ada. Lantas, kenapa hal tersebut dapat terjadi? Hal ini berkaitan dengan siklus air atau juga disebut daur air. Daur air yang ada dalam Bumi ini sama pentingnya dengan ketersediaannya pada permukaan.

Apa Itu Proses Siklus Air?

Mengutip Wikipedia, siklus air atau hidrologi merupakan siklus dari air yang tak pernah berhenti. Siklus ini berasal dari atmosfer menuju Bumi, lalu kembali ke atmosfer dengan proses kondensasi, evaporasi, presipitasi, dan transpirasi.

Proses ini juga sering kita kenal dengan sebutan daur air, yakni sebuah proses pendauran air secara alami dalam beberapa tahap. Proses tersebut berlangsung karena adanya sinar matahari yang menyinari Bumi.

Baca Juga: Tahapan Siklus Krebs dan Fungsinya pada Jaringan Organisme

Evaporasi

Siklus air yang pertama adalah evaporasi. Ini merupakan proses menguapnya air dari berbagai sumber air yang terdapat di permukaan Bumi. Misalnya sungai, danau, atau laut.

Selain dari sumber air, proses siklus air ini terjadi karena tumbuhan yang juga kita kenal dengan nama transpirasi. Proses evaporasi bisa terjadi dengan bantuan sinar matahari yang mengakibatkan air menguap.

Kondensasi

Proses selanjutnya adalah kondensasi yang berasal dari evaporasi serta transpirasi. Tahapan siklus air ini akan mengubah uap air menjadi awan dan terletak pada tempat tinggi karena pengaruh angin.

Kemudian, pada tahap ini akan terjadi proses pengembunan atau kita juga kenal sebagai proses kondensasi. Proses ini terjadi pada saat awan ada pada bagian tempat yang makin tinggi, maka temperaturnya menjadi makin rendah.

Hingga nantinya akan mengalami pengembunan yang membentuk titik-titik air, apalagi jika awan telah mengandung banyak uap air.

Presipitasi

Istilah ini kemungkinan besar bukan menjadi hal asing lagi. Karena sebutan lain dari presipitasi adalah hujan. Hujan merupakan proses siklus air yang ketika titik-titik air berasal dari awan terjatuh ke permukaan Bumi.

Peristiwa ini terjadi ketika awan telah menampung air terlalu banyak dan awan menjadi semakin besar. Ketika awan tak mampu lagi menampung banyaknya air atau uap air tersebut, maka akan terjadi peristiwa hujan, hujan es, maupun hujan salju.

Baca Juga: Proses Metabolisme Karbohidrat dan Pengertiannya Dalam Makhluk Hidup

Infiltrasi

Proses terakhir dalam siklus air ini adalah infiltrasi yang juga bisa kita sebut dengan nama penyerapan. Air atau uap air yang telah terjatuh sebagai hujan akan mengalir ke sungai, danau, lautan, atau samudra.

Selain itu, juga bisa mengalir ke berbagai sumber lainnya, seperti melalui tahap presipitasi yang nantinya akan terserap ke dalam tanah, bahkan air juga terserap oleh tumbuhan.

Macam-Macam Siklus Air

Proses siklus air berlangsung saat terjadinya penguapan dari air laut saat kelembaban udara yang meningkat. Udara akan menjadi lebih dingin serta uap air mengembun hingga membentuk awan.

Kelembaban tersebut akan terbawa menuju atmosfer serta kembali lagi ke permukaan sebagai presipitasi. Secara lebih mudah, siklus hidrologi ini melalui tahapan air menguap ke atmosfer dan kembali ke permukaan sebagai hujan.

Lalu akan meresap ke dalam tanah, sungai, dan sampai ke lautan. Kemudian akan kembali lagi menguap ke atmosfer dan seterusnya.

Proses siklus air ini terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan proses yang dilaluinya dan juga seberapa jauh air akan bergerak.

Pertama adalah siklus pendek yang mengawali penguapan air laut menjadi uap gas karena adanya panas matahari. Lalu akan terjadi kondensasi serta pembentukan awan pada ketinggian tertentu. Selanjutnya akan kembali ke permukaan laut melalui hujan.

Kedua adalah siklus sedang, dengan permulaan menguapnya air laut menjadi uap gas karena panas matahari. Lalu akan terjadi evaporasi, dan uap bergerak karena tiupan angin ke daratan.

Kemudian terjadi pembentukan awan dan akan turun sebagai hujan pada permukaan daratan tersebut. Selanjutnya air akan mengaliri sungai dan menuju ke laut.

Ketiga adalah siklus panjang, terjadi setelah air menguap dan akan terbentuk sublimasi. Lalu awan akan bergerak oleh tiupan angin menuju daratan dan turun salju pembentukan gletser. Kemudian gletser mencair dan mengaliri sungai. Selanjutnya proses siklus air tersebut akan menuju ke lautan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang