Rabu, Mei 18, 2022
BerandaBerita TerbaruPuncak Hujan Meteor Alpha-Centaurid, Hiasi Langit Bulan Februari

Puncak Hujan Meteor Alpha-Centaurid, Hiasi Langit Bulan Februari

Puncak hujan meteor Alpha-Centaurid akan mewarnai langit Februari 2021. Untuk fenomena hujan meteor ini pun telah berlangsung sejak tanggal 31 Januari hingga 20 Februari mendatang.

Namun, menurut Avivah Yamani, pengamat astronomi komunitas Bandung, hujan meteor Alpha-Centaurid sudah terjadi puncaknya pada tanggal 8-9 Februari lalu.

Fenomena Puncak Hujan Meteor Alpha-Centaurid

Fenomena langit akan kembali hadir untuk memanjakan mata kita, yakni munculnya hujan meteor Alpha-Centaurids. Sebenarnya, hujan meteor ini telah berlangsung pada 31 Januari lalu dan akan berakhir pada 20 Februari 2021.

Melansir Netral, peristiwa langit tersebut sudah mengalami masa puncak pada 8-9 Februari. Masa puncak dari peristiwa langit tersebut sedikitnya akan ada enam meteor untuk tiap jamnya. Kesempatan yang maksimal dapat mencapai sekitar 25 buah meteor yang hadir setiap satu jam.

Fenomena puncak hujan meteor Alpha-Centaurid tersebut datang dari arah rasi bintang Centaurus.

Mengutip Langit Selatan, peristiwa tersebut merupakan peristiwa yang mana planet Merkurius berada dalam posisi yang sejajar dengan Matahari dan juga Bumi.

Hal ini terjadi pada tanggal 8 Februari dan menjadi puncak fenomena hujan meteor tersebut. Dalam posisi tersebut, terjadi konjugasi dari planet Merkurius dan juga Bumi yang posisi papasannya berada dalam jarak yang paling dekat.

Dengan demikian, planet tersebut akan tampak dan terlihat saat fajar, karena memiliki jarak yang dekat dengan matahari. Lalu, akan terlihat waktu senja saat terbenamnya hampir bersamaan dengan matahari.

Dengan demikian, peristiwa puncak hujan meteor Alpha-Centaurid itu menandakan jika Merkurius muncul saat senja dan kembali akan hadir saat matahari terbit dalam hitungan minggu.

Namun selain peristiwa puncak hujan meteor Alpha-Centaurid, terdapat beberapa fenomena yang terjadi dalam bulan Februari 2021 ini, antara lain:

Bulan Ada pada Titik Perigee

Bulan akan masuk dalam titik perigee menuju Bumi tanggal 4 Februari. Perigee ini merupakan istilah yang ilmuwan pakai dalam menyebutkan kondisi satelit alam Bumi ini pada titik yang paling dekat dengan Bumi. Jadi, Bulan terlihat lebih besar dari biasanya.

Jarak yang ada antara Bumi dan juga Bulan cukup bervariasi. Karena orbitnya bukanlah jalur melingkar bulat, akan tetapi elips atau oval. Namun, biasanya jarak tersebut bervariasi sekitar 10 persen yakni antara 363 ribu dan 405 ribu kilometer.

Lalu, ukuran sudut dari Bulan serta kecerahanya pun juga bervariasi tergantung pada faktor yang sama. Masa atau periode siklus Bulan cukup untuk perigee (terdekat) serta apogee (terjauh) sampai kembali lagi yaitu 27,555 hari.

Baca Juga: Hujan Meteor Quadrantid, Simak Kapan Terjadi dan Bagaimana Melihatnya

Konjungsi Merkurius dan Saturnus (Revisi dari Sini ke bawah)

Terdapat fenomena selanjutnya selain puncak hujan meteor Alpha-Centaurid, yakni Merkurius dan juga Saturnus yang seakan-akan berpapasan.

Hal ini pada langit Februari saat tanggal 23 sekitar pukul 04.30 dalam area timur. Lalu keduanya akan kembali bertemu pada 28 Februari 2021, bersama dengan Jupiter.

Sehingga, pada pertengahan Februari ini akan menjadi waktu yang paling baik agar kita dapat mengamati keindahan langit malam ketika terjadi fase bulan yang baru.

Galaksi ini akan mampu terlihat oleh mata kita dari Bumi mulai tengah malam. Tepatnya dari arah tenggara sampai ke barat laut.

Baca Juga: Fenomena Hujan Meteor Camelopardalid, Lambat dan Berkilauan

Konjungsi Bulan dan Mars

Setelah peristiwa naiknya Saturnus dan puncak hujan meteor Alpha-Centaurid tersebut, maka tanggal 19 Februari akan terjadi konjungsi dari Bulan dan planet Mars.

Saat itu, Bulan akan ada ada orbit 3 derajat pada arah selatan planet Mars. Lalu, dalam kurun waktu yang hampir beriringan, kedua anakan melakukan pendekatan yang paling dekat.

Pendekatan tersebut akan terjadi pada pukul 18.27 WIB pada bagian langit senja yang hampir memudar. Untuk ketinggiannya sekitar 58 derajat pada bagian arah ufuk barat.

Mars dan juga Bulan ini nantinya akan tenggelam pada pukul 23.06 WIB. Untuk mengamati konjungsi Bulan dan Mars, anda bisa menyaksikannya pada arah konstelasi Aries.

Bagaimana Cara Memburu Alpha-Centaurid?

Untuk peristiwa puncak hujan meteor Alpha-Centaurid tanggal 8-9 Februari nanti, akan dapat anda saksikan dengan jelas tanpa perlu menggunakan alat bantu seperti teleskop sekitar pukul 21.50 WIB. Namun, bagi anda yang tidak sempat menyaksikannya, anda masih bisa memburunya pada fajar sampai pukul 05.34 WIB. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -