Rastra untuk 6.225 KPM di Banjar Distribusikan, Beras Jelek Bisa Diganti

Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, bersama Forkopimda saat launching bantuan Rastra untuk 6.225 KPM, bertempat di halaman Pendopo Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.
Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, bersama Forkopimda saat launching bantuan Rastra untuk 6.225 KPM, bertempat di halaman Pendopo Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Rastra untuk 6.225 KPM di Kota Banjar, Jawa Barat, didistribusikan Pemkot Banjar. Pendistribusian beras program bantuan sosial itu bersumber dari dana APBD Kota Banjar tahun 2021.

Acara launching penyaluran bantuan sosial Rastra berlangsung di halaman Pendopo Kota Banjar, dan dihadiri jajaran Forkopimda, Kamis (18/02/2021).

Pada kesempatan tersebut, Wali Kota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengatakan, total anggaran APBD Kota Banjar tahun 2021 untuk program bantuan sosial Rastra mencapai Rp 3 miliar.

Sedangkan, tahun ini jumlah penerima yang terdata dalam bantuan sebanyak 6.225 KPM (Keluarga Penerima Manfaat). Masing-masing penerima manfaat mendapatkan bantuan sebesar 5 kilogram per bulannya.

“Bantuan beras Rastra untuk 6.225 KPM di Kota Banjar ini akan disalurkan setiap bulan selama satu tahun. Masing-masing KPM mendapatkan 5 kilogram,” kata Ade Uu Sukaesih, kepada awak media.

Baca Juga : Walikota Banjar Luncurkan Program Sembako dan Rastra Daerah

KPM di Kota Banjar Berkurang

Ia juga menjelaskan, jumlah penerima manfaat pada tahun ini berkurang dari tahun-tahun sebelumnya yang jumlahnya mencapai hampir 11-15 ribu KPM.

Terkait pendistribusian bantuan, pihak Bulog yang melakukannya melalui desa/kelurahan. Selanjutnya diberikan kepada para penerima manfaat.

“Untuk teknis pembagiannya melalui desa dan kelurahan masing-masing. Bantuan ini harus sampai pada penerima manfaat,” tandas Ade Uu Sukaesih.

Kualitas Jelas Langsung Diganti

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre Ciamis, Safaruddin, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengatakan, beras Rastra untuk 6.225 KPM merupakan beras kualitas medium plus. Sudah bersertifikasi sehingga layak untuk konsumsi.

Baca Juga : Sinergi dengan TNI, Tim Jaber Kota Banjar Bagikan Paket Sembako Kepada warga

Apabila memang dalam pelaksanaannya terdapat warga penerima bantuan mendapati kondisi beras sudah dalam keadaan tidak layak, bisa langsung melapor melalui RT/RW setempat. Sehingga pihaknya akan segera menggantinya.

“Barang yang kami terima itu ada ribuan karung. Jadi, jika ada beras yang kualitasnya jelek bisa melapor dalam 1×24 jam langsung kami ganti,” katanya.

Selain kualitas barang, lanjut Safaruddin, untuk pemenuhan stok beras bantuan ini, hampir 75 persen pihak Bulog mengutamakan suplai beras dari para petani lokal.

Selain itu, untuk menjaga kualitas beras, pihak Bulog juga melakukan verifikasi melalui uji standarisasi kelayakan setiap pasokan beras yang masuk.

“Kecuali persediaan beras dari petani lokal tidak memenuhi syarat, baru kita mengambil barang dari wilayah lain guna memenuhi suplai kebutuhan beras Rastra,” pungkasnya. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah