Reaktivasi Rel Kereta Api Banjar-Pangandaran Termahal di Indonesia

Reaktivasi Rel Kereta Api Banjar-Pangandaran Termahal di Indonesia
Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum memberikan keterangan kepada awak media seputar perkembangan reaktivasi rel kereta api Banjar-Pangandaran, Minggu (21/2/2021). Foto:Muhlisin/HR

Berita Banjar (harapanrakyat.com).- Sempat mengemuka dan tak terdengar kabarnya, perkembangan program reaktivasi pembangunan rel kereta api jalur Banjar-Pangandaran ternyata masih terus berlanjut.

Kabarnya, saat ini sedang dalam tahap persiapan proses lobi-lobi.

Bahkan, pembangunan jalur rel kereta api Banjar Pangandaran tersebut bakal menjadi pembangun rel kereta api termahal di Indonesia dengan perkiraan anggaran mencapai Rp 1 triliun lebih.

Kelanjutan reaktivasi rel kereta api Banjar-Pangandaran tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat H. Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri acara peringatan hari jadi Kota Banjar ke-18 di Gedung DPRD Kota Banjar, Minggu (21/2/2021).

“Perlu kami sampaikan saat ini Pemprov Jabar sedang berusaha merealisasikan pembangunan reaktivasi jalur KA Banjar-Pangandaran,” ujar Uu Ruzhanul Ulum kepada awak media.

Berdasarkan perhitungan, kata Uu Ruzhanul Ulum, pembangunan reaktivasi rel kereta api jalur Banjar-Pangandaran tersebut akan menghabiskan anggaran cukup besar sekitar Rp 1 triliun lebih.

Dana sebesar itu dengan rincian anggaran biaya yang dibutuhkan untuk setiap 1 kilometer pembangunan rel kereta api mencapai sekitar Rp 15 miliar/kilometernya.

Sedangkan panjang jarak rel kereta api Banjar-Pangandaran sekitar 80 kilometer.

Biaya untuk pembangunan reaktivasi rel kereta api jalur Banjar-Pangandaran itu sambung Uu Ruzhanul Ulum, memang cukup mahal namun hal itu menjadi tidak begitu berarti ketika melihat dampak positif yang akan masyarakat dapatkan.

“Biaya pembangunannya memang mahal. Tapi dampaknya juga lebih besar karena dapat meningkatkan laju ekonomi dan kesejahteraan warga masyarakat,” ujar orang nomor dua Jawa Barat tersebut.

Reaktivasi Rel Kereta Api Banjar-Pangandaran Wujudkan Objek Wisata Skala Internasional

Lebih lanjut Uu Ruzhanul Ulum menjelaskan, tujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuka akses jalur rel kereta api Banjar Pangandaran tersebut untuk mendukung objek wisata Pangandaran menjadi objek wisata skala internasional.

Selain itu Uu berharap, dengan reaktivasi jalur kereta api tersebut dapat meningkatkan dan menghidupkan pusat-pusat perekonomian yang ada di Kota Banjar.

Saat ini imbuhnya, selain menyiapkan infrastruktur reaktivasi proyek pembangunan tersebut pihak pemerintah provinsi juga tengah melakukan lobi-lobi agar pembangunan tersebut segera terealisasi.

“Sekarang masih dalam progres. Semoga saja pada periode kami ini bisa terwujud. Jalur kereta api Banjar-Pangandaran kembali beroperasi,” kata Ruzhanul Ulum.

Sementara itu, Wakil Walikota Banjar H. Nana Suryana berharap reaktivasi jalur kereta api Banjar-Pangandaran tersebut betul-betul berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kota Banjar.

Untuk itu, kata Nana, pemerintah provinsi juga harus melakukan terobosan misalnya dengan membuat stasiun khusus di Banjar yang akan mengangkut para penumpang atau wisatawan yang akan berkunjung ke Pangandaran.

Dengan begitu, akan tercipta keramaian sehingga nantinya dapat memunculkan peluang ekonomi baru bagi warga masyarakat yang ada di Banjar.

“Kami tentu ikut mendukung reaktivasi rel kereta api Banjar-Pangandaran itu. Tapi yang terpenting, pembangunan itu berdampak baik untuk masyarakat Kota Banjar,” katanya. (Muhlisin/R8/HR Online)

Editor: Jujang