Sebab-sebab Rasulullah Hijrah Mengajarkan Bahwa Sukses Butuh Usaha

Sebab-sebab Rasulullah Hijrah Mengajarkan Bahwa Sukses Butuh Usaha
Ilustrasi Sebab-sebab Rasulullah Hijrah. Foto: Ist/Net

Sebab-sebab Rasulullah hijrah merupakan suatu hal yang menjadikan Baginda Nabi Muhammad SAW berhijrah. Tak hanya satu sebab saja, tetapi karena terdapat banyak penyebab. Hijrah tersebut juga merupakan peristiwa penting bagi umat Islam.

Secara etimologi, hijrah berasal dari bahasa Arab “Hajaro-Yuhajiru-Muhajarot-wa Hijratan yang berarti meninggalkan. Namun secara bahasa, hijrah berarti seseorang yang berpindah dan meninggalkan suatu tempat untuk menuju tempat lainnya.

Peristiwa hijrah ini terjadi pada tahun 622 Masehi tanggal 26 Shafar atau lebih tepatnya 17 Juni. Saat itu Baginda Nabi SAW berkunjung ke Goa Tsur bersama Abu Bakar Ash Shiddiq. Beliau memberitahukan kepada khalifah pertama tersebut bahwa ia akan mengajaknya berhijrah tepat malam itu juga.

Peristiwa hijrah tersebut sudah terdapat dalam kitab Fatkhul Bari. Karena peristiwa tersebut, maka terjadilah penetapan sebagai awal hijriah.

Baca juga: Sejarah Perang Badar, Kemenangan Besar Umat Islam Melawan Kafir

Inilah Sebab-sebab Rasulullah Hijrah

Sebelum Kanjeng Muhammad SAW berhijrah ke Madinah, beliau telah berdakwah menyebarkan agama Islam di Kota Mekah. Awalnya Nabi Muhammad berdakwah secara sembunyi-sembunyi, kemudian turunlah firman Allah dalam Quran surat Al-Hijr ayat 94 yang menyuruh putra Siti Aminah ini untuk berdakwah secara terang-terangan.

Namun, sedari awal kaum Quraisy sudah membenci Muhammad, apalagi dengan ajarannya. Karena saat itu kaum Quraisy sudah terhipnotis dengan ajaran dari Abu Lahab yang merupakan paman Baginda SAW.

Abu Lahab mengajarkan mereka untuk menyembah berhala. Tentunya bukan tanpa sebab dan alasan mengapa Rasulullah SAW hijrah dari mekah ke Madinah.

Adanya Siksaan Kaum Quraisy Kepada Umat Islam

Sebelum berpindah ke Madinah, sebab-sebab Rasulullah hijrah adalah karena Beliau dan kaum pengikutnya seringkali mendapatkan dan mengalami cobaan dari siksaan kaum Quraisy yang sangat pedih. Hal ini tentunya membuat Baginda resah dan tidak tega dengan semua itu, padahal mereka telah bertahan selama 13 tahun.

Selain itu, kaum Quraisy juga sangat sering merampas hak kemerdekaan, harta dan benda yang mereka miliki, bahkan juga mengusirnya. Astaghfirullah.

Baca juga: Kisah Teladan Tentang Sedekah yang Nyata dan Menginspirasi

Wafatnya Khadijah dan Paman

Khadijah ialah istri sekaligus motivator untuk Kanjeng Nabi SAW. Ketika Khadijah meninggal, umat Islam juga semakin bertambah sedih. Hal tersebut terjadi pada tahun 619 Masehi.

Hanya selang beberapa hari kemudian, pamannya, Abu Thalib juga wafat. Hal ini menyebabkan Rasulullah sudah tidak lagi mempunyai pelindung, karena Abu Thalib yang telah senantiasa melindunginya. Kaum Quraisy semakin mempunyai peluang besar untuk melakukan tindakan yang tidak pantas dan semakin menjadi-jadi.

Kematian istri dan paman tersebut sering juga disebut sebagai tahun kesedihan atau Amul Huzni. Karena beliau-beliau telah meninggal dalam waktu satu tahun dan merupakan orang-orang terdekat Muhammad SAW. Tahun kesedihan itulah yang juga menjadi sebab-sebab Rasulullah hijrah ke Madinah.

Adanya Bai’at Dari Madinah

Pada tahun 621 Masehi, datanglah penduduk Madinah yang berjumlah 13 orang menemui Baginda Rasul SAW di Bukit Aqaba. Mereka melakukan ikrar guna memeluk agama yang haq sesuai ajaran Muhammad SAW, yakni Islam. Peristiwa tersebut memiliki nama sebagai Perjanjian Aqabah I.

Setahun kemudian atau tahun 622, datanglah 73 orang Madinah yang terdiri dari suku Khazraj dan Suku Aus. Tujuan awal mereka datang adalah untuk melakukan ibadah haji, namun mereka kemudian menjumpai Rasulullah dan mengajaknya agar mau berhijrah ke Madinah.

Mereka juga berjanji akan melindungi dan mempertahankan Rasul Muhammad. Mereka juga akan melindungi pengikutnya sama halnya mereka melindungi anak dan istrinya.

Peristiwa tersebut kerap kali disebut Perjanjian Aqabah II. Adanya perjanjian Aqabah I dan Aqabah II tersebut juga merupakan sebab-sebab Rasulullah hijrah menuju Madinah.

Baca juga: Kisah Abu Nawas, Penyair Islam Termasyhur di Masa Kejayaan Islam

Adanya Boikot Dari Kaum Quraisy

Sebab-sebab Rasulullah hijrah juga karena adanya pemboikotan dari kaum Quraisy. Kaum Quraisy memboikot Kanjeng Baginda Nabi SAW dan juga kaumnya. Mereka melarang untuk semua jenis perdagangan dan bisnis yang memiliki dukungan Rasulullah SAW.

Kaum Quraisy juga tidak mengizinkan adanya perkawinan dengan orang muslim. Lebih parahnya, mereka juga melarang keras untuk mempunyai pergaulan dengan orang-orang muslim. Mereka juga menuntut bahwa musuh Kanjeng Nabi Muhammad harus mempunyai dukungan dalam keadaan yang bagaimanapun.

Itulah sebab-sebab Rasulullah hijrah dari Mekah menuju ke Madinah. Sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam mengetahuinya sejarah suri tauladan kita semua. (R10/HR-Online)

Editor: Muhafid