Sejarah Perang Badar, Kemenangan Besar Umat Islam Melawan Kafir

Sejarah Perang Badar
Lukisan yang menggambarkan sejarah perang badar. Foto: Wikipedia

Sejarah perang badar merupakan dokumentasi kemenangan besar umat Islam melawan orang-orang bathil. Sejarah perang besar itu juga menjadi pelajaran besar untuk kita semua.

Dalam pertempuran tersebut Allah SWT. Menunjukan kebesarannya dan bahwa kemenangan hanya ada ketika berada di sisi-nya.

Tentang hal ini, terdapat dalam Al-Qur’an surat Ali-Imran ayat 123:

Sebagai buktinya, meskipun pada saat itu umat muslim hanya sedikit dan berbanding jauh dengan jumlah pasukan musuh, kemenangan tetap bisa diraih.

Tepat seperti maksud dari lafadz Adzillah yang maksudnya adalah jumlah pasukan kaum muslim yang lebih sedikit daripada musuhnya.

Musuh sebenarnya dari perang ini, seperti tercatat dalam sejarahnya adalah orang-orang musyrik kaum Quraisy dan menyekutukan tuhan yang maha esa.

Kemudian, pertempuran besar itu juga sebagai pemisah yang tegas antara kebenaran dan keburukan yang karena itu diberi nama Yaum Al-Furqan atau Hari Pembeda.

Baca juga: Peristiwa Besar Islam di Bulan Ramadhan, Patut Untuk Diketahui

Kilas Sejarah Perang Badar yang Menggetarkan

Seperti pada Namanya, pertempuran tersebut terletak di daerah yang bernama Badar, tempat ini adalah sebuah perkampungan yang lebih terkenal karena sebuah sumur.

Nama badar sendiri berasal dan merupakan nama seorang penggali sumur tersebut yang bernama lengkap Badar Ibnu Narain.

Di sinilah peristiwa besar tersebut terjadi pada hari Jum’at 17 Ramadhan tahun 2 Hijriah atau tepatnya Tanggal 13 Maret 624 masehi.

Perbedaan pasukan yang sangat jauh yaitu, 313 kaum muslimin dan 1000 dari pasukan kaum Quraisy tidak menghalangi kemenangan.

Seperti tertulis sebelumnya, bahwa Allah SWT. Memberikan pertolongan bagi umatnya, hal ini juga terdapat dalam QS. Ali-Imran ayat 124.

Di sini terlihat betapa pertolongan yang tuhan berikan sangat besar untuk membuktikan betapa kemusyrikan dan kebathilan harus benar-benar tegas perbedaannya serta harus binasa.

Baca juga: Sejarah Perang Pattimura, Perjuangan Rakyat Maluku Melawan Penjajah

Sebab dan Awal Mula Perang

Sejarah terjadinya perang badar bermula dari adanya peristiwa penjarahan harta benda kaum muslimin yang hijrah ke Maddinah Bersama Rasulullah SAW.

Ketika para sahabat Bersama umat muslim yang lain berhijrah dari Makkah ke Maddinah, mereka meninggalkan harta bendanya.

Harta itulah yang kemudian sedikit-demi sedikit orang-orang kafir Makkah ambil sampai akan mereka jual ke Syam yang salah satu pelakunya adalah kafilah dagang yang di pimpin oleh Abu Sufyan bin Harb.

Ketika rombongan kafilah dagang berjumlah 40 orang tersebut melakukan perjalanan pulang dari Syam setelah menjual barang hasil jarahan itu, Rasulullah SAW. Mendengar laporannya.

Oleh karena itu, Nabi beserta 313 pasukan muslim mencegatnya di dekat sumur milik Badar yang akhirnya menjadi nama derah tersebut dan nama peristiwa besar di sana.

Pencegatan tidak berjalan mulus karena Abu Sufyan mendengarnya, sehingga Ia meminta bantuan pasukan dari Makkah.

Oleh karenanya mereka mendapat bantuan sebanyak sekitar 950 orang, pencegatan pun berubah menjadi peperangan.

Dalam sejarahnya perang badar bermula dengan pertandingan orang-orang unggul dari dua belah pihak sebanyak 3 orang.

Dari pasukan Muslim Ali bin Abi Tholib, Hamzah bin Abdul Mutholib dan Ubaidah bin Harist dan lawannya Walid bin Utbah, Syaibah bin Robi’ah serta Utbah bin Robi’ah dari pasukan musuh.

Ketiga jagoan dari pasukan quraisy itu terbunuh sehingga terjadilah perang besar dalam sejarah perjuangan umat muslim.

Baca juga: Sayyidah Zainab Istri Rasulullah, Dermawan Bergelar Ummul Masakin

Berakhir dengan Kemenangan

Dalam sejarah perang badarterjadi secara singkat yaitu hanya dalam waktu 2 jam pasukan kaum muslimin berhasil mengalahkan barisan pertahanan utama musuhnya.

Sejak peperangan berlangsung, sebanyak 70 orang yang merupakan barisan pertahanan inti kaum Quraisy itu terbunuh.

Sehingga berakhir dengan kekacauan pada pasukan lainnya dan membuat mereka mundur dalam kekacauan itu.

Selain itu, sebanyak 70 orang pasukan musuh menjadi tawanan perang termasuk salah satunya sepupu Rasulullah SAW. Yang bernama Uqoil bin Abi Tholib.

Tawanan terbagi menjadi 2 kelompok yang hukumannya berbeda, untuk orang yang berharta harus menebus dengan uang untuk kemudian bisa bebas.

Sementara itu, untuk tawanan yang tidak mampu haru mengajarkan anak-anak dari umat muslim menulis dan membaca minimal 10 anak per orang.

Dari pasukan Nabi, terdapat 14 orang mati syahid dalam pertempuran termasuk di dalamnya Ubaidah bin Harist.

Di sinilah kemenangan gemilan umat Islam dapatkan Bersama pertolongan dari Allah SWT dengan memberikan bala bantuan para malaikat.

Sejarah perang badar ini pun akhirnya menjadi sebuah catatan dan pelajaran besar bagi umat islam bahwa kebenaran dan kebathilan memiliki perbedaan yang tegas dan jelas. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid