Rabu, Mei 25, 2022
BerandaBerita TerbaruStruktur Sel Eukariotik dan Fungsinya pada Makhluk Hidup

Struktur Sel Eukariotik dan Fungsinya pada Makhluk Hidup

Struktur sel eukariotik merupakan bagian yang ada pada makhluk hidup. Seluruh makhluk hidup pasti memiliki sel yang ada dalam tubuh. Dalam tubuh manusia terdapat sebuah organel yang memiliki bentuk, struktur, ukuran, dan fungsi yang berbeda.

Perlu kita ketahui bersama bahwa sel eukariotik memiliki inti sel yang terbungkus dalam membran. Sel tersebut bernama nukleus. Ini menunjukkan bahwa sel eukariotik adalah penyusun organisme makhluk hidup.

Adapun beberapa ciri yang paling menonjol pada sel ini, misalnya memiliki endomembran yang membungkus setiap organel penyusun sel. Hal yang lebih menarik bahwa sel ini memiliki struktur yang lebih kompleks daripada sel prokariotik.

Mengenal Struktur Sel Eukariotik yang Kompleks

Berikut adalah pembahasan mengenai struktur lengkapnya:

Membran Sel (Membran Plasma)

Sel eukariotik memiliki membran sel yang merupakan sebuah lapisan tipis. Biasanya ketebalannya hanya 8 nm. Membran sel memiliki tugas sebagai pembatas bagi isi sel dan sekitarnya.

Membran sel memiliki fungsi untuk mengontrol zat yang keluar dan masuk. Mampu melindungi isi sel agar tetap dalam porosnya. Lalu menerima rangsangan atau bisa sebagai reseptor dari luar.

Baca Juga: Struktur Sel Prokariotik, Makhluk Hidup yang Tidak Memiliki Membran Inti

Nukleus (Inti Sel)

Adapun nukleus yang mana ini merupakan bagian penting dalam tubuh. Terdapat beberapa lubang yang berfungsi untuk mengatur keluar masuknya makromolekul. Tujuannya agar tidak terlalu berlebihan ataupun kekurangan.

Struktur sel eukariotik ini memiliki fungsi untuk mengontrol jalannya protein. Berfungsi sebagai pengendalian metabolisme sel dan menyimpan informasi DNA. Tak lupa juga berfungsi untuk tempat penggandaan DNA atau replikasi.

Sitoplasma

Yang mana merupakan cairan sel yang ada dalam sel. Sitoplasma berbentuk seperti cairan koloid dengan homogen yang jernih.

Selain itu, juga berfungsi sebagai penyebab adanya pergerakan organel sel. Sitoplasma bisa menjadi tempat untuk metabolisme sel serta bisa menyimpan molekul organik.

Ribosom

Adapun struktur sel eukariotik yang berupa ribosom. Bentuknya adalah butiran kecil yang memiliki diameter 20-22 nm. Ribosom ini terbagi dalam dua jenis sebagai berikut:

  1. Ribosom bebas yang memiliki fungsi sebagai sitosol dalam mensintesis protein. Hal ini hampir sama dengan enzim metabolisme.
  2. Ribosom terikat yang memiliki fungsi untuk mensintesis protein dalam membran RE. Hal ini juga termasuk dalam sekresi protein dan pembungkus pada organ tertentu. Misalnya pembungkus organ seperti lisosom.

Retikulum Endoplasma (RE)

Membran RE juga termasuk struktur sel eukariotik yang berhubungan langsung dengan inti sel. Meliputi bagian besar dari membran dalam sel.

RE tersusun dari beberapa jaring tubula dan gelembung sisterna. Retikulum endoplasma juga terbagi dalam dua bagian, yaitu:

  1. RE halus yang tidak memiliki granula. Permukaan RE tidak ada tempelan berupa ribosom. Memiliki fungsi dalam proses sintesis protein lipid, metabolisme karbohidrat, dan menetralkan racun.
  2. RE kasar yang mana memiliki sebuah granula. Pada permukaannya terdapat ribosom. Memiliki fungsi untuk membentuk fosfolipid pada membran dan sintesis protein sekretori.

Plastida

Merupakan struktur sel eukariotik yang memiliki membran ganda. Fungsi dari plastida adalah membantu proses fotosintesis serta juga erat kaitannya dengan penyerbukan dan penyebaran biji.

Baca Juga: Fungsi Ribosom pada Sel Tumbuhan, Pengertian, Ciri-Ciri dan Strukturnya

Vakuola

Adapun vakuola yang juga merupakan bagian dari organel sel hewan dan tumbuhan. Fungsi vakuola untuk osmoregulator yang bisa mengatur nilai osmotik suatu sel. Selain itu, juga berfungsi untuk mencerna makanan.

Sentrosom dan Sentriol

Ada juga sentriol dan sentrosom yang memiliki fungsi untuk mengatur dan melampirkan membran plasma ke tubuh basal. Sentrosom bekerja pada pusat produksi mikrotubulus dan struktur filamen.

Sitoskeleton

Merupakan jaring berkas protein yang menyusun sitoplasma dalam sel. Dengan adanya sitoskeleton, maka sel bisa berubah bentuk. Memiliki fungsi untuk memberikan mekanik pada sel.

Struktur sel eukariotik yang satu ini juga bisa membantu gerakan substansi pada satu bagian sel ke bagian yang lain. Tak lupa sitoskeleton juga bisa sebagai kerangka sel.

Dinding Sel

Struktur yang terakhir ini merupakan tembok sel. Yang letaknya di luar membran plasma dan membatasi antara ruang bagi sel untuk membesar.

Ciri khasnya adalah hanya dimiliki oleh tumbuhan, jamur, bakteri, dan alga. Fungsinya adalah membuat agar sel tidak dapat bergerak. Dengan begitu sel bisa berkembang secara bebas.

Itulah beberapa struktur sel eukariotik pada makhluk hidup. Yang masing-masing memiliki tugas dan fungsi untuk keberlangsungan hidup. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -