Sungai Emas Aktif Amazon Terlihat dari ISS Ungkap Fakta Sebenarnya

Sungai Emas Aktif Amazon
Ilustrasi Sungai Emas Aktif Amazon. Foto: Ist/Net

Sungai emas aktif Amazon diperoleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) belum lama ini. Foto yang NASA peroleh tersebut menunjukkan suatu pemandangan yang indah dalam ruang hampa. 

Bahkan, pemandangan tersebut berhasil mereka tangkap ketika menerima cahaya matahari serta mendapatkan pengaruh yang baik dari kondisi cuaca yang cerah.

Lebih menarik lagi jika terlihat dari ISS atau International Space Station, sungai itu seperti aliran sungai yang penuh dengan emas murni.

Temuan Pemandangan Sungai Emas Aktif Amazon

Melansir Live Science, NASA kembali memperoleh satu temuan baru yang belum lama ini menghebohkan. Heboh karena memang sangat indah. Pemandangan tersebut bukan planet atau aurora, melainkan penemuan sungai emas mengalir Amazon.

Foto yang telah NASA abadikan tersebut terlihat seperti aliran sungai emas. Akan tetapi, siapa yang sangka jika pancaran cahaya yang bagaikan aliran sungai emas tersebut berubah menjadi kanal air biasa.

Dari pemandangan tersebut hanya mereka temukan lubang pencari emas dengan isi tanah beracun. Lalu, matahari kemudian hadir ke dalam lubang serta melompat membentuk sungai dalam hutan Amazon layaknya emas yang mengalir.

Menurut Lab Bumi milik NASA, tiap kolam terang merupakan lubang dalam mencari emas. Hal tersebut kemungkinan telah terganti oleh penambang independen dalam mencari harta karun zaman Amazon kuno. Sungai emas aktif Amazon tersebut telah astronot NASA foto melalui Stasiun Luar Angkasa Internasional.

“Setiap lubang yang dikelilingi vegetasi serta mengikuti aliran sungai kuno tersebut menyimpan sedimen, termasuk emas,” ucap Justin Wilkinson. Ia adalah penulis Earth Labs.

Baca Juga: Fakta Fosil Kura-Kura Raksasa di Benua Amerika Selatan

Berada dalam Kawasan Peru

Telah terungkap bahwa sungai emas aktif Amazon yang mereka tunjukkan tersebut termasuk dalam wilayah negara bagian Madre de Dios, Peru, yang merupakan akibat penambangan emas.

Peru ialah negara dengan hasil ekspor emas paling banyak, serta Madre de Dios adalah kawasan untuk tempat industri air besar yang beroperasi tanpa izin sampai mempekerjakan ribuan penambang. Kawasan tersebut mempunyai keanekaragaman hayati tinggi serta industri ekstraktif.

Hal tersebut mengakibatkan deforestasi besar-besaran serta kerusakan habitat yang penting bagi populasi satwa liar. Pertambangan emas yang terlihat seperti sungai emas aktif Amazon dari stasiun luar angkasa itu, telah meracuni masyarakat kawasan tersebut.

Karena penambangan-penambangan ini memakai merkuri dengan jumlah berton-ton dalam mengekstraksi komoditas yang sangat berharga tersebut.

Lalu, para ilmuwan juga mengungkapkan sebagian besar merkuri tersebut telah dilepaskan ke sungai atau atmosfer. Lubang-lubang yang menjadi tempat para penambang untuk mencari emas terlihat sebagai ratusan cekungan yang isinya air.

NASA pun menjelaskan jika sungai tersebut yang awalnya penuh lumpur sebagai tempat vegetasi, telah menghilang. Penambang-penambang telah mengikuti rute sungai kuno tempat sedimen, termasuk mineral, yang mengendap.

Dalam beberapa wilayah, yang juga merupakan rumah untuk sejumlah spesies termasuk jaguar, monyet, serta kupu-kupu, telah para ilmuwan percayai jika penambangan liar yang menjadi penyebab utama adanya deforestasi. Bahkan, terlihat seperti sungai emas aktif Amazon dari antariksa.

Baca Juga: Temuan Fosil Stupendemys Geographicus, Kura-kura Raksasa Bertanduk

Fakta yang Terungkap

Pada bulan Januari 2019, terdapat studi yang mengungkapkan adanya pertambangan emas dengan menghancurkan sekitar 22.930 hektar wilayah hutan hujan Amazon, Peru di tahun 2018. Fakta tersebut terungkap dari organisasi Monitoring of the Andean Amazon Project.

Kemudian, karena dukungan kenaikan harga emas, maka masyarakat lokal yang miskin melihat peluang untuk mendapatkan uang dari pertambangan. Tahun 2012, telah ada perkiraan jika terdapat 30.000 penambang dalam skala yang kecil bekerja pada kawasan subur tersebut.

Pada bagian lain Peru, yakni La Pampa, demam akan emas pun berlangsung hampir satu dekade hingga akhirnya berhenti oleh pemerintah tahun 2019. Bahkan saat itu, sekitar 5.000 penambang yang terusir.

Temuan atau penglihatan sungai dari Stasiun Luar Angkasa Internasional oleh astronot NASA ini menjadi salah satu bukti kegiatan penambangan tersebut.

Meskipun demikian, akan tetap terlihat menakjubkan saat sungai emas aktif Amazon tersebut mendapatkan paparan sinar matahari dengan dukungan cuaca yang bersih. Dengan demikian, foto yang ilmuwan abadikan ini menjadi salah satu temuan yang baru dan menakjubkan jika terlihat dari ruang hampa. (R10/HR Online)

Editor: Jujang