Camat Banjarsari Ciamis Ajak Warga Taat Protokol Kesehatan

Camat Banjarsari Ciamis Ajak Warga Taat Protokol Kesehatan
Camat Banjarsari, Dedi Iwa Saputra, mengajak warga selalu taat protokol kesehatan. Foto : Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Camat Banjarsari, Dedi Iwa Saputra, mengajak warga selalu taat protokol kesehatan, dan menjalankan 3M dalam kehidupan sehari hari.

Pasalnya, kasus positif Covid-19 di wilayah Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terus mengalami lonjakan.

“Lonjakan kasus Covid-19 membuat kami prihatin. Untuk itulah perlunya kerjasama semua pihak, untuk terus memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan,” kata Dedi kepada HR Online, Jumat (26/2/2021).

“Masyarakat juga harus bisa taat anjuran pemerintah akan protokol kesehatan. Supaya, penularan virus Corona ini tidak terus melonjak,” imbuhnya.

Menurut Dedi, klaster hajatan saat ini yang menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus positif di wilayah Kecamatan Banjarsari.

“Aturan itu sudah jelas, yang namanya hajatan harus menempuh prosedur protokol kesehatan yang berlaku,” ucapnya.

Lebih lanjut Dedi mencontohkan, dalam hajatan harus ada pembatasan tamu undangan. Sebab, dalam aturan hanya mengizinkan tamu undangan 25 persen, dari kapasitas lokasi atau blandongan.

Namun dalam kenyataan, para panitia inilah yang selalu melanggarnya. Padahal, dalam pengajuannya, panitia atau yang punya hajat rata-rata menyanggupi dengan semua syarat.

“Seperti mengatur pintu keluar masuk, menyiapkan tempat duduk sebesar 25 persen, pengadaan hand sanitizer, tempat cuci tangan, serta kesediaan masker. Namun, kenyataannya mereka selalu membohongi aturan itu,” tukasnya.

Oleh karena itu, pihaknya tak henti-hentinya mengajak kerjasama yang baik antar semua lini. “Tingkat kesadaran juga harus lebih ditingkatkan. Hal itu demi menekan terjadinya penyebaran virus,” ujarnya.

Sementara dalam Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, lanjut Dedi, masih terjadi kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan taat pada protokol kesehatan. Sehingga, menjadi pekerjaan rumah besar yang harus kita selesaikan.

“Banjarsari ini kulturnya sangat berbeda. Selain masyarakat biasa, tokohnya juga masih banyak yang mengabaikan. Sehingga tidak salah jika tingkat kesadarannya sangat minim. Untuk itu, kita benar-benar dituntut agar tingkat kesadaran masyarakat bisa sedikit berubah,” pungkasnya. (Suherman/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto