Tanggul Cilisung Pangandaran Jebol, 1 M Disiapkan untuk Atasi Banjir

Tanggul Cilisung Pangandaran
Reses Anggota DPRD Pangandaran membahas permasalahan banjir akibat jebolnya tanggul Cilisung. Foto: Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Pemerintah Daerah melalui Bappeda, Dinas PU bidang PSDA, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran akan bekerjasama untuk mengatasi permasalahan banjir dan jebolnya tanggul Cilisung Sungai Apoor. 

Akibat tanggul jebol, air meluap hingga Rawa Ciilat di Dusun Karangtengah, Desa Maruyungsari, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Sehingga banjir menggenangi hektaran sawah di tiga desa di Kecamatan Padaherang.

Kasi PSDA Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Pangandaran Indra Gunawan meminta BBWS mengecek masalah pintu klep otomatis dan manual di wilayah sungai Ciseel.

Pintu air di Sungai Ciseel tersebut disinyalir berkaitan dengan meluapnya sungai Apoor yang menyebabkan banjir. Apalagi pintu air dan salurannya sudah puluhan tahun tidak diperbaiki.

“Permasalahan tanggul Cilisung yang jebol itu juga karena aspek dari masyarakat atau petani yang ingin mengambil air dengan cara membuat gorong-gorong dari tanggul Cilisung,” kata Indra Gunawan usai mengikuti Reses Anggota Dewan di aula Desa Maruyungsari, Rabu (24/2/2021).

Dana Rp 1 M untuk Antisipasi Banjir Akibat Jebolnya Tanggul Cilisung Pangandaran

Lebih lanjut Indra Gunawan menambahkan, pihaknya sudah mengantisipasi dari tahun sebelumnya agar bisa menangani permasalahan tersebut. Rencananya sumber anggaran Bankeu dari Provinsi Jabar sebesar Rp 1 miliar tahun 2021 sudah dipersiapkan untuk mengatasi banjir.

“Bersumber dari anggaran PEN (pemulihan ekonomi nasional) untuk tanggul Cilisung di wilayah Karangtengah, Desa Maruyungsari. Anggaran tersebut untuk beberapa titik tanggul yang kritis di tiga titik. Yakni di Kertajaya, Maruyungsari, dan Cilisung hilir sampai hulu,” jelas Indra.

Selain itu, di Desa Maruyungsari ada 3 titik tanggul yang akan dibangun yakni di Mekarsari dengan anggaran Rp 500 juta. Lalu di Dusun Anggaraksan Rp 500 juta dan tanggul Cilisung Karangtengah Rp 1 miliar.

“Anggaran untuk yang bermasalah lainnya seperti saluran pembuang di Mangunjaya, Cihideung (Ciganjeng), Kedung Palungpung sudah kita usulkan. Tinggal menunggu kepastian, mudah-mudahan bisa terealisasi tahun ini,” kata Indra.

Sementara Kasi Perbenihan dan Perlindungan Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran, Restu mengatakan, permasalahan banjir akibat tanggul Cilisung jebol cukup ditangani oleh instansi di daerah saja. Namun perlu ada campur tangan dari pemerintah pusat.

“Kami mungkin dari sisi kerawanan pangan. Karena di situ ada kehilangan produksi pertanian, maka perlu segera dipulihkan kembali. Kami juga akan Jalan Usaha Tani di 4 lokasi,” katanya. (Madlani/R7/HR-Online)

Editor: Ndu