Tradisi Berburu Harendong dan Cecendet di Pangandaran Tinggal Kenangan

Harendong dan Cecendet Pangandaran
Seorang anak di Pangandaran, Jawa Barat, memegang daun harendong. Foto: Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Buah harendong dan cecendet punya sejarah manis dengan anak-anak di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Anak-anak di perkampungan kerap berburu buah harendong dan cecendet. Orang tua mereka sengaja membawa anak-anaknya ke kebun. Para orang tua ini memperkenalkan berbagai tanaman yang ada di kebun kepada anak-anaknya.

Sayangnya tradisi berburu buah harendong dan cecendet di Kabupaten Pangandaran ini hanya tinggal kenangan. Tidak ada lagi anak-anak yang berburu buah tersebut sambil bermain sepulang sekolah.

Aki Uwen, salah seorang petani di Pangandaran, mengenang saat dirinya berburu buah harendong dan cecendet dan membandingkannya dengan anak-anak sekarang.

“Beda dengan anak zaman sekarang. Mereka lebih suka bermain game sama nonton TV. Anak sekarang mana tahu buah harendong dan cecendet,” katanya, Jumat (19/2/2021).

Menurut Ki Uwen, buah harendong punya rasa khas. Saat memakannya, siap-siap saja warna lidah berubah jadi biru kehitam-hitaman. Sedangkan, buah cecendet ketika dimakan akan terasa manis, apabila sudah matang.

“Dulu buah harendong dan cecendet itu jadi cemilan. Bukan hanya anak-anak yang memakannya, orang tua juga ikut memakan buah-buah ini saat di kebun,” jelasnya.

Selain buahnya jadi cemilan, lanjut Ki Uwen, daun harendong dan cecendet juga bisa dijadikan jamu herbal yang baik untuk kesehatan.

“Kalau daun harendong itu bisa jadi ‘coel’ sambal. Kalau tangkai sama daun cecendet biasa direbus dan dijadikan jamu,” ungkapnya.

Dikutip dari berbagai sumber, tanaman seperti harendong dan cecendet memang memiliki khasiat untuk kesehatan. 

Daun harendong, misalnya, dipercaya bisa jadi obat diare karena memiliki kandungan zat penghambat kuman. Selain itu, daun harendong juga kerap dijadikan pereda mimisan.

Bagi wanita, daun harendong sering direbus dan dicampur dengan jahe lalu airnya diminum dua kali sehari. Manfaatnya sebagai pencegah keputihan yang kerap terjadi pada wanita.

Sementara cecendet atau juga dikenal dengan nama ciplukan memiliki kandungan antioksidan tinggi. Buah ini dipercaya mampu mengatasi hepatitis, malaria, rematik, hingga asma. (Ceng2/R7/HR-Online)

Editor: Ndu