Anemia Sel Sabit, Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mendiagnosisnya!

Anemia Sel Sabit, Ketahui Penyebab, Gejala dan Cara Mendiagnosisnya!
Ilustrasi anemia sel sabit. Foto: Ist/Net

Anemia sel sabit merupakan kelainan genetik pada sel darah merah yang tidak normal. Sehingga menimbulkan pasokan darah pada pembuluh berkurang. Kondisi tersebut karena kekurangan hemoglobin. Biasanya lebih sering terjadi pada anak-anak dan bayi usia 6 bulan.

Mengenal Anemia Sel Sabit

Seseorang dengan kondisi normal, bentuk sel darah merah yaitu lentur dan bundar. Sehingga akan lebih mudah bergerak pada pembuluh darah.

Namun, pada penderita sel sabit, sel darah merah ini berbentuk seperti sabit dengan tekstur yang kaku dan lengket. Sehingga akan lebih mudah menempel pada pembuluh darah. Lalu membuat oksigen terhambat dan menimbulkan rasa nyeri.

Penderita anemia seperti ini sangat berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya, sel darah merah adalah kunci utama untuk memperoleh pasokan oksigen, yaitu menunjang cara kerja sel yang ada dalam tubuh manusia.

Baca Juga : Olahraga untuk Penderita Anemia, Gunakan Tips Ini untuk Tetap Aman

Penyebab

Anemia sel sabit terjadi karena kekurangan sel darah merah. Bisa terjadi karena ada kerusakan genetik untuk membentuk hemoglobin dalam darah.

Hemoglobin merupakan sumber protein sel darah merah. Berperan membawa oksigen dari dalam paru-paru untuk menuju ke seluruh anggota tubuh. Kerusakan pada gen akan menyebabkan hemoglobin bercampur dengan zat besi.

Ketika bayi memiliki penyakit seperti ini, akan membuat sel darah merah menjadi lebih lengket, kaku, dan cacat. Biasanya bayi yang sering mengalami kondisi seperti ini, terdapat dua gen berupa sel sabit dari orangtuanya.

Gejala yang Ditimbulkan

Umumnya, penyakit anemia sel sabit bisa muncul saat usia bayi 4 bulan. Akan tetapi, bisa terlihat lebih jelas setelah usianya menginjak 6 bulan. Bahkan gejala yang ditimbulkan juga berbeda-beda.

Gejala yang paling umum adalah kekurangan hemoglobin pada sel darah merah. Sehingga bisa menimbulkan pucat, pusing, lemas, jantung berdebar, dan mudah lelah. Biasanya anak-anak akan ditandai dengan organ limpa yang terlihat semakin membesar.

Selain itu, penderita juga akan mengalami rasa nyeri akibat kekurangan hemoglobin dalam tubuh. Rasa nyeri bisa muncul ketika sel darah merah berbentuk sabit tersebut menempel pada pembuluh darah. Sehingga menyebabkan aliran darah terhambat dan terjadi rasa nyeri.

Baca Juga : Dampak Virus Corona Bisa Sebabkan Penyumbatan Pembuluh Darah

Mudah Sakit

Penderita anemia sel sabit ini biasanya akan cenderung terkena penyakit. Karena bentuk sel darah merah pada penderita tidak beraturan. Sehingga membuat kinerja organ limpa akan semakin berat.

Organ tersebut nantinya akan kehilangan fungsi utama, yaitu tidak mampu mempertahankan kondisi tubuh dari berbagai macam serangan yang bisa menyebabkan penyakit. Hal inilah yang membuat penderita lebih rentan terkena penyakit.

Komplikasi

Kelainan pada bentuk bisa menyebabkan sel darah merah lebih sulit untuk bergerak. Sehingga sel darah merah ini bisa memperlambat aliran oksigen dan darah ke seluruh anggota tubuh.

Kondisi seperti ini bisa memicu kerusakan pada organ-organ dan jaringan lain. Bahkan kasus yang paling parah dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Bayi yang mengalami anemia sel sabit, ditandai adanya pembekakan bagian kaki dan lengan. Lalu akan mengalami penurunan berat badan pada bayi. Selain itu, sumsum pada tulang bayi akan berhenti untuk memproduksi sel darah merah.

Baca Juga : Manfaat Buah Pisang untuk Kesehatan Tubuh, Otak dan Darah

Diagnosis

Tips mendiagnosis penyakit sel sabit memang berbeda seperti mendiagnosis anemia biasa. Biasanya dokter akan mendiagnosis sel sabit dari catatan medis pada pemeriksaan anggota keluarga dan bayi.

Selain itu, dokter juga akan melakukan tes darah supaya bisa melihat mutasi hemoglobin dan sel sabit. Biasanya bayi akan terdiagnosis sejak awal apabila segera melakukan tes darah.

Penyakit anemia sel sabit dapat didiagnosis sebelum bayi lahir. Caranya dengan mengambil sampel dari cairan ketuban dalam rahim ibunya. Hal ini bertujuan supaya bisa mencari gen sel sabit tersebut.

Apabila anda dan pasangan telah mendiagnosis mengalami penyakit ini, sebaiknya tanyakan pada dokter. Anda bisa meminta rujukan ke konselor genetik yang bisa membantu anda untuk memahaminya.

Pengobatan

Apabila si kecil mengalami sakit yang berlebihan, dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit. Untuk mengobati penyakit ini, biasanya memerlukan pengobatan seumur hidupnya. Penanganan ini bertujuan supaya bisa mencegah kekambuhan dari sel sabit dan meredakan gejalanya.

Selain itu, juga bisa melakukan perubahan pola gaya hidup untuk mengatasi anemia sel sabit supaya tidak bertambah parah. Caranya seperti rajin berolahraga, minum air putih yang banyak, dan melakukan imunisasi pada bayi. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah