Angka Kasus DBD di Ciamis Selama 2 Bulan Menurun

angka kasus DBD
Kepala Bidang P2P Dinkes Ciamis, dr. Bayu. Foto: Eli/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Dinkes Ciamis mencatat sejak Januari-Februari 2021 angka kasus DBD cenderung menurun daripada tahun sebelumnya.

Menurut Kepala Bidang P2P Dinkes Ciamis, dr. Bayu, dalam waktu 2 bulan ini ada sekitar 20 kasus DBD. Jumlah tersebut lebih sedikit dari tahun sebelumnya yang mana kasusnya sangat tinggi yang mana mencapai 100 orang.

“Tiap kecamatan pasti ada, hanya saja jumlahnya sedikit, paling satu atau dua kasus saja. Sedangkan sekarang hanya di sembilan daerah endemi,” ujarnya, Senin (22/3/2021).

baca juga: Akibat Hujan, Tebing Jalan di Cinutug Ciamis Ambruk

Dari sembilan daerah tersebut, kata Bayu, yang mengalami peningkatan signifikan kasus DBD hanya di daerah kecamatan Panumbangan, Ciamis dan Kawali.

Sementara daerah lainnya seperti Banjarsari, Rajadaesa, Sindangkasih, Cikoneng, Cipaku dan Cijengjing masih terbilang aman walaupun ada kasus.

“Untuk tiga Kecamatan tersebut memang jumah kasus DBD tiap tahun terus ada dan menjadi daerah endemik DBD. Hal tersebut karena daerahnya mengalami peningkatan jumlah penduduk yang berdampak sebaran DBD akan sangat cepat,” jelasnya.

Bayu melanjutkan, DBD memang menjadi kasus setiap daerah yang ada di Jawa Barat khususnya, namun setiap daerah memiliki cara tersendiri dalam melakukan penanganan sehingga bisa menekan jumlah kasus.

Namun, kalau melihat pada tahun-tahun sebelumnya ternyata Kabupaten Ciamis memiliki siklus tiga tahunan, dari mulai 2014, 2017 dan 2020.

Di tahun tersebut angka kasus DBD sangat tinggi jumlahnya hingga ribuan sampai terjadi angka kematian dan menyebabkan KLB.

Program Jumantik

Penurunan kasus tahun ini, berkat program satu rumah satu jumantik yang sangat efektif dalam memberantas sarang nyamuk, sehingga pihaknya mengajak jangan kendor untuk terus melakukan penanganan DBD.

Sebab, kata dia, penyebaran DBD yang paling cepat cenderung di daerah perkotaan yang padat penduduk.

Maka pihaknya mengajak kepada seluruh warga untuk terus melakukan pembersihan lingkungan.

“Agar kelanjutan siklus nyamuk DBD bisa kita cegah, maka pemberantasan terhadap jentik nyamuk dengan begitu penyebaran tidak akan terus berlanjut karena jentiknya mati sebelum berkembang menjadi nyamuk dewasa,” katanya.

Bayu menambahkan, tempat-tempat di rumah harus terus dipantau, yaitu bak air, talang air, pot bunga, dispenser, wadah air tempat minum burung dan lainya.

“Jika ada jentik nyamuk, maka segera musnahkan. Ini sebagai cara memutus perkembangan nyamuk dan menurunkan angka kasus DBD,” pungkasnya. (Es/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid