Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita TerbaruApa Penyakit Mata Glaukoma Bisa Sembuh Total?

Apa Penyakit Mata Glaukoma Bisa Sembuh Total?

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),- Apa Penyakit Mata Glaukoma Bisa Sembuh Total? Mata merupakan jendela penglihatan, oleh karena itu sebagai bagian tubuh yang cukup penting kesehatan mata harus kita jaga.

Struktur organ mata ini cukup rumit, mata memiliki sebuah sistem aliran cairan mata atau dalam bahasa medis Aqueous Humour.

Sistem aliran mata ini bermuara menuju pembuluh darah. Sebenarnya fungsi dari cairan mata ini adalah menjaga bentuk bola mata, membersihkan kotoran yang ada pada mata, dan memberikan nutrisi untuk mata.

Namun jika kita tidak pandai menjaga kesehatan mata dapat terjadi gangguan pada sistem aliran mata ini. Jika terjadi gangguan sistem aliran mata, cairan mata ini dapat menyebabkan penimbunan aliran kemudian terjadilah tekanan terhadal bola mata.

Glaukoma namanya, yakni penyakit yang muncul akibat oleh meningkatnya tekanan yang ada pada bola mata. Penderita penyakit ini umumnya akan merasakan gejala gangguan penglihatan seperti nyeri pada mata sampai dengan sakit kepala.

Yang paling parah, penyakit ini dapat menyebabkan kebutaan.

Berdasarkan data WHO pada tahun 2010, terdapat sebanyak 39 juta penderita kebutaan di dunia dan 32 persennya karena penyakit ini.

Penyakit ini sering terjadi karena adanya cidera akibat obat kimia yang masuk ke mata, adanya infeksi dan peradangan pada mata, dan juga penyumbatan pada pembuluh darah.

Gejala dari penyakit ini umumnya berawal dari penglihatan yang mulai kabur, ketika melihat ke arah cahaya yang terang terdapat lingkaran menyerupai pelangi, tidak melihat sudut, dan terjadi seperti kelainan pada pupil mata seperti ukuran pupil mata yang tidak sama antara mata kanan dengan mata kiri.

Pencegahan Glaukoma

Meskipun penyakit Glaukoma ini umumnya terjadi pada orang dengan usia lanjut sekitar 60 tahun ke atas. Namun tidak menutup kemungkinan orang dengan usia yang muda akan terkena penyakit ini. Mengingat penyakit ini dapat turun dari orang tua ke anak.

Sejumlah pencegahan dapat anda lakukan jika tidak ingin terjadi penyakit ini pada diri anda, berikut caranya:

Lakukan Pemeriksaan Dilatasi Mata Secara Teratur

Dengan melakukan pemeriksaan mata secara teratur dan berkala dapat membantu untuk mendeteksi risiko Glaukoma sejak awal.

Akademik Optic Amerika juga merekomendasikan untuk memeriksakan mata setiap 5 hingga 10 tahun sekali jika berusia 40 hingga 54 tahun.

Setiap 1 hingga 3 tahun jika sudah berusia 54 sampai dengan 64 tahun. Dan setahun 2 kali pemeriksaan jika sudah berusia di atas 65 tahun.

Pemeriksaan ini harus anda perhatikan, terlebih jika terdapat keluarga yang memiliki riwayat penyakit Glaukoma.

Ketahui Riwayat Kesehatan Mata Keluarga

Penyakit Glaukoma ini adalah penyakit yang dapat turun dalam keluarga. Oleh sebab itu setiap orang harus memeriksa riwayat penyakit pada keluarga agar bisa melakukan pemeriksaan skrining.

Berolahraga Ringan dan Aman

Beberapa penyakit memang dapat kita cegah dengan berolahraga agar tubuh menjadi lebih sehat.

Dengan berolahraga penyakit Glaukoma ini juga dapat kita cegah, tentunya dengan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahli agar olahraga dapat tepat sasaran.

Gunakan Pelindung Mata

Dalam beberapa kasus Glaukoma ini bisa karena oleh adanya cidera mata yang cukup serius.

Oleh karena di beberapa kondisi anda perlu menggunakan pelindung mata untuk melindungi mata dari adanya bahaya cedera.

Konsumsi Makanan Sehat

Tak sedikit juga penyakit yang karena makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

Oleh karenanya, untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini kita memerlukan asupan makanan yang sehat untuk mata.

Upayakan untuk memakan makanan yang mengandung selenium dan antioksidan vitamin C, E, dan Vitamin A.

Kurangi Konsumsi Kafein yang Berlebihan

Minuman yang memiliki kandungan kafein dalam jumlah besar dapat meningkatkan tekanan pada mata.

Kafein ini dapat menurunkan kantuk mempengaruhi saraf mata, sehingga adanya pengaruh terhadap saraf mata dan bisa menyebabkan risiko Glaukoma.

Membiasakan Tidur dengan Posisi Kepala Terangkat

Posisi tidur juga dapat mempengaruhi kesehatan mata, cobalah kebiasaan tidur dengan kepala yang sedikit terangkat setidaknya setinggi 20 derajat.

Hal ini mampu mengurangi tekanan pada mata.

Biaya Operasi Glaukoma

Risiko terburuk dari penyakit ini yaitu kebutaan. Ketika Glaukoma sudah sangat mengganggu penglihatan maka anda harus segera ke dokter.

Biasanya, menjalani proses operasi adalah salah satu jalan untuk menghindari risiko kebutaan.

Terdapat sejumlah jenis operasi Glaukoma, seperti operasi Sayatan, Drainase Implan, dan juga Operasi Laser dengan biaya yang variatif.

Biaya dari operasi penyakit lumayan tidak murah sebab mata merupakan organ tubuh yang komponennya sangat sulit.

Setiap penderita Glaukoma yang hendak melakukan operasi setidaknya perlu mempersiapkan biaya sebanyak 4-15 juta.

Harga operasi ini dapat berubah tergantung pada rumah sakit tempat penderita akan menjalani operasi dan juga jenis tindakan medis yang diperlukan oleh penderita.

Obat Mata Glaukoma

Penderita glaukoma bisa mengonsumsi obat untuk mencegah kerusakan mata berlanjut.

Dengan adanya yang pengobatan yang tepat, mampu menghambat atau mencegah kebutaan yang terjadi akibatkan Glaukoma.

Obat untuk Glaukoma beserta efek sampingnya dapat dilihat dibawah ini:

Obat Analog Prostaglandin

Analog Prostaglandin memiliki kandungan bahan aktif Xalatan atau Latanoprost, Lumigan atau Bimatoprost, Travatan Z atau Travoprost, Vyzulta atau LatanoProstene Bunod, dan Zioptan atau Tafluprost.

Cara kerja obat ini adalah dengan merangsang aliran cairan dari mata agar bisa keluar dengan lancar.

Efek samping dari obat ini yaitu penderita akan mengalami perubahan warna iris, perubahan warna kulit kelopak mata, pandangan sedikit kabur, perih di mata, kemerahan, dan juga sedikit terasa gatal.

Obat Beta Blocker

Beta Blocker ini adalah obat tetes mata yang berisi kandungan Timolol dan Betaxolol. Cara kerja dari obat ini yaitu menurunkan produksi cairan dan mengurangi tekanan pada mata.

Efek samping yang timbul setelah penggunaan obat ini yaitu detak jantung lebih lambat, sesak nafas, dan juga sedikit merasa kelelahan.

Namun efek samping ini dapat berkurang dengan cara menutup mata setelah penggunaan obat.

Obat Agonis Alfa

Obat ini dapat kita temui dengan jenis Alphagan dan Iopidine. Cara kerja obatnya adalah menurunkan produksi cairan dan meningkatkan drainase cairan di mata. Efek samping obat ini yaitu sakit kepala, mengantuk, dan terasa kering di mulut.

Masih banyak lagi obat penghambat penyakit ini yang bisa jadi alternatif jika ketiga obat ini tidak ada, seperti penghambat anhidrase karbonat, penghambat Rho Kinase, dan Juga Agen Kolinergik

Kacamata untuk Penderita Glaukoma

Sebagian besar orang menganggap kemungkinan Glaukoma dapat sembuh dengan kacamata Khusus. Ada yang mengatakan penggunaan kacamata dengan ion nano maupun x-ray mampu membantu penyakit ini.

Namun tenaga medis membantah hal ini, karena hingga saat ini masih belum ada hasil ilmiah yang menjadi bukti kebenaran hal tersebut.

Pada dasarnya, pengobatan untuk penyakit cukup sulit, jika tanpa prosedur khusus, akan tetapi pastinya ada upaya untuk memperlambat penyakit ini. (Deni/R4/HR-Online)

- Advertisment -