Asteroid 1999 RM45 Terlacak NASA Melintasi Bumi, Intip Faktanya

Asteroid 1999 RM45
Ilustrasi Asteroid 1999 RM45. Foto: Ist/Net

Asteroid 1999 RM45 adalah sebuah asteroid yang berukuran besar yaitu 7 kali Big Ben melintasi Bumi. Ukuran batu luar angkasa tersebut telah NASA lacak dan berpotensi berbahaya.

NASA menyebutkan asteroid dengan ukuran sebesar itu melewati Bumi pada Selasa, 2 Maret 2021. Seperti yang telah kita ketahui, jika Bumi menjadi satu-satunya planet tempat makhluk hidup berada.

Kemudian Bumi juga seringkali mendapatkan ‘ancaman’ dari benda-benda luar angkasa yang beterbangan mengitari Matahari. Ancaman tersebut akan menjadi berbahaya jika terdapat kriteria tertentu, salah satunya adalah ukuran benda yang sangat besar.

Baca Juga: Misi Apollo 11 ke Bulan Bisa Saja Mengakhiri Kehidupan Bumi

Terlacak NASA, Simak Fakta Asteroid 1999 RM45

Mengutip Express.co.uk, asteroid besar (7 kali dari jam besar Big Ben) terlihat semakin mendekat. NASA melacak jika batu ruang angkasa tersebut mempunyai potensi bahaya.

Batu tersebut memiliki lebar 680 meter dan kini ada dalam jarak sekitar 1,6 juta mil dari planet kita. Lalu para astronom memberikannya nama 1999 RM45 setelah berhasil mereka temukan 20 tahun silam.

Para ahli pun melacak mengenai NEO (near earth object) melalui CNEOS atau dari Pusat Studi Objek Dekat-Bumi sejak kala itu. Bahkan sampai sekarang mereka selalu mengawasi pergerakan dari batu raksasa dari luar angkasa tersebut.

Pendekatan pun paling dekat terjadi saat objek berada pada jarak 0,05 ua (unit astronomi) atau sekitar 4, juta mil dari planet Bumi. Walaupun asteroid 1999 RM45 kemungkinan tak mengancam (dalam skala besar tata surya). Namun, hal tersebut tetap menjadi perhatian dari para ahli astronomi.

NASA mengungkapkan jika mereka mengorbit Matahari, NEO atau objek yang dekat dengan Bumi menjadi (kadang-kadang) bisa mendekati Bumi.

NASA juga berpendapat jika lintasan ‘dekat’ menurut astronomi dapat sangat jauh dalam perkiraan manusia. Hal itu bahkan dapat mereka sebut sekitar jutaan bahkan sampai puluhan juta kilometer.

Baca Juga: Asteroid 2001 FO32 Akan Datangi Bumi 21 Maret dengan Sangat Cepat

Bagaimana Benda Luar Angkasa Dikatakan Potensi Bahaya?

Asteroid serta komet telah ilmuwan anggap mempunyai potensi bahaya apabila benda-benda luar angkasa tersebut ada dalam jarak 0,05 au dan ukurannya paling tidak sekitar 140 meter.

Dengan ukuran asteroid 1999 RM45 sebesar itu, sebelumny ada perkiraan akan potensi bahaya mengakibatkan kerusakan yang besar. Meskipun hal itu juga bukan berarti terdapat ancaman tabrakan dengan Bumi.

Akan tetapi, ahli astronomi mengetahui jika tak akan ada asteroid atau benda luar angkasa lain yang mati dan menyerang Bumi sekarang atau ada masa yang akan datang.

“Ancaman kepada seseorang bahkan sebuah kecelakaan mobil bencana alam penyakit atau berbagai masalah yang lain jauh lebih tinggi daripada ancaman sebuah benda dekat Bumi (NEO)” ucap NASA.

Akan tetapi, dalam jangka yang panjang, terdapat kemungkinan adanya pendekatan paling dekat. Salah satunya adalah dari asteroid 1999 RM45 ini.

Ukuran yang besar itu sampai pada jarak terdekat sekitar 001959 au atau lebih dari tujuh kali jarak Bumi ke Bulan. Pelacakan NASA terhadap benda luar angkasa tersebut melalui CNEOS.

Kecepatannya kira-kira 20 kilometer per detik atau sekitar 44.828 meter per jam. Untuk perbandingan kecepatan suara yang asteroid itu hasilkan hanya sekitar 767 meter per jam.

Baca Juga: Suara Pertama Planet Mars dari Rover Penjelajah, Berisi Tiupan Angin

Objek Asteroid 1999 RM45 Bukan Menjadi Hal yang Perlu Dikhawatirkan

Menurut Planetary Society terdapat sekitar 100 ton dari benda luar angkasa yang telah ‘menyerang’ planet kita setiap harinya.

Namun sebagian besar merupakan partikel yang berukuran kecil atau sebesar debu terbakar pada lapisan atmosfer. Itu hanya 30 asteroid yang ukurannya kecil sekitar beberapa meter saja dan menghantam Bumi dalam setiap tahunnya.

“Mereka membuat bola api spektakuler pada atmosfer dan juga terkadang pecahannya muncul ke atas permukaan sebagai meteorit. Namun tak mengakibatkan kerusakan yang terlalu signifikan pada tanah.”

Kemudian objek luar angkasa yang jauh lebih besar seperti asteroid 1999 RM45 yang melintasi ini pun tak perlu untuk manusia khawatirkan.