Bedug Peninggalan Bupati Galuh, Tersimpan Rapi di Masjid Agung Ciamis

Bedug Peninggalan Bupati Galuh, Tersimpan Rapi di Masjid Agung Ciamis
Sekretaris Umum DKM Masjid Agung Ciamis, H. Kurnia Soemantri memperlihatkan bedug peninggalan Bupati Galuh yang tersimpan rapi di lantai dua. Foto: Ferry/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Bedug peninggalan dari masa Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat saat ini masih ada dan tersimpan dengan rapi di lantai dua Masjid Agung Ciamis.

Bedug yang sudah berusia seratus tahunan ini memiliki tulisan Arab gundul di bagian kayu yang melingkar.

Sekretaris Umum DKM Masjid Agung Ciamis, H. Kurnia Soemantri mengatakan, bedug ini memang sudah berada lama mungkin ada sejak selesainya pembangunan Masjid Agung Ciamis pada tahun 1902 saat kepemimpinan Bupati Raden Aria Adipati Koesoema Soebrata.

Meskipun sudah berusia tua, namun kondisi bedug peninggalan Bupati Galuh ini masih kokoh dan bisa digunakan.

Hanya saja ada beberapa bagian yang rusak karena termakan usia.

“Bedug ini selalu dipakai, namun sekitar satu tahun ini sudah tidak lagi. Karena, yang biasa memukul bedug tersebut saat ini sudah meninggal dunia,” ujar Kurnia, Senin (15/3/2021).

Pihaknya mengaku tidak mengetahui betul sejarah bedug ini. Namun, ia menilai barang tersebut merupakan satu-satunya peninggalan sejak pertama Masjid Agung Ciamis ini berdiri.

“Katanya sih bedug ini dari awal sudah ada, meskipun masjid ini beberapa kali direnovasi dan pernah terbakar karena diserang oleh kelompok DI pada tahun 1958. Namun bedug ini tidak rusak,” tuturnya.

Kurnia mengungkapkan, pihaknya juga tidak mengetahui persis bedug peninggalan Bupati Galuh ini menggunakan kayu jenis apa.

Namun, meskipun sudah berusia puluhan tahun kayu ini kuat tidak dimakan rayap.

“Mungkin yang kami sering ganti yaitu kulit bedugnya, karena kulit bedug tidak kuat tahan lama,” ungkapnya.

Kurnia menambahkan, saat ini bedug tersebut selalu dibersihkan oleh pengelola Masjid Agung Ciamis.

Karena bedug ini merupakan satu-satunya peninggalan Bupati Galuh RAA Kusumadiningrat dan Raden Aria Adipati Koesoema Soebrata.

“Kami juga masih menyimpan foto-foto Masjid Agung dari mulai pertama dibangun sampai sekarang ini. Semuanya tersimpan rapi di ruangan,” pungkasnya. (Ferry/R8/HR Online)

Editor: Jujang