BKKBN Jabar Prioritaskan Penanganan Dini Stunting di Kota Banjar

BKKBN Jabar
Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Wahidin saat diwawancarai awak media di Kota Banjar. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat (Jabar), saat ini tengah membuat program prioritas penanganan stunting. Upaya yang dilakukan melalui edukasi dini kepada para calon pengantin sebelum proses pernikahan.

Upaya pencegahan stunting melalui edukasi pra nikah tersebut dikatakan Kepala Perwakilan BKKBN Jabar, Wahidin, usai Rapat Kerja Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana di Aula Setda Kota Banjar, Kamis (18/3/2021).

“Sebelumnya kami lebih mengutamakan pencegahan pada saat masa kehamilan dan setelah melahirkan. Tetapi sekarang kita lakukan sebelum usia pernikahan,” kata Wahidan kepada awak media usai rapat koordinasi.

Menurutnya, edukasi pencegahan stunting melalui usia pra nikah tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan dengan program pencegahan sebelumnya. Program sebelumnya hanya dilakukan pada saat masa kehamilan dan setelah proses melahirkan.

Upaya itu untuk memastikan pasangan menikah bisa menjadi keluarga yang sehat dan tidak terjadi stunting.

Dengan pencegahan dini tersebut, kata Wahidan, pihaknya optimis bisa menekan kasus stunting. Selain itu juga  mencapai target penurunan stunting sesuai target dari pemerintah pusat sebesar 14 persen pada tahun 2024 mendatang.

“Sekarang ini angkanya masih 27 persen dan ini tentunya kinerja yang berat. Kami usahakan per tahun nanti bisa menurunkan angka stunting 2,6 persen,” ujar Wahidin.

Prioritas BKKBN Jabar

Wahidin menambahkan, selain program penanganan stunting, yang menjadi program prioritas berikutnya yaitu mensukseskan program pendataan keluarga tahun 2021. Pendataan tersebut akan mulai dilaksanakan mulai tanggal 1 April sampai tanggal 31 Mei mendatang.

Kemudian, program prioritas pengembangan kampung Keluarga Berencana (KB) berkualitas dengan tujuan membentuk keluarga sehat.

Wahidin menambahkan, dari pendataan keluarga tersebut nantinya akan diperoleh data utama seperti data demografi, data keluarga serta data sampling untuk penanganan stunting.

“Dalam pelaksanaannya nanti untuk pendataan itu 70 persen menggunakan digital smartphone dan 30 persen menggunakan sistem offline,” terang Wahidin

Terkait kesiapan teknis pelaksanaan pendataan keluarga tersebut, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Banjar, Saepudin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 500 tim petugas di lapangan.

Pihaknya tinggal menunggu pelaksanaan agenda pencanangan pendataan keluarga 2021 yang rencananya akan dilaksanakan secara serentak pada tanggal 1 April mendatang.

“Ada 500 lebih petugas yang kami siapkan dan mereka juga sudah mengikuti pelatihan dan sosialisasi. Jadi tinggal menunggu pelaksanaan saja,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu