Ciri Jaringan Epidermis Serta Fungsinya pada Tumbuhan

Ciri Jaringan Epidermis Serta Fungsinya pada Tumbuhan
Ilustrasi Ciri Jaringan Epidermis. Foto: Ist/Net

Ciri jaringan epidermis pada tubuh tumbuhan. Jaringan epidermis merupakan jaringan tubuh tumbuhan yang letaknya paling luar. Jaringan yang telah mencakup pada semua bagian tanaman dari akar ke batang hingga daun. Biasanya pada jaringan epidermis hanya memiliki lapisan sel yang tipis dan padat.

Fungsi pada jaringan epidermis sebagai tempat dalam pertukaran zat dan pelindung jaringan dalamnya. Pada jaringan daun terdapat permukaan atasnya dan permukaan bawah daun. Jaringan epidermis daun tak mempunyai kloroplas, terkecuali pada bagian jaringan penutup stomatanya.

Pada umumnya, epidermis terdiri dari satu lapisan sel. Terdapat sel protoderm daun yang dapat membelah dengan bidang pembelahannya sejajar permukaan. Selain itu, pada turunannya belah lagi sehingga ada epidermis berlapis banyak. Seperti halnya velamen dalam akar anggrek.

Sebagian besarnya terdiri dari sel-sel tidak terspesialisasi. Ukuran dan bentuk pada susunan sel epidermis berbeda-beda pada berbagai jenis tumbuhan. Namun semuanya rapat satu sama lainnya.

Baca Juga: Ciri Jaringan Parenkim Menjadi Pembeda dengan Jaringan yang Lainnya

Kenali Ciri Jaringan Epidermis

Jaringan epidermis ini memiliki susunan sel yang rapat sehingga tak ada ruang antar selnya. Pada umumnya, jaringan epidermis tidak mempunyai kloroplas. Mempunyai sitoplasma yang dapat hidup. Lalu juga mengandung kristal silikat, kristal garam, serta garam minyak.

Pada jaringan epidermis mempunyai vakuola besar yang berisi antosianin. Dinding sel beragam, tergantung posisi dan jenis tumbuhannya. Namun ada sebagian kecil yang mempunyai kloroplas, seperti halnya tumbuhan yang dapat hidup di air atau hidrofit.

Jaringan epidermis tersebut terdiri atas satu lapis sel tunggal. Pada ciri jaringan epidermis tersusun atas sel-sel yang dapat hidup. Dinding sel pada jaringan epidermis bagian luarnya berbatasan dengan udara yang akan mengalami penebalan.

Sedangkan pada dinding sel jaringan epidermis bagian dalamnya, hal itu yang berbatasan dengan jaringan lain, maka dinding selnya akan tetap tipis.

Fungsi Jaringan Epidermis pada Tumbuhan

Pelindung Semua Organ Tumbuhan

Pada fungsi jaringan epidermis yang utama adalah sebagai jaringan pelindung semua organ tumbuhan. Hal itu mulai dari akar, batang, daun, atau buah dari pengaruh dan segala kondisi lingkungan luar.

Sel-sel pada jaringan epidermis tersusun dengan urutan yang rapi. Hal itu memungkinkan organ bagian dalam tubuh tumbuhan menjadi lebih terlindungi. Tentunya dari adanya kelembaban, perubahan suhu udara, infeksi patogen secara langsung, dan lain sebagainya.

Maka ciri jaringan epidermis yang umumnya memiliki tekstur lebih keras. Hal itu apabila dibandingkan dengan jaringan yang lain. Selain itu, jaringan epidermis yang dilengkapi dengan bulu akar, kipas, dan juga spina atau duri.

Tempat Penyimpanan Cadangan Air

Sel-sel yang tersusun pada jaringan epidermis memiliki protoplasma besar dan pipih. Hal ini yang menjadikan fungsi epidermis sebagai tempat dalam penyimpanan cadangan air bagi tumbuhan.

Pada saat musim kemarau dan kadar air tanah sudah tidak dapat tercukupi, maka air-air yang tersimpan dalam protoplasma jaringan epidermis akan diambil. Selain itu, juga akan diangkut ke daun untuk selanjutnya melalui proses fotosintesis.

Baca Juga: Ciri Jaringan Kolenkim pada Tumbuhan dan Jenisnya

Penyerapan Zat Air dan Unsur Hara

Ciri jaringan epidermis terletak pada bagian akar. Selain itu, dapat berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara dari dalam tanah. Maka fungsi epidermis tersebut dilakukan oleh trikomata yang termodifikasi menjadi bulu akar.

Membatasi Penguapan pada Tumbuhan

Fungsi jaringan epidermis selanjutnya sebagai jaringan pengatur pada proses transpirasi atau penguapan air dan tumbuhan. Fungsi epidermis ini stomata lakukan menjadi salah satu bagian dari jaringan epidermis selain trikomata.

Pada saat suhu udara sedang tinggi, maka ciri jaringan epidermis pada stomata tersebut menutup dengan rapat. Hal itu agar laju transpirasi pada tanaman dapat membatasinya.

Sedangkan pada saat suhu udara sedang rendah, maka stomata membuka dengan sangat lebar. Hal ini agar sebagian air dapat terbuang ke udara dan tidak membeku dalam jaringan tumbuhan. Seringkali stomata menjadikan jalan sekresi air dalam tumbuhan melalui proses gutasi.

Difusi Oksigen dan Karbondioksida

Fungsi epidermis yang terakhir sebagai tempat proses difusi oksigen dan karbondioksida. Hal itu pada saat tumbuhan melakukan sekresi dan respirasi hasil fotosintesis. Pada jaringan epidermis ini memiliki fungsi hanya pada daun dengan stomata sebagai organ pelaksananya.

Stomata pada daun dapat melakukan difusi. Hal itu dapat petani manfaatkan untuk mengaplikasikan pupuk daun pada tanamannya. Selain itu, unsur hara yang melalui daun akan terserap sempurna melalui difusi yang dilakukan oleh stomata.

Itulah beberapa ciri jaringan epidermis dan fungsinya pada tumbuhan. Semoga bermanfaat dan bisa menambah ilmu pengetahuan. (R10/HR Online)

Editor: Jujang