Disentri Pada Anak, Gejala, Penyebab dan Cara Mengatasinya

disentri pada anak
Penyebab disentri pada anak. Foto: Ist/Net

Serangan disentri pada anak sering membuat orang tua bingung. Imunitas tubuhnya yang lemah membuat anak rentan dengan serangan penyakit. Kenali penyebab penyakit disentri agar Anda bisa mengatasinya dengan bahan alami yang mudah.

Orang tua mana sih yang bisa bersantai ketika anaknya terserang suatu penyakit. Apalagi saat anak-anak berumur 2 hingga 5 tahun, mereka rawan sekali terkena berbagai jenis penyakit, termasuk sakit perut.

Anak yang sakit perut bisa karena disentri atau bisa juga karena sembelit. Namun umumnya sakit perut yang terjadi pada anak lebih sering karena penyakit disentri.

Baca Juga: Gejala Penyakit Difteri, Penyebab dan Pengobatannya Secara Alami

Sejumlah kasus yang terjadi juga memperlihatkan bahwa dampak balita ataupun bayi yang menderita penyakit ini berlainan. Akibat penyakit ini umumnya lebih berat terjadi pada anak yang kurang gizi atau tidak mendapat ASI.

Gejala Disentri Pada Anak

Mengutip dari laman Medical News Today bahwa gejala awal disentri pada anak umumnya mereka merasakan mulas luar biasa. Bahkan tidak jarang membuat mereka harus bolak-balik ke WC untuk buang air besar.

Dalam sehari mungkin si kecil bisa 5 hingga 10 kali untuk buang air besar. BAB ini biasanya juga terjadi dalam bentuk mencret yang disertai dengan lendir. Terkadang saat BAB juga bercampur dengan darah.

Selain buang air besar bercampur darah, anak biasanya juga mengalami sejumlah gejala lainnya. Seperti demam dan nafsu makan yang berkurang.

Jika anak Anda mengalami gejala BAB bercampur darah menandakan bahwa kondisi sakit mereka sudah cukup parah. Karena itu Anda perlu segera memeriksakannya ke dokter untuk perawatan secepatnya.

Baca Juga: Cara Penularan Penyakit Disentri, Bisa Terjadi dengan Mudah dan Cepat

Penyebab Disentri yang Terjadi Pada Anak

Penting sekali Anda mengetahui apa saja faktor yang menjadi penyebab disentri pada anak tersebut. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan anak terserangan penyakit disentri.

  • Penyakit disentri terjadi karena serangan infeksi bakteri atau amuba yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Infeksi yang terjadi karena bakteri disebut disentri basiler. Jenis penyakit ini yang paling terjadi pada anak.
  • Penyebab penyakit ini juga bisa karena amuba. Untuk jenis infeksi yang terjadi karena amuba disebut disentri amuba.
  • Mengonsumsi makanan yang kotor merupakan salah satu faktor yang menyebabkan disentri. Makanan jajanan yang sudah terinfeksi kuman dan juga kurang higienis.
  • Penyebab disentri pada anak yang paling umum dan juga sering kita jumpai di masyarakat seperti tidak mencuci tangan. Setelah menggunakan toilet umum atau tidak mencuci tangan sebelum makan.

Faktor penyebab utama penyakit disentri terutama berkaitan dengan kebiasaan hidup bersih. Termasuk kebersihan lingkungan di sekitar kita. Karena itu orang tua perlu memperhatikan faktor ini untuk melindungi anak-anaknya.

Cara Mengatasi Disentri Pada Anak

Setelah mengetahui faktor penyebab beserta gejala penyakit yang menyerang anak-anak ini lantas bagaimana mengatasinya? Berikut ini beberapa cara mengatasi disentri pada anak yang bisa Anda lakukan.

Baca Juga: Gejala Cacingan Pada Anak, Tanda-tanda, Penyebab, dan Penularannya

Langkah pertama untuk penanganan darurat Anda bisa memberikan cairan oralit kepada si kecil. Selain untuk menghentikan diare, minuman ini juga berguna untuk menggantikan cairan yang keluar agar terhindar dari dehidrasi.

Selain dengan oralit, Anda juga bisa memberikan obat antibiotika yang penting untuk membunuh kuman. Namun sebaiknya periksakan ke dokter lebih terlebih dahulu agar obat yang Anda berikan efektif.

Selain dengan pengobatan, upaya pencegahan tentunya lebih penting daripada mengobatinya. Karena itu Anda perlu menjaga kebersihan sekitar rumah. Anda juga perlu menyingkirkan tempat sarang lalat agar tidak menyebarkan penyakit.

Penyakit disentri pada anak sering membuat mereka kehilangan nafsu makan. Namun Anda perlu memberikan makanan dengan porsi sedikit namun sering. Usahakan memberikan makanan yang bergizi yang memang disukai anak untuk memulihkan imunitasnya.

Sebagai orang tua Anda juga perlu memperhatikan makanan yang Anda berikan untuk anak-anak. Selain menjaga higienitas makanan dan minuman dari kotoran, Anda juga perlu memberikan asupan bernutrisi untuk menjaga kekebalan tubuh anak.

Penanganan darurat sangat penting untuk mencegah kondisi semakin memburuk. Karena itu jika kondisi anak tidak segera membaik dalam 3 hari, sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Itulah berbagai gejala dan penyebab disentri pada anak yang sering terjadi. Menjaga kebersihan lingkungan maupun makanan merupakan alternatif terbaik mencegah serangan infeksi penyakit ini. (R11/HR-Online)

Editor: Ndu