Kamis, Oktober 21, 2021
BerandaBerita TerbaruFilm Raya and The Last Dragon Angkat Keragaman Budaya Asia Tenggara

Film Raya and The Last Dragon Angkat Keragaman Budaya Asia Tenggara

Berita Hiburan, (harapanrakyat.com),- Film Raya and The Last Dragon mengangkat keragaman budaya Asia Tenggara. 

Film animasi produksi Walt Disney Animation Studio akhirnya tayang di Indonesia. 

Semenjak muncul, trailer film animasi berjudul Raya and The Last Dragon sontak menjadi perbincangan hangat kaum milenial, khususnya para pencinta animasi. 

Pihak Disney mengatakan film ini merupakan film animasi pertama yang terinspirasi dari keberagaman budaya Asia tenggara termasuk Indonesia.

Cerita Raya and The Last Dragon 

Bagaimana cerita Raya and the Last Dragon? Bermula dari sebuah negeri fantasi bernama Kumandra. 

Masyarakat Kumandra hidup damai. Mereka bahkan saling berdampingan denga para naga.

Tidak ada satupun yang saling menganggu. Hingga suatu ketika datang seorang monter jahat bernama Druun. Druun membuat kekacauan untuk manusia.

Sejak saat itu, negeri Kumandra terpecah belah menjadi beberapa golongan (fraksi). Nama golongan tersebut antara lain : tail, talon, spine, fang dan heart. 

Beberapa tahun kemudian, karena keadaan belum membaik, Ketua golongan heart yang bernama Benja mengundang golongan lain dalam sebuah perjamuan dengan sebuah misi perdamaian.

Namun sayangnya, salah satu dari golongan tersebut melalukan pengkhianatan.

Hal ini membuat Druun mengamuk. Druun membuat mereka menjadi batu.

Sebelum tubuh Benja menjadi batu, Benja menyuruh anaknya yang bernama Raya untuk melarikan diri.

Benja juga berpesan kepada Raya untuk kembeli menyatukan masyarakat Kumandra yang terpecah belah. 

Untuk menyelamatkan manusia dari monster jahat tersebut, para naga mengorbankan dirinya.

Tindakan ini menjadikan para naga menjadi batu juga.

Hanya ada satu naga yang masih hidup yang nantinya akan menjaga kehidupan manusia jika suatu saat terjadi kecauan.

Manusia kembali hidup damai setelah Druun pergi meninggalkan negri Kumandra. Manusia kembali hidup seperti sebelum Druun datang. 

Beberapa tahun kemudian, negeri kumandra kembali didatangi monster jahat. Masyarakat kembali terpecah belah.

Raya Datang Kembali ke Negeri Kumandra

Raya datang dengan misi menyatukan kembali golongan yang terpecah belah.

Selain itu, tujuan raya adalah untuk mengembalikan sang ayah menjadi manusia lagi. 

Untuk mewujudkan tujuan itu Raya melakukan perjalan mencari naga terakhir yang katanya bisa menyelamatkan negeri Kumandra. Naga itu bersama sisu.

Perjalanan Raya mencari naga terakhir bukanlah perjalanan yang menyenangkan, karena perjalannya penuh dengan rintangan.

Raya yang sudah terdidik untuk menjadi tangguh tidak merasa terbebani dengan rintangan tersebut.

Hingga Raya bertemu dengan Tuk Tuk. Mereka saling berkelahi.

Raya yang sudah terdoktrin untuk tidak percaya pada orang lain selalu merasa waspada agar tidak terkhianti oleh sebuah kepercayaan. 

Perkelahian mereka berakhir dan memutuskan untuk menjadi sahabat. Tuk Tuk membantu Raya untuk menemukan sang naga terakhir tersebut.

Hingga mereka tiba pada sebuah goa. Ketika akan memasuki goa tersebut mereka dihadang oleh seorang yang misterius.

Orang misterius tadi selalu menghadang Raya dan Tuk Tuk ketika akan masuk goa, sehingga terjadilah peperangan.

Pada akhirnya, manusia misterius tersebut mengaku sebagai Sisu sang naga terakhir yang mereka cari. 

Pertemuan Raya dengan naga terakhir itu bukanlah akhir dari semua. Perjalanan yang penuh rintangan masih terjadi.

Namun karena candaan dan celoteh Sisu yang periang membuat perjalanan tidak seburuk apa yang ada di pikiran.

Raya selalu menekankan untuk “don’t trust anyone.

Namun keyakinan itu terbantahkan oleh tindakan Sisu yang mengajarkan tentang pentingnya kepercayaan dalam upaya menyatukan dan menyelamatkan dunia.

Keberagaman Budaya Asia Tenggara

Film Raya and The Last Dragon terinsipirasi dari keberagaman budaya Asia Tenggara.

Sebelum membuat film animasi ini, para kru melakukan perjalan terlebih dahulu ke berbagai negara Asia Tenggara untuk mengenali budayanya.

Seperti dari Indonesia yang dengan keberagaman alat music seperti gamelan, penari dan berbagai kuliner. 

Ada pula bentuk topi Raya yang terinsipirasi dari bentuk stupa, yang melambangkan bumi dan lengkungan ke atas melambangkan air.

Gaya bertarung pemain menggunakan metode bertarung yang terinspirasi dari muay thai dan krabi-krabong dari Thailand.

Salam warga Kumandra merupakan salam khas orang Thailand. Bentuk naga juga terinpirasi dari naga di Asia Tenggara. 

Bangunan yang ada di dalam film tersebut terinspirasi dari bangunan Angkor Wat dari Kamboja.

Kemudian ada hutan bambu hitam. Ada juga dari Vietman yakni produk kerajinan yang terbuat dari bambu. 

Film animasi Raya and The Last Dragon merupakan film animasi dengan karakter tokoh yang tegas, bukan tokoh yang lembek.

Film ini juga merupakan film pertama Disney yang terinspirasi dari keberagaman budaya Asia Tenggara.

Charlos Lopez Estrada, sang sutradara menginginkan film ini bisa membuat penonton merasakan dan melihat begitu banyak dan beragamnya kebudayan Asia Tenggara.

“Meskipun Kumandra adalah dunia fantasi fiktif, kami merancang agar tetap dinamis dan menggambarkan kehidupan sehari-hari yang dekat dengan budaya,” kat sang sutradra. (Deni/R4/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img