Minggu, Juli 3, 2022
BerandaBerita TerbaruFosil Lalat Hirmoneura Messelense yang Berusia 47 Juta Tahun

Fosil Lalat Hirmoneura Messelense yang Berusia 47 Juta Tahun

Fosil lalat Hirmoneura Messelense ditemukan oleh para ilmuwan internasional. Fridgeir Grímsson, seorang ahli botani dari Universitas Wina yang memimpin dalam penemuan fosil spesies lalat. Pada sedimen danau tua di Messel Pit, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO di Jerman.  

Ilmuwan berhasil menemukan adanya fosil lalat berusia 47 juta tahun dengan perut buncitnya. Untuk pertama kalinya membedah pada perut lalat purba. Hal itu untuk bisa mengetahui apa saja isi perutnya.

Penemuan Fosil Lalat Hirmoneura Messelense

Penemuan tersebut tentu secara tidak terduga, yakni bahan penting untuk penelitian. Dalam perut fosil serangga tersebut, dideteksi adanya serbuk sari dari berbagai tumbuhan. Tentunya yang memungkinkan wawasan langka mengenai perilaku makan dan ekologi. Selain itu juga peran lalat sebagai penyerbuk.

Bukan hanya lalat itu sendiri yang menarik perhatian para ilmuwan, namun perutnya yang membuncit. Hal itu menunjukkan bahwa lalat itu masih menyimpan makanan terakhirnya.

Setelah melakukan pembedahan, ternyata benar perut fosil lalat tersebut penuh dengan serbuk sari. Penemuan tersebut menjadi bukti pertama jika spesies purba tersebut memakan mikrospora. Selain itu, juga beberapa spesies tumbuhan subtropis.

Mengutip Science Alert, fosil baru tersebut mewakili spesies baru lalat belalai pendek purba atau hirmoneura messelense. Tentunya lalat yang tampak sangat menyukai serbuk sari. Pada kandungan serbuk sari yang ada perut lalat, menunjukkan bahwa hewan tersebut sudah memakannya.

Selain itu, juga mengangkut serbuk sari 47 juta tahun yang lalu. Maka, menunjukkan jika lalat memiliki peran penting pada proses penyebaran serbuk sari dari sejumlah spesies tanaman. Hal itu menurut penjelasan Fridgeir Grimsson seorang ahli botani dari Universitas Wina.

Fosil serbuk sari dari perut lalat Hirmoneura messelense tentu berguna. Seperti, untuk merekonstruksi lingkungan purba sebagai hunian lalat. Kemudian, untuk Interaksi biotik antara tumbuhan, lalat dan perilaku pada lalat selama makan.

Baca Juga: Fosil Vampyroteuthis Infernalis Kembali Ditemukan Setelah Lama Hilang

Lalat sebagai Penyerbuk

Penyerbukan tentu biasanya dilakukan oleh lebah, burung atau kupu-kupu. Sangat sedikit lalat yang melakukan penyerbukan. Oleh karena itu, hewan tersebut dianggap sebagai serangga penyerbuk kedua.

Peneliti sempat mengabaikan adanya lalat dengan lidah menyerupai belalai. Membuatnya menjadi hewan potensial pembawa serbuk sari. Namun, faktanya dari sekian banyak spesies lalat, ilmuwan mengamati hanya nemestrinid modern saja yang memakan tanaman tubular.

Adanya fosil terbaru itu ilmuan ditemukan pada bekas tambang dekat kota Frankfurt, Jerman. Tentu merupakan salah satu spesies lalat dengan belalai yang pendek kuno atau Hirmoneura Messelense. Hewan tersebut yang tampak menyukai serbuk sari.

Lalat tersebut kemungkinan berhasil mengalahkan lebah yang merupakan serangga penyerbuk paling ulung. Menurut para peneliti, fosil dengan serbuk sari yang terawetkan secara alami ada dalam perut lalat Hirmoneura Messelense. Tentu sangat jarang untuk menemukan hal tersebut.

Usus dan perut lalat yang terlihat melalui mikroskop, menunjukkan jejak serbuk sari empat jenis tumbuhan. Termasuk pohon willow air dan ivy yang tumbuh sekitar tepi hutan dekat danau purba.

White Willow adalah sub semak yang tumbuh pada lahan basah dan danau yang dangkal. Menunjukkan habitat kanopi rendah yang terbuka. Dominasi ivy juga menunjukkan bahwa lalat memakan tanaman yang tumbuh pada tepi hutan. Tentunya yang mengelilingi danau kuno Messel. 

Baca Jugfa: Fosil Dinosaurus Ninjatitan Zapatai Raksasa Ditemukan di Argentina

Lalat Hirmoneura Messelense

Para peneliti melihat bulu panjang yang dapat mereka kenal sebagai setae pada dada atau perut lalat. Peneliti juga tidak menemukan serbuk sari pada bulu lalat. Namun, bisa membawa serbuk sari saat berpindah dari satu bunga ke bunga yang lain.

Ada tiga jenis serbuk sari dalam perut lalat yang belum ilmuwan ketahui jenisnya. Menunjukkan bahwa lalat tersebut memakan tanaman berbeda yang mungkin tumbuh secara berdekatan. Hal yang lainnya tampak lalat tersebut menghindari penerbangan jarak jauh antara sumber makanan. Selain itu, mencari serbuk sari dari tanaman yang terkait erat.

Penemuan baru tersebut mendukung hipotesis lama. Lalat adalah hewan yang sama penting dengan lebah saat melakukan penyerbukan. Fakta dengan menemukan serbuk sari  dalam perut lalat purba, maka menunjukkan bahwa hal tersebut bisa menjadi peran penting bagi serangga sejak periode Jurassic.

Adanya fosil lalat Hirmoneura messelense dengan jelas memakan serbuk sari angiospermae. Hal itu adalah bukti secara langsung dan perdana dari nemestrinid polinivora. (R10/HR Online)

Editor: Jujang

- Advertisment -