Fungsi Jaringan Gabus Untuk Kelangsungan Hidup Tumbuhan

Fungsi Jaringan Gabus Untuk Kelangusngan Hidup Tumbuhan
Ilustrasi Fungsi Jaringan Gabus. Foto: Ist/Net

Fungsi jaringan gabus sangat penting bagi kelangsungan hidup tumbuhan. Termasuk jaringan meristematik yang ada pada tumbuhan. Jaringan gabus tersusun atas sel parenkim korteks pada luar batang.

Bagian tumbuhan yang satu ini terletak pada bagian tepi jaringan yang dimiliki oleh tubuh. Sifatnya lebih kuat daripada epidermis. Pada tumbuhan yang jaringan epidermisnya sudah mati, maka jaringan gabus akan menggantikannya.

Jaringan gabus terbentuk oleh kambium gabus yang bernama felogen. Sel ini mengandung suberin dan kutin yang lebih kuat dari epidermis. Pertumbuhan jaringan ini mengarah ke dalam yang disebut dengan feloderm.

Ada juga pertumbuhan yang mengarah ke luar pada sel yang mati bernama felem. Sel yang sudah mati biasanya terdapat pada batang yang sudah tua dan tebal.

Lapisan gabus yang sudah tua menandakan bahwa protoplasma sudah hilang. Keadaan ini akan mengakibatkan gabus menjadi ringan.

Baca Juga: Ciri Jaringan Parenkim Menjadi Pembeda dengan Jaringan yang Lainnya

Mengenal Fungsi Jaringan Gabus pada Tumbuhan

Jaringan gabus letaknya begitu rapat antara satu dengan yang lainnya. Terutama pada ruang yang tidak memiliki sel sehingga air akan sukar untuk menembusnya. Pada celah lapisan gabus memiliki pori-pori yang bernama lentisel.

Mencegah Penguapan

Fungsi jaringan gabus yang pertama adalah untuk mencegah penguapan. Dalam jaringan ini terdapat zat suberin yang bisa memicu adanya penebalan. Sehingga jaringan gabus bisa menjalankan fungsinya untuk mencegah adanya penguapan dengan maksimal.

Sifat dari zat ini tidak gampang tertembus oleh air. Sehingga air yang masuk ke dalam tumbuhan akan terperangkap dengan maksimal. Air ini memberikan banyak keuntungan bagi tumbuhan untuk terus bertahan hidup.

Hal ini membuat tumbuhan akan bertahan hidup walaupun musim panas. Adanya zat suberin akan memberikan cadangan air ketika tumbuhan kehilangan air. Sehingga memberikan cadangan air ketika tumbuhan terpapar oleh sinar matahari.

Melindungi Kerusakan Mekanis dan Infeksi Patogen

Fungsi jaringan gabus berikutnya adalah melindungi tumbuhan dari adanya kerusakan mekanis dan infeksi patogen. Pasalnya, lapisan epidermis bisa melindungi tumbuhan yang mengelupas. Walaupun begitu, tumbuhan masih tetap memiliki pelindung lagi.

Pada tumbuhan monokotil, jaringan gabus akan menggantikan peran dan tugas epidermis. Sehingga tumbuhan akan tetap hidup walaupun lapisan epidermis sudah tidak aktif.

Tumbuhan akan selamat dari bahaya yang mengancam kelangsungan hidupnya. Dengan begitu, tumbuhan bisa menghasilkan buah, daun, dan ranting dengan maksimal.

Baca Juga: Fungsi Selubung Mielin dan Mekanismenya Dalam Konduksi Listrik

Melindungi Tumbuhan dari Suhu yang Ekstrim

Fungsi jaringan gabus bisa sebagai pelindung tumbuhan dari suhu yang ekstrim. Suhu ekstrim tidak selalu dingin, tetapi suhu yang cukup panas bisa merusak tanaman. Sebagai contoh adalah para petani musiman yang bisa gagal panen jika suhu tiba-tiba berubah.

Jika seorang petani sayuran mendapati suhu yang terlalu panas, maka terancam gagal panen. Jaringan gabus yang akan berperan dalam mempertahankan sel pada tumbuhan. Sehingga bisa melindungi semua jaringan yang berada pada bagian bawah.

Melindungi Jaringan di Bawahnya

Selain melindungi dari suhu yang ekstrim, jaringan gabus juga akan lindungi seluruh bagian yang letaknya pada bagian bawah jaringan tersebut. Terutama pada batang tumbuhan berkeping dua yang riskan kehilangan unsur hara dan air.

Jaringan ini terbentuk dari kambium gabus dan felogen. Sehingga fungsinya untuk menghasilkan felem dalam jumlah yang cukup untuk melanjutkan proses berikutnya.

Fungsi jaringan gabus ini merupakan akibat dari susunan sel yang rapat. Tak heran bila jaringan gabus sangat berperan dalam kelangsungan hidup tumbuhan.

Ciri Jaringan Gabus

Tersusun atas sel hidup, lapisan gabus terbentuk dari sebuah felogen atau gabus kambium. Felogen membentuk felem pada bagian luar dan feloderm pada bagian dalam. Susunan felogen berasal dari sel hidup, sementara ketika potongan kecil mereka mati.

Baca Juga: Ciri Jaringan Epidermis Serta Fungsinya pada Tumbuhan

Penebalan Karena Zat Suberin

Jaringan gabus tersusun dari sel meristematik yang cukup ramping dengan fungsi tersendiri. Semua sel yang sudah terinfeksi oleh senyawa suberin akan mengalami penebalan dan mati. Suberin memiliki sifat yang tahan air dan berperan aktif dalam mencegah adanya penguapan.

Susunan Sel yang Rapat

Jaringan gabus memiliki susunan sel yang rapat dan berfungsi membentuk periderm. Hal ini memiliki sikap yang hampir mirip dengan epidermis. Hal ini berkaitan langsung dengan fungsi periderm yang bisa menggantikan epidermis saat mengelupas.

Nah, itulah fungsi jaringan gabus pada tumbuhan. Adanya jaringan gabus bisa membuat tumbuhan bertahan hidup lebih lama.