Fungsi Sel Schwann dan Cara Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Fungsi Sel Schwann dan Cara Menjaga Kesehatan Sistem Saraf
Ilustrasi Fungsi Sel Schwann. Foto: Ist/Net

Fungsi sel schwann untuk mendukung neuron dalam sistem saraf perifer. Hal ini mampu membentuk selubung mielin pada area sekitar akson dari neuron. Selubung mielin bisa melindungi dan mengarahkan impuls pada saraf.

Ketika sebuah neuron motorik terputus, maka akan menyebabkan terminal saraf merosot. Sel schwann mampu menempati ruang yang bernama neuronal asli. Setelah itu, akan mengalami degenerasi saraf yang akan menentukan rute.

Sel schwann adalah sel yang bisa membentuk selubung mielin. Hal ini bisa menghasilkan lemak dan membungkus neurit. Selubung mielin tidak terbentuk dari sel schwann, tetapi berasal dari oligodendrosit.

Mengenal Fungsi Sel Schwann pada Manusia

Sel schwann merupakan neurolemosit yang secara spesifik termasuk sel glial dari sistem saraf otak. Letaknya pada sistem saraf tepi dan menemani neuron selama masa pertumbuhan dan perkembangan.

Sel schwann pada umumnya menutupi ekstensi neuron. Mereka berada pada area sekitar akson dan membentuk selubung mielin. Selain itu, mampu menyajikan analog dari sistem saraf pusat. Mampu membentuk glia sistem saraf tepi dan memiliki ciri mengelilingi saraf.

Pada beberapa kasus, sel ini mampu melilitkan akson melalui sitoplasma. Lalu mampu berkembang melalui elaborasi selubung mielin.

Berikut adalah fungsi sel schwann pada manusia:

Mempercepat Penyampaian Impuls (Rangsangan)

Dalam struktur tubuh manusia memiliki nodus ranvier, bagian ini tersusun dari sel schwann. Pembentukan sel ini hampir sama dengan pembentukan selubung mielin. Hanya saja, nodus ranvier pada selubung mielin lebih renggang.

Nodus ranvier memiliki sifat konduktor. Karena bentuknya lebih renggang, maka impuls elektrik yang bergerak harus dengan lompatan. Hal ini bertujuan untuk melangsungkan perjalanan impuls dengan cepat.

Sel schwann mampu membantu percepatan perjalanan impuls. Biasanya akan mengalami percepatan hingga sepuluh kali lipat dari sebelumnya.

Baca Juga: Fungsi Selubung Mielin dan Mekanismenya Dalam Konduksi Listrik

Pemasok Makanan

Fungsi sel schwann juga berfungsi sebagai pemasok makanan. Hal ini mampu memberikan asupan makanan untuk akson atau neurit. Sehingga mampu membantu proses berjalannya fungsi otak pada manusia.

Memelihara Akson

Sel schwann memiliki dua jenis yang berbeda, yaitu sel bermielin dan non bermielin. Jenis sel bermielin akan membentuk selubung mielin dan sitoplasma pada bagian luarnya. Sedangkan non bermielin tidak akan membentuk selubung mielin.

Dalam hal ini, akson akan langsung terbungkus oleh sel schwann. Selain itu, berperan dalam pemeliharaan akson serta menunjang kelangsungan hidup neuron.

Pada umumnya, badan sel akan memelihara seluruh akson melalui aksoplasma. Jika akson terputus atau mengalami kerusakan, maka bagian distal akan mengalami perubahan.

Fungsi sel schwann akan membentuk selubung mielin baru pada area yang terputus. Sehingga akson akan tetap aman dan terlindungi dengan baik.

Fagositosis dan Regenerasi

Ketika seseorang mengalami cedera pada sistem saraf tepi, maka akson akan mengalami perubahan yang kompleks. Akson akan segera bereaksi terhadap kerusakan, pembaruan, dan pemulihan fungsi.

Bahkan akan mengalami perubahan morfologis dan metabolik pada lokasi spesifik. Dalam hal ini akan membentuk reaksi lokal. Sedangkan perubahan anterograde akan berpengaruh pada bagian distal.

Baca Juga: Struktur Sel Eukariotik dan Fungsinya pada Makhluk Hidup

Cara Menjaga Kesehatan Sistem Saraf

Kesehatan tubuh yang sudah mulai menurun akan membuat fungsi sel schwann tidak berjalan dengan lancar. Demi menjaga kesehatan sistem saraf, harus melakukan berbagai cara. Sudah pasti bahwa cara tersebut berkaitan dengan gaya hidup yang sehat.

Untuk menjaga kesehatan, harus bisa menghindari alkohol dan narkoba. Selain itu, juga harus mengutamakan keselamatan tubuh. Hal ini harus terus berjalan baik di rumah maupun luar rumah. Agar kesehatan bisa terjaga, maka konsumsi makanan dan minuman yang sehat juga dapat membantu.

Seseorang juga harus rajin mengonsumsi berbagai jenis vitamin. Misalnya vitamin B1, B12, kalsium, natrium, dan kalium. Perhatikan jumlah kadar lemak dalam mengonsumsi makanan.

Kadar lemak yang cukup bisa membuat sel schwann memperoleh sumber lemak yang baik. Sehingga sel schwann bisa melangsungkan pembentukan selubung mielin serta mampu membantu dalam keterkaitan antara saraf dan sel otak.

Pastikan selalu mengutamakan kesehatan agar organ dalam tubuh bisa bekerja dengan seimbang. Olahraga dan konsumsi makanan yang sehat bisa meningkatkan fungsi sel schwann. Lakukan secara rutin dan memperhatikan bentuk konsumsi makanan yang empat sehat lima sempurna. (R10/HR Online)

Editor: Jujang