Fungsi Selubung Mielin dan Mekanismenya Dalam Konduksi Listrik

Fungsi Selubung Mielin dan Mekanismenya Dalam Konduksi Listrik
Ilustrasi Fungsi Selubung Mielin. Foto: Ist/Net

Fungsi selubung mielin berkaitan dengan konduksi listrik yang sangat cepat. Selubung mielin letaknya pada sel saraf yang memiliki struktur lengkap.

Selubung mielin merupakan sebuah lapisan fosfolipid yang membungkus akson. Sel yang membentuk selubung dalam sistem saraf bernama sel Schwann. Di dalamnya terdapat inti dan sitoplasma yang bisa melapisi akson.

Memiliki peran dalam mengurangi kapasitansi dan menambah daya listrik. Maka dari itu, selubung ini tersusun atas oligodendrosit yang letaknya dalam sistem saraf pusat.

Baca Juga: Penyakit Autoimun, Gejala dan Jenisnya!

Inilah Fungsi Selubung Mielin dan Cara Kerjanya

Semua kegiatan yang berlangsung, baik itu membaca, berjalan, makan, minum, dan lain sebagainya adalah salah satu hasil impuls listrik. Perolehan impuls berasal dari beberapa neuron.

Dalam hal ini, neuron sensorik akan mendapatkan sebuah rangsangan dari jaringan dan organ. Lain halnya dengan neuron motorik yang bisa mendapatkan semua data dari neuron sensorik. Sehingga akan mengatur respon tertentu yang menghubungkan kedua jenis neuron.

Selubung mielin akan berguna untuk menjaga dan mengisolasi akson. Selain itu, bisa juga meningkatkan transmisi impuls listrik pada tubuh.

Fungsi selubung mielin paling utama adalah untuk menutupi sejumlah sel pada neuron. Nantinya akan menjalankan aksi potensial dengan kecepatan yang lebih dari sebelumnya. Berikut beberapa fungsi lainnya yang cukup membantu memproses rangsangan:

  • Selubung mielin mampu melindungi akson.
  • Memberikan nutrisi pada akson.
  • Mampu meningkatkan hambatan listrik dan menghalangi impuls.
  • Meningkatkan kecepatan proses impuls hingga 120 meter/detik.
  • Membantu kelengkapan proses konduksi impuls.
  • Media tumbuh jika akson mengalami kerusakan.

Ketika mielin rusak, maka impuls saraf akan bergerak lambat. Hal ini menyebabkan sel saraf layu dan timbul berbagai penyakit. Salah satunya adalah multiple sclerosis karena selubung mielin yang mengalami kerusakan.

Fungsi selubung mielin mampu meningkatkan listrik sel hingga 5.000. Adanya peningkatan ini mampu mencegah listrik yang meninggalkan akson dari sel saraf.

Baca Juga: Fungsi Vas Deferens dan Penyakit yang Bisa Menyerang Reproduksi Pria

Produksi Mielin

Biasanya mielin akan mulai produksi saat minggu ke-14 perkembangan janin. Ketika sudah lahir, maka mielin yang ditemukan tidak banyak. Proses pembentukan mielin bernama mielinisasi.

Proses mielinisasi pada anak-anak umumnya berlangsung cepat. Hal ini akan berlanjut hingga anak tersebut menginjak masa pubertas. Pada umumnya, selubung mielin tersusun dari lipid dan protein dengan jumlah masing-masing 70% – 80%.

Agar fungsi selubung mielin bekerja dengan maksimal, maka harus memiliki kandungan protein oligodendrocyte glycoprotein. Selain itu, juga mengandung protein mielin dasar dan protein proteolipid.

Lemak atau lipid pada mielin adalah glikolipid yang memiliki sebutan galactocerebroside. Tak hanya protein dan lipid, namun juga memiliki rantai hidrokarbon yang terbuat dari sphingomyelin. Tujuannya untuk memperkuat selubung mielin.

Mekanisme

Dengan adanya fungsi selubung mielin, pasti dibaliknya menyimpan mekanisme transmisi bernama konduksi garam. Mielin akan meningkatkan resistensi listrik yang berasal dari membran neuron. Selanjutnya akan mengalami pengurangan keluaran natrium ke sel luar.

Sehingga akan mempertahankan pemisahan muatan listrik bagian dalam dan luar sel. Serabut saraf mielinisasi memerlukan tegangan pada saluran ion untuk melakukan propagasi potensial aksi. Nantinya akan menghasilkan jumlah yang cukup dalam nodes ranvier.

Natrium akan bergerak dari akson menuju ke nodus ranvier berikutnya. Tetapi, natrium akan mengalami difusi dengan proses yang cukup cepat. Hal ini akan berimbang dengan banyaknya saluran yang membutuhkan tegangan.

Baca Juga: Kelistrikan pada Sel Saraf Manusia yang Penting Untuk Diketahui

Nodus Ranvier

Untuk menjalankan fungsi selubung mielin, maka akan berhubungan dengan nodus ranvier. Selubung mielin akan ditemukan pada segmen mielin. Daerah akson akan tetap kontak dengan cairan ekstraseluler yang bernama nodus ranvier.

Adanya bagian ini sangat penting karena bisa membantu proses mielinisasi. Pada bagian nodus ranvier memiliki saluran ion yang berfungsi sebagai pengatur masuk dan keluarnya neuron. Sehingga memungkinkan sinyal agar tidak kehilangan kekuatan.

Impuls saraf akan meloncat ke nodus lain. Sehingga transmisi impuls saraf akan berjalan lebih cepat. Fungsi nodus ranvier dan selubung mielin akan memungkinkan impuls saraf bergerak cepat.

Akson yang memiliki mielin akan melakukan potensial aksi. Hal ini melampaui kecepatan daripada akson. Jika mielin merupakan perantara konduksi garam, maka potensial aksi tampak melompat.

Itulah informasi mengenai fungsi selubung mielin dan beberapa mekanismenya. Sehingga selubung mielin akan berperan dalam konduksi listrik pada tubuh seseorang sejak masih janin hingga dewasa.