Seorang Guru SMA di Kota Banjar Meninggal Karena Covid-19

Seorang Guru SMA di Kota Banjar Meninggal Karena Covid-19
Tim petugas saat pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Dipatiukur, Kelurahan Banjar. Dengan bertambahnya seorang guru SMA, maka sampai saat ini jumlah pasien positif yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona menjadi 22 orang. Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Virus Corona di Kota Banjar, Jawa Barat, kembali menelan korban jiwa. Seorang guru SMA di Kota Banjar meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

“Satu lagi warga Banjar yang meninggal dunia karena terpapar virus Corona. Adapun yang meninggal adalah seorang guru di salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Banjar,” ucap Pelaksana Satgas dari Dinas Kesehatan Kota Banjar, Rusyono, Senin (15/3/2021).

Rusyono menambahkan, guru yang meninggal dunia tersebut yaitu seorang laki-laki inisial EH, warga Kelurahan Banjar, Kecamatan Banjar.

Baca Juga : Bertambah Lagi, Satu Orang Warga Banjar Meninggal Akibat Virus Corona

Pasien positif asal Kelurahan Banjar meninggal dunia pada tanggal 14 Maret 2021, sekitar pukul 18.30 WIB, di rumah sakit setelah menjalani perawatan selama 5 hari di RSUD Banjar.

Guru SMA tersebut, lanjutnya, mulai masuk IGD rumah sakit dan menjalani perawatan di ruang ICU Covid sejak tanggal 9 Maret. Pasien sebelumnya terkonfirmasi positif dengan riwayat memiliki penyakit penyerta atau komorbid.

Petugas pun langsung memakamkan pasien positif Corona asal Kelurahan Banjar. “Adapun pemakaman di komplek TPU Dipatiukur, Lingkungan Banjarkolot, Kelurahan Banjar, dengan menggunakan prosedur Covid-19,” katanya.

Ia menambahkan, dengan adanya penambahan satu orang tersebut, sampai saat ini jumlah pasien positif yang meninggal dunia karena terinfeksi virus Corona menjadi 22 orang.

”Jumlahnya sampai sekarang sudah mencapai 22 orang yang meninggal dunia, karena terpapar virus Corona,” imbuh Rusyono.

Sementara itu Kepala SMAN 1 Banjar, H Barnas, membenarkan adanya salah seorang guru di lingkungan sekolahnya, yang meninggal dunia karena terpapar Covid-19.

Menurutnya, almarhum sebelumnya tidak melakukan aktivitas bepergian ke luar kota atau luar daerah. 

Sebagai antisipasi, kata Barnas, pihak sekolah langsung melakukan upaya pencegahan dengan sterilisasi ruangan sekolah. Selain itu, meliburkan aktivitas akademik hingga tiga hari kedepan. 

“Kami meliburkan sementara aktivitas kegiatan sekolah. Semoga pengabdian serta amal baik almarhum diterima di sisi-Nya dan kepergiannya husnul khatimah,” pungkasnya. (Muhlisin/R5/HR-Online)

Editor : Adi Karyanto