Harga Cabe Rawit di Langkaplancar Pangandaran Capai 140 Ribu/Kg

Harga Cabe Rawit di Langkaplancar Pangandaran Capai 140 Ribu
Pedagang sayuran di pasar tradisional Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, menunjukan cabe rawit yang busuk terkena hama. Lantaran pasokan kurang, saat ini harga cabe rawit disana mencapai Rp 140/kg. Foto:Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Harga cabe rawit di sejumlah pasar tradisional Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terus merangkak naik.

Hal ini seiring menurunnya hasil panen cabe dari dari para petani.

Pantauan HR Online, saat ini harga cabe rawit di pasar Langkaplancar mencapai Rp 140 ribu per kilogram.

Para pedagang memprediksi, harga cabe rawit akan terus naik apalagi menjelang bulan ramadan.

Seorang petani cabe rawit asal Langkaplancar Taryana mengatakan, kenaikan harga cabe rawit di pasaran terjadi karena pasokan yang sedikit.

Penyebab utamanya saat ini petani cabe rawit mengalami gagal panen.

“Hampir separuh dari petani cabe mengalami gagal panen yang akibat adanya serangan hama patek alias busuk buah atau biasa disebut layu fusarium,” ujar Taryana, Rabu (17/3/2021).

Serangan hama ini lanjutnya, sering terjadi pada para petani cabe, terutama pada rentan waktu bulan April sampai September.

Namun di tahun ini serangan hama itu sudah dari bulan Januari.

“Bukan hanya pada tanaman cabe saja, cuaca ekstrim seperti sekarang ini akan mempengaruhi terhadap semua jenis tanaman,” imbuhnya.

Sebagai petani tradisional, Taryana mengaku kewalahan dengan adanya serangan hama ini.

Lain halnya dengan para petani profesional yang ketersediaan modal dan persiapan obat-obatan pengendali dan penanganan organisme pengganggu tanaman (OPT) lengkap.

“Bagi petani yang punya jenis obat-obatan untuk pengendali OPT Insyaallah berhasil dan bisa mengendalikan hama dan tentu mereka bisa meraup keuntungan,” paparnya.

Lanjutnya, meski harga cabe rawit di pasar Langkaplancar naik, namun para petani tidak terlalu untung lantaran saat ini banyak tanaman cabe rawit yang mati kena serangan hama. (Enceng/R8/HR Online)

Editor: Jujang