Kamis, Desember 9, 2021
BerandaBerita TerbaruHukum Mencukur Rambut Bayi Dalam Islam Beserta Keutamaannya

Hukum Mencukur Rambut Bayi Dalam Islam Beserta Keutamaannya

Hukum mencukur rambut bayi dalam agama Islam adalah sebuah anjuran. Memotong rambut bayi yang baru lahir juga merupakan tradisi yang masih bisa bertahan.

Etika memotong rambut bayi dalam agama Islam bisa anda terapkan sejak bayi baru lahir. Hal yang demikian itu juga termasuk dalam kebaikan guna menunjukkan iman kita kepada Allah Ta’alla.

Tujuan memotong rambut tersebut adalah membersihkan bayi. Dalam mencukur, tidak bisa kita lakukan dengan sembarangan.

Agama islam selalu mengajarkan kita untuk mengedepankan adab. Nah, meski hanya mencukur, tetapi juga perlu memperhatikan adabnya.

baca juga: Tanda Bayi Cukup ASI, Kenali Ciri-cirinya dengan Mudah dan Tepat

Sebenarnya Bagaimana Hukum Mencukur Rambut Bayi Itu?

Dalam sebuah hadits menjelaskan bahwa:

Sedangkan hadits riwayat Bukhari juga menjelaskan:

Sudah jelas bukan tentang hukumnya itu seperti itu. Lalu, apa maksud dari “buanglah kotorannya” dalam hadits riwayat Bukhari tersebut? Maksudnya adalah memotong rambut bayi anda.

baca juga: Cara Mengobati Batuk Pilek Pada Bayi yang Aman dan Efektif

Perlu anda ketahui bahwa hukum mencukur rambut bayi bisa anda lakukan sebelum maupun setelah aqiqah. Karena memang dasarnya saat tujuh hari adalah sunnah muakad. Baik dari anak-anak laki-laki maupun perempuan.

Waktu Paling Afdhol

Tahukah anda bahwa hukum mencukur rambut bayi itu adalah aqiqah? Biasanya saat aqiqah, rambut anak bayi dipotong bukan? Kebanyakan dari kita, melaksanakan aqiqah itu setelah tiga ataupun tujuh hari kelahiran bayi.

Hal tersebut terdapat dalam Hadits:

baca juga: Fertilisasi In Vitro, Program Bayi Tabung Solusi Untuk Masalah Pernikahan

Cara Melaksanakannya

Tradisi yang sudah menjadi anjuran agama Islam ini jika sudah selesai melaksanakannya, maka selanjutnya adalah mencukur rambut si anak bayi. Anda sebagai orang tua seharusnya sudah paham betul tentang hal ini.

Keutamaan Aqiqah

Setelah anda mengetahui bahwa hukum mencukur rambut bayi adalah sunnah dan anda juga melaksanakannya, maka beberapa keutamaan ini yang akan anda dapatkan.

Mendapatkan Balasan Dari Allah Berupa Pahala

Berbicara tentang pahala, siapa umat Islam diantara kita yang tidak mau untuk mendapatkan pahala? Tidak ada, seseorang yang melakukan perintah Allah dengan lillah dan ikhlas, sudah pasti akan mendapatkan pahala.

Dengan kita melakukan banyak berbuat kebaikan, in syaa Allah akan memberikan ganjaran pahala yang semoga kelak bisa menjadi penolong ke surga-NYa. Allahumma aammiin.

Dapat Menghilangkan Penyakit dan Kotoran

Selain mendapatkan pahala, menjalankan hukum mencukur rambut bayi juga dapat menghilangkan segala penyakit dan kotoran yang terdapat pada anak tersebut. Sebagaimana dalam penjelasan Hadits Riwayat Bukhari di atas.

Menghilangkan kotoran itu merupakan niat dari orangtuanya. Karena termasuk niat terhadap suatu yang baik, biidznillah semoga Allah Ta’alla mengabulkannya.

Meningkatkan Keimanan

Acara aqiqah itu biasanya juga terdapat bacaan ayat suci Al-Quran, shalawat, dan tahlil. Kemudian ada juga tausiyah dari seorang ustadz ataupun ustadzah kepercayaan anda.

Bukankah hal yang demikian itu dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah? Untuk yang melaksanakan caranya, akan mendapatkan pahala dan yang mendengar mendapatkan pahala. Sehingga dapat meningkatkan keimanan.

Sebagai orangtua, hukum mencukur rambut bayi itu seperti kewajiban bagi anda. Mengapa? Karena anak tersebut lahir dari jerih payah usaha dan juga doa terbaik anda.

Sehingga membuat Allah mengabulkannya. Dengan anda melakukan aqiqah, hal ini juga bisa menjadi bentuk rasa syukur anda kepada-Nya.

Karena sunnah Rasul ini menjadi tanggung jawab orangtua, sebisa mungkin laksanakanlah. Karena kelak saat berada di akhirat, semua amalan kita akan ditanya juga dipertanggungjawabkan. Waallahu alam Bisshowaabb.

Semoga penjelasan mengenai hukum mencukur rambut bayi tersebut bisa membantu anda untuk lebih paham tentang pentingnya belajar agama Islam serta menjadi pahala untuk anda yang membacanya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Editor: Muhafid

- Advertisment -