Senin, Agustus 8, 2022
BerandaBerita TasikmalayaKasus Covid-19 Klaster Senam di Tasikmalaya Bertambah Jadi 25 Orang

Kasus Covid-19 Klaster Senam di Tasikmalaya Bertambah Jadi 25 Orang

Berita Tasikmalaya, (harapanrakyat.com),- Kasus covid-19 klaster senam di Desa Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini bertambah menjadi 25 orang.

Sebelumnya berdasarkan tracking Sabtu (6/3/2021), pasien terkonfirmasi Covid-19 kluster senam hanya 21 orang.

Kades Puspahiang Totong Sukmara membenarkan adanya penambahan warga yang terkonfirmasi Covid-19.

Penambahan kasus Covid-19 klaster senam di Tasikmalaya ini terjadi setelah petugas dari Dinas Kesehatan melakukan tracking ke keluarga anggota senam yang positif corona.

“Hasilnya, ada 4 orang anggota keluarga dari anggota senam yang positif Covid-19,” ujar Totong, Senin (8/3/2021).

Saat ini lanjut Totong, mereka yang positif Covid-19 menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing dengan pemantauan ketat Satgas Covid-19 tingkat Desa.

Menurutnya, penyebaran Covid-19 ini bukan hanya lingkup anggota klub senam saja, tapi juga pada anggota keluarga dan masyarakat umum.

“Sehingga siapa saja yang pernah kontak erat mesti menjalani tes swab, agar kasus Covid-19 klaster senam Tasikmalaya bisa tertangani dengan benar,” jelasnya.

Dalam upaya membantu warga yang menjalani isolasi mandiri di rumahnya, pihak Desa terus memberikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan makanan.

“Pihak desa juga terus memantau kondisi kesehatan pasien, alhamdulillah pasien tersebut kondisinya sudah membaik dan hanya menunggu habisnya waktu isolasi,” ungkap Totong.

Sementara itu Atang Sumardi Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mengatakan, untuk mencegah penyebaran Covid-19 klaster senam, pihaknya terus melakukan tracking dengan mereka yang kontak erat.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 21 anggota Klub Senam Sehat di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terpapar virus Corona setelah melakukan perjalanan ke luar kota.

“Kemungkinan mereka terpapar Covid-19 saat berada di luar kota, lantaran saat kegiatan bercampur dengan peserta dari daerah lain,” katanya. (Apip/R8/HR Online)

Editor: Jujang