Kasus Warga Pengidap TB di Cidolog Ciamis Terbilang Aman

Pengidap TB
Kepala Puskesmas Cidolog, Kabupaten Ciamis, H. Teten, menyampaikan bahwa kasus warga pengidap TB di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis terbilang aman. Foto: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Kasus warga pengidap TB (tuberkulosis) di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, saat ini masih tergolong aman. Tercatat pada tahun 2020 terjadi 23 kasus, dan sepanjang tahun 2021 ini sudah ada dua kasus dengan target 38 kasus.

Kepala Puskesmas Cidolog, Kabupaten Ciamis, H. Teten mengatakan, pada peringatan Hari TB Sedunia, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait penyakit tuberkulosis. Karena penyakit ini bisa menyerang siapa saja.

“Oleh karena itu, kader TB yang ada di Puskesmas Cidolog terus bekerjasama dengan kader Posyandu dan PTM Lansia untuk melakukan sosialisasi kepada penderita maupun masyarakat, terkait bahaya penyakit TB,” terangnya, Kamis (25/03/2021).

Biasanya, kata Teten, jika ada warga yang sudah terjangkit TB, maka kader TB akan melakukan tracking terhadap lingkungan sekitar, juga keluarganya. Hal tersebut penting dilakukan untuk memantau seberapa jauh penularan TB.

Apabila ada warga yang terserang batuk lebih dari dua minggu harus segera melakukan pemeriksaan TB. Nantinya akan dipandu oleh kader TB yang sudah terlatih membidangi masalah tersebut.

Baca Juga : Kecamatan Cidolog Ciamis Imbau Warga Terapkan 3M dan Tak Bepergian Wisata

“Selain melakukan tracking, kader TB juga membantu warga melakukan pemeriksaan TB, baik ke Puskesmas maupun ke Rumah Sakit. Itu harus segera dilakukan untuk mengetahui apakah warga terkena TB atau tidak,” jelasnya.

Kematian Akibat TB di Cidolog Ciamis Nol Kasus

Selain itu, kader TB juga berfungsi sebagai motivator dalam sosialisasi TB. Seperti memberikan pengertian tanda dan gejala TB, penyebab, pencegahan penularan. Serta cara minum obat yang teratur bagi warga penderita TB.

“Kasus warga pengidap TB di Cidolog masih aman. Penyakit TB juga bisa disembuhkan, namun penderita harus teratur minum obat selama enam bulan berturut-turut tanpa henti. Hal itu sesuai aturan dokter,” kata Tete.

Jika penderita TB tidak patuh, maka penyakitnya itu tidak akan bisa sembuh. Oleh karena itu pentingnya kader TB supaya terus mengingatkan penderita TB patuh minum Obat.

Teten menambahkan, untuk kasus warga penderita TB di wilayah Kecamatan Cidolog banyak yang sudah sembuh, dengan nol kasus kematian. Pasalnya, kebutuhan obat sekarang lebih mudah, di PKM sudah tersedia sehingga tidak harus ke Rumah Sakit.

Meski begitu, pemantauan terus dilakukan, sebab penyebaran TB sangat mudah, dan siapa saja bisa tertular. Tetapi, kalau bisa menjaga pola hidup bersih setiap hari, maka TB dapat terhindarkan. (Es/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah