Kisah Perjalanan Hidup Justin Bieber yang Jarang Orang Ketahui

Justin Bieber

Berita Hiburan, (harapanrakyat.com),- Kisah perjalanan hidup Justin Bieber yang belum banyak orang ketahui.

Siapa yang tidak mengenal Justin Bieber, seorang penyanyi dan penulis terkenal yang berasal dari Kanada, Amerika Utara.

Ia memiliki kemampuan menulis dan menciptakan puluhan lagu, sehingga membuatnya populer sebagai penyanyi sejajar dengan musisi kelas dunia di usia muda.

Perjalanan Hidup Justin Bieber

Lahir Tanpa Ayah dan Lahir dari Ibu yang Menderita

Lahir 1 Maret 1994 di Stratford, Ontario, Kanada, yang memiliki nama lengkap Justin Drew Bieber mengalami masa kecil tidak menyenangkan.

Anak dari pasangan Jeremy Bieber dan Pattie Mallette tersebut lahir tanpa ayah yang mendampinginya.

Selain itu, Mallette ketika mengandung Bieber menderita depresi.

Karena Ia mengalami peristiwa pelecehan berulang kali saat usia remaja oleh orang-orang terdekatnya.

Perceraian orang tuanya juga menjadi penyebab dan membuatnya masuk ke dunia malam. Bahkan sampai-sampai ia nekad mengkonsumsi dan menjadi pecandu minuman.

Kejadian lain yang lebih tragis menimpa Mallatte adalah percobaan bunuh diri menjelang kehamilannya.

Hal ini terungkap dari buku yang berjudul” Nowhere but Up: The Story’ of Justin Bieber”.

Tinggal di Rumah Penuh Tikus dan Diejek Teman-temannya

Kisah perjalanan hidupnya yang menarik adalah menempati rumah yang penuh tikus.

Kala itu, Justin Bieber bersama ibunya  tinggal di flat yang sempit dan menjadi sarang tikus.

Kebutuhan makan sehari-hari tidak mencukupi dan harus berdiet.

Kemudian sehari-harinya hanya makan makaroni dan keju untuk mengisi perutnya yang kosong.

Terkadang pula ia harus mengurus keperluannya sendiri ketika ibunya sedang sakit.

Selain kehidupannya yang serba kekurangan, ia juga sering menerima ejekan dan sindiran yang mengintimidasi dirinya dari teman-temannya sekolahnya.

Temannya selalu menyindir memiliki seorang ayah pelaku criminal tas dan langganan keluar masuk penjara.

Dahulu ayah Justin Bieber, yaitu Jeremy Bieber, sering berurusan dengan polisi, karena mempunyai catatan kriminal.

Perilaku ayahnya membuat sang kakek menjauhkan Justin Bieber dari Jeremy, sebab  ia khawatir Justin khawatir terpengaruh oleh pergaulan Jeremy.

Walaupun jauh dari Jeremy, tetapi Justin memakai Jeremy di belakang namanya sebagai penghargaan.

Menjadi Pengamen Jalanan dan Ikut Lomba Menyanyi

Karier Justin Bieber yang terus meningkat hingga mencapai puncak keemasan, dilatarbelakangi masa kecil yang sudah mengenal musik.

Menginjak umur 6 tahun, ia mulai bekerja sebagai penyanyi jalanan sekedar membantu ekonomi keluarga.

Kegigihannya dalam mengamen mendorongnya mencintai dunia musik.

Sekian lama menjalani profesi sebagai pengamen, akhirnya ia mencoba mengadu nasib mengikuti ajang lomba menyanyi dengan lagu berjudul So-Sick yang akhirnya meraih juara 2.

Kepiawaiannya bermusik makin bersinar sesudah sang ibu mengabadikannya dalam sebuah rekaman video.

Awal Karir dan My World

Awal karir menjadi publik figur setelah videonya yang berisi rekaman lagu saat mengikuti lomba menyanyi tersebut viral di media sosial YouTube.

Unggahan rekaman video tahun 2008 itu mampu  menarik perhatian manajer ajang pencarian bakat bernama Scooter Braun.

Mantan marketing eksekutif So So Def Record mengajak masuk Justin ke dapur rekaman untuk menyanyikan beberapa demo lagu.

Usher tertarik melihat kemampuan Justin bernyanyi. Kemudian ia bekerjasama dengan Scooter Braun lewat perusahaan Raymond Braun Media grup

Darisinilah kemudian ia mengikuti audisi. Dan Antonio, produser sekaligus CEO Island record , menyaksikannya secara langsung.

Karena penampilan Justin yang memukau, record Island pun langsung mengkontraknya dengan album My World.

Scooter Braun kemudian menjadi manajernya dan ikut menemani perjalanan karir Justin hingga sukses.

Tawaran tampil di beberapa ajang bergengsi mulai berdatangan, salah satunya tampil bersama Stevie Wonder.

Ketika itu, mereka berdua mengisi acara natal di Gedung Putih, dan menyanyikan lagu My World 2.0 yang disiarkan langsung oleh Tunner Network Television.

Album Lagu dan Prestasi

My World yang rilis 17 November itu merupakan album pertama Justin Bieber.

Album tersebut yang menghantarkannya ke puncak kesuksesan.

Bahkan, beberapa singlenya meraih top 40 Billboard hot 100.

One Time, One Less Lonely Girl, Love Me dan Favorit Girls adalah deretan single populer milik Justin Bieber di albumnya yang pertama.

Album kedua berjudul My World 0.2  tahun 2010 juga meraih kesuksesan yang terjual 283.000 copy.

Berkat album kedua ini pula, Justin Bieber mendapatkan predikat penyanyi termuda di Amerika Serikat.

Single-single lagunya yang  meraih popularitas tersebut berasal dari gaya bermusik Justin Bieber, yakni genre pop.

Ciri khas suara Justin Bieber yang sopran dan sengau, lalu berubah-ubah menjadi tenor sebagai penyanyi dewasa, membawanya sukses dan meraih ketenaran.

Namun dalam bernyanyi, ia juga memasukan elemen R&B tahun 2010, yang kemudian menghantarkannya meraih banyak penghargaan dan prestasi music.

Tahun 2016, ia mengeluarkan single berjudul Company. Dan masih banyak lagi single maupun album Justin Bieber yang terkenal lainnya.

Dari deretan lagu tersebut lagu, Baby yang berduet dengan Ludacris tahun 2009, membawanya ke puncak ketenaran.

Di usia yang kala itu masih 15 tahun, sudah mampu mencapai puncak kejayaan dan kekayaannya meroket hingga U$$ 5 juta.

Kemudian sederet prestasi penghargaan pun telah berhasil ia raih. Ia beberapa kali memenangkan berbagai penghargaan, termasuk American Music award 2010 dan 2012.

Selanjutnya, penghargaan Grammy Award sebagai best dance recording untuk lagu Sheila Are O Now.

Dan padatahun 2016, Bieber menjadi artis pertama yang meraih 10 miliar penonton di Vevo.

Berbisnis dan Duta Produk

Justin Bieber tidak hanya berkarir di bidang musik dan film. Tahun 2010, ia memulai terjun ke dunia bisnis dengan mempromosikan produk krim wajah.

Kemudian di produk lain, ia mencoba memproduksi lini cat kuku dengan merk The One Less Lonely Girl Collection.

Produk lini cat kuku tersebut laris di pasaran dalam waktu 2-3 bulan.

Semenjak itulah, ia mulai membangun bisnis baru, bermitra dengan StartShop membuat aplikasi belanja tahun 2015.

Parfum juga menjadi sasaran berikutnya dalam berbisnis.

Tidak tanggung-tanggung, ia memproduksi 4 merk parfum sekaligus.

Antaralain parfum Someday 2011, marcy’s, lalu parfum Girlfriend tahun 2012, selanjutnya parfum The Key 2013 dan parfum Justin Bieber Collection tahun 2014.

Kehidupannya Penuh Kontroversi

Setelah berhasil meraih kesuksesan dengan segudang prestasi dan penghargaan, ada banyak  kegiatan-kegiatan yang  mendatangkan pro dan kontra.

Salah satu kontroversi Justin Bieber yang populer, yakni tuduhan seorang wanita yang mengajukan tuntutan hukum pada Justin bahwa ia ayah dari anak yang di kandungnya.

Skandal lain yang membuatnya makin ngetop di dunia hiburan, yaitu tuduhan pengaruh minuman saat mengemudi hingga peristiwa pemakaian ganja.

Hubungannya dengan Selena Gomez sering menimbulkan kontroversi. Kemudian momen pembatalan konser tahun 2017 tanpa alasan jelas dan tiba-tiba.

Hijrah dan Nikah Muda

Dengan berpenghasilan U$$ 265 juta pada tahun 2018, Justin mendadak menjadi milyarder.

Konser sekaligus tur keliling dunia dan jutaan copy hasil penjualan album merupakan  sumber penghasilannya.

Popularitasnya yang datang begitu cepat dan mempunyai kekayaan yang banyak membuatnya menjadi depresi.

Tahun 2017 awal, Justin meninggalkan dunia music kemudian memutuskan untuk hijrah.

Kebiasaan baru mulai tampak setelah hijrah dan mencoba menghilangkan kebiasaan lamanya dengan menikah muda.

Keputusan menikah di usia muda itu ia putuskan sesudah bertemu dengan Halley di sebuah gereja.

Halley adalah teman sejak kecil sekaligus penggemar Justin. Pertemuan tahun 2018 pada sebuah konferensi agama di Miami awal dari hubungan jalinan kasih antara mereka.

Bulan September 2018, mereka memutuskan membangun rumah tangga dengan mengikat sebuah ikatan suci pernikahan.

Itulah kisah perjalanan hidup Justin Bieber yang mungkin belum banyak orang ketuahui. (Deni/R4/HR-Online)

Editor : Deni Supendi