Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Mendapat Perintah saat Isra Miraj

Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Mendapat Perintah Saat Isra Miraj
Foto : Boombastis.com

Setiap tahun umat Islam merayakan Isra Miraj yang jatuh tanggal 27 Rajab tahun 621 M, yaitu 3 tahun sebelum hijrah. Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah shalat 5 waktu dalam sehari dari Allah SWT.

Kisah Miraj Nabi Muhammad SAW

Asal-usul Isra Miraj bermula saat nabi Muhammad SAW, melakukan kebiasaan sebelum melaksanakan shalat tahajud di sepertiga dengan tidur lebih awal.

Setelah tidur sebentar, Nabi Muhammad mengunjungi Ka’bah, tetapi ketika itu Nabi merasa mengantuk hingga terlelap tidur.

Ketika sedang tidur inilah, malaikat Jibril datang membangunkan sampai 3 kali.

Kemudian, Malaikat Jibril mengajak keluar rumah untuk pergi melakukan perjalanan jauh  melaksanakan Isra Miraj dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

Kisah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Mendapat Perintah Shalat 5 Waktu

Buraq, Kendaraan Nabi Muhammad saat Isra Miraj

Peristiwa Isra Miraj merupakan perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha.

Saat melakukan perjalanan ini Nabi SAW Menempuh dengan mengendarai Buraq.

Allah SWT mendatangkan Buraq langsung dari surga.

Buraq berasal dari kata barqu yang berarti kilat dan Al-Qur’an telah menyebutkan kata Buraq beberapa kali.

Buraq memiliki kecepatan yang tinggi melebihi kecepatan cahaya.

Perjalanan yang jauh dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha, Nabi menempuhnya dalam waktu 1 jam.

Kecepatan buraq seperti kilat yang merupakan salah satu tanda kebesaran Allah SWT.

Buraq adalah nama hewan berwarna putih dan ukurannya lebih kecil dari keledai, kemudian di kepalanya terdapat satu tanduk.

Selain itu, buraq memiliki tubuh panjang, tingginya melebihi keledai dan lebih kecil dari baghal.

Lalu telinganya bergelombang atau bergerigi seperti kilat dan mempunyai kaki empat.

Perjalanan Isra Miraj dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha

Sebelum sampai ke Masjidil Aqsha, Malaikat Jibril bersama nabi menyempatkan diri untuk istirahat melakukan shalat di beberapa tempat, salah satunya shalat 2 rakaat di Madinah.

Selain itu, mereka menyempatkan diri shalat sunnah 2 rakaat di Huur, Sina, tempat Nabi Musa AS berbicara langsung dengan Allah SWT.

Kemudian berhenti di Baitul Lahm, tempat Nabi Isa lahir untuk melakukan shalat sunnah 2 rakaat.

Mengalami Beberapa Peristiwa Penting ketika Isra Miraj

Sepanjang perjalanan menuju dari Masjidil Aqsha ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW mengalami beberapa peristiwa  penting.

Antaralaun yaitu melihat sekelompok orang yang bercocok tanam lalu memanennya.

Kemudian melihat sekelompok orang yang memukul kepala sampai pecah dan kepala tersebut utuh kembali.

Nabi Muhammad SAW saat melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis bersua dengan orang-orang yang mengumpulkan kayu bakar dan mengikatnya.

Peristiwa lainnya, Nabi Muhammad melihat wanita yang memakai perhiasan, bahkan ia juga melihat orang saling menggunting lidah dan bibir dengan gunting besi.

Nabi SAW juga melihat orang dengan perut sangat besar, sehingga sukar berjalan.

Bahkan, Nabi juga melihat orang memotong lidahnya sendiri, kemudian lidah yang terpotong tersebut tersambung kembali.

Bertemu Nabi Lainnya

Kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang menarik lainnya, yaitu usai shalat. Ketika itu, Nabi SAW melakukan perjalanan ke Baitul Maqdis.

Kemudian sampai di sana, beberapa nabi menyambutnya dengan hangat, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Isa, hingga Nabi Musa.

Pertemuan tersebut Allah SWT telah merencanakannya, lalu mereka melaksanakan shalat berjamaah dengan Nabi Muhammad SAW sebagai imam shalat.

Namun, pertemuan dengan beberapa nabi terus berlanjut, yakni ketika akan melakukan perjalanan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha.

Di langit pertama, Nabi Muhammad bertemu dengan Adam, di langit kedua bertemu Nabi Isa, lalu di langit ketiga berjumpa dengan Nabi Yusuf.

Kemudian di langit keempat, bertemu dengan Nabi Idris.

Setelah itu, di langit kelima, bertemu dengan Nabi Harun, dan di langit keenam, bertemu Nabi Musa.

Perjalanan Nabi Muhammad SAW menuju Sidratul Muntaha berakhir setelah berada di langit ketujuh.

Saat sampai di langit ini, Nabi bertemu dengan Nabi Ibrahim.

Perintah Mendirikan Salat

Sepanjang perjalanan Isra Miraj, Malaikat Jibril selalu menemani. Tetapi ketika hendak menuju ke Sidratul Muntaha, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan sendiri.

Ketika tiba di langit tertinggi, Sidratul Muntaha, Rasulullah SAW mendapatkan perintah dari Allah SWT untuk mendirikan shalat 50 kali dalam sehari.

Setelah itu, kembali di tempat Nabi Musa, Rasulullah elihat  datang Musa kemudian bertanya  apakah sudah menanyakan hal tersebut kepada umat-Nya.

Rasulullah menjawab pertanyaan dari Musa, lalu ia menghadap kembali ke Allah SWT untuk meminta keringanan.

Mendengar permintaan Rasulullah, Allah SWT akhirnya memberi keringanan kewajiban shalat menjadi lima kali sehari.

Itulah ulasan singkat kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW mendapat perintah saat Isra Miraj. (Deni/R4/HR-Online)

Editor : Deni Supendi