Rabu, Desember 8, 2021
BerandaBerita TerbaruKue Gapit Khas Cirebon, Camilan Unik yang Tak Lekang Oleh Zaman

Kue Gapit Khas Cirebon, Camilan Unik yang Tak Lekang Oleh Zaman

Kue gapit khas Cirebon merupakan salah satu jenis makanan ringan yang mempunyai beragam bentuk serta rasa. Makanan ringan ini dapat menjadi rekomendasi oleh-oleh saat anda berkunjung ke kota udang ini. Kue gapit terbuat dari tepung tapioka dengan bentuk hampir sama kue simping.

Perbedaan keduanya adalah jika kue simping mempunyai diameter lebih lebar serta tipis. Sedangkan untuk kue gapit memiliki diameter yang lebih kecil serta tebal.

Selain itu, camilan khas Cirebon ini memiliki rasa yang gurih dan renyah. Pada awalnya, kue kering ini memiliki varian rasa kelapa.

Akan tetapi, dengan seiring berjalannya waktu, para pembuat kue gapit pun berinovasi dan memberikan varian lain, yakni keju, kacang, serta rasa bawang.

Cita Rasa Kue Gapit Khas Cirebon

Tidak hanya populer sebagai kota udang, Cirebon juga kaya akan ragam kuliner khas. Maka tidak heran jika banyak wisatawan yang berkunjung ke kota ini tertarik untuk mencicipi berbagai kuliner yang ada.

Baca Juga: Kue Balok Bandung, Jajanan Khas Pasundan yang Semakin Viral

Selain wajib mencicipi nasi jamblang, nasi leko, serta empal gentong, terdapat jenis kuliner lain yang sayang untuk anda lewatkan saat berlibur ke kota Cirebon.

Kuliner khas Cirebon tersebut adalah kue gapit. Jenis kue kering ini cukup mudah anda temukan di berbagai toko oleh-oleh khas Cirebon.

Makanan ringan ini biasa tersedia dalam kemasan plastik berukuran 1 kilogram serta 2 kilogram. Harganya pun relatif terjangkau.

Camilan ini sangat cocok untuk anda nikmati dengan segelas kopi. Bagi masyarakat Cirebon, biasa menyebutnya sebagai camilan saat melekan atau ngumpul bersama pada acara hajatan.

Baca Juga: Tempat Makan Enak di Bandung dengan Menu Khas, Ini Rekomendasinya

Camilan Khas Cirebon yang Tak Lekang Oleh Waktu

Kue gapit khas Cirebon ini sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Mengenai sejarahnya, masyarakat Cirebon pun tidak ada yang bisa menjelaskan secara pasti.

Akan tetapi, camilan khas ini sudah ada secara turun-temurun. Awal mulanya, para pembuat kue gapit menjual kuenya ke pasar tradisional. Namun saat ini, kue kering khas Cirebon ini dapat anda temukan dengan mudah di berbagai toko oleh-oleh khas Cirebon.

Para pembuat kue gapit masing-masing mempunyai pangsa pasar tersendiri. Baik pada pasar tradisional ataupun toko modern. Bahkan pemasaran kue kering ini telah sampai ke luar kota.

Terutama saat musim liburan tiba, permintaan akan kue gapit khas Cirebon mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Selain itu, menjelang lebaran, produksi serta pesanan pun melonjak cukup pesat.

Baca Juga: Kuliner Malam Bandung Paling Populer dan Khas Murah, Wajib Dicoba!

Jika saat hari-hari biasa, produksi kue hanya sekitar 10kg serta tergantung pesanan. Namun jika musim liburan serta lebaran, produksi bisa mencapai 25kg per hari.

Proses Pembuatan Kue Gapit Khas Cirebon

Makanan ringan khas Cirebon ini terbuat dengan proses pemanggangan. Lalu dijepit menggunakan besi baja. Kue ini berbentuk pipih dengan diameter kecil serta memiliki motif kotak kecil. Ciri khas makanan ini memiliki cita rasa gurih dengan berbagai varian toping sebagai pelengkapnya.

Sesuai pernyataan dari salah satu produsen, menyebutkan bahwa kue gapit adalah salah satu makanan khas Cirebon yang cukup unik dalam proses pembuatannya.

Kue kering ini terbuat dari adonan tepung, aci, garam, kelapa, dan juga dengan tambahan bumbu rempah lainnya. Proses pembuatannya pun masih sangat tradisional.

Adonan yang sudah dibuat selanjutnya dimasukkan ke dalam sebuah panggangan yang terbuat dari kotak berukuran kecil. Pada umumnya, dalam satu kotak pangganan berisi 16 adonan kecil kue gapit. Proses berikutnya, panggangan yang terdiri dari dua sisi tersebut, kemudian berpadu.

Dengan menekan adonan-adonan tersebut hingga benar-benar pipih, maka hal inilah yang melatarbelakangi camilan khas Cirebon ini bernama kue gapit. Prosesnya dijepit atau digapit dengan menggunakan dua sisi pangganan.

Selanjutnya adonan yang sudah berada dalam penjepit dibolak-balik dengan cepat agar tidak mudah gosong. Dalam proses pemanggangan tidak perlu waktu lama, kue kering ini pun sudah matang.

Kue gapit yang matang sempurna akan terasa renyah. Namun jika melempem, hal ini berarti proses pemanggangan kurang lama dengan proses bolak-balik yang belum sempurna.

Agar dapat menikmati kerenyahan kue gapit khas Cirebon, anda bisa membelinya dengan harga Rp. 25.000 per kilogram untuk rasa bawang dan rasa kacang. Sedangkan untuk varian rasa kelapa, dapat anda beli dengan harga Rp. 20.000 per kilogram. (R10/HR-Online)

Editor: Dadang

- Advertisment -