Makanan Penyebab BAB Berdarah dan Faktor Pemicu Lainnya

makanan penyebab bab berdarah
Kenali makanan penyebab bab berdarah. Foto: Ist/Net

Menghindari konsumsi makanan penyebab BAB berdarah memang bisa mencegah gangguan ini. Namun hal itu juga bisa terjadi karena berbagai faktor. Baik karena suatu penyakit maupun perubahan kondisi dalam saluran pencernaan.

Feses yang memiliki warna berbeda dari biasanya memang merupakan suatu pertanda kondisi tertentu. Meskipun tak selalu mengindikasikan penyakit kronis, namun mengenali perubahan feses ketika BAB (buang air besar) sudah semestinya kita lakukan sejak awal.

Seringkali feses ketika buang air besar juga disertai dengan darah atau berwarna merah. Hal tersebut umumnya terjadi karena adanya reaksi akibat konsumsi makanan pedas.

Makanan pedas adalah salah satu jenis makanan penyebab BAB berdarah. Meskipun dapat sembuh dengan sendirinya, akan tetapi hal tersebut akan membuat kondisi yang tidak nyaman saat BAB.

Namun jika BAB berdarah terus berlanjut, ada kemungkinan hal tersebut adalah gejala dari suatu penyakit tertentu. Untuk itu Anda sebaiknya memeriksakannya ke dokter.

Baca Juga : Diare pada Bayi, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Penyakit dan Makanan Penyebab Bab Berdarah

Sebelum panik dan menjadi khawatir akibat mengalami BAB berdarah, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu apa saja yang bisa menjadi penyebab dari hal tersebut.

Umumnya, BAB yang berdarah dapat terjadi akibat kebiasaan sehari-hari, seperti mengonsumsi makanan penyebab BAB berdarah. Namun, BAB berdarah juga bisa mengindikasikan berbagai penyakit lainnya.

Nah, berikut adalah beberapa faktor yang bisa menyebabkan terjadinya BAB berdarah tersebut. Baik karena makanan maupun faktor lainnya.

Hemorrhoid

Hemorrhoid adalah benjolan yang muncul akibat terjadinya peradangan dan pembengkakan pembuluh darah vena pada anus. Hal ini menyebabkan buang air besar berdarah yang sering terjadi. Masyarakat mungkin lebih mengenalnya dengan nama wasir atau ambeien.

Dalam banyak kasus, ambeien bisa muncul akibat kebiasaan ngeden yang terlalu keras saat buang air besar. Terutama pada saat sembelit, feses akan terasa keras sehingga Anda harus ngeden lebih keras dari biasanya.

Tekanan yang terlalu kuat saat BAB akan membuat pembengkakan pada pembuluh darah dalam rektum dan anus. Apalagi jika saat bersamaan tekstur feses juga sedang kering dan keras, maka risiko BAB berdarah juga semakin tinggi.

Baca Juga : Penyebab Penyakit Disentri, Gejala dan Cara Mengobatinya

Fisura ani

Gangguan ini adalah kondisi robek atau terlukanya jaringan mukosa yang melapisi anus. Umumnya ini terjadi pada saat mengalami sembelit kronis akibat kesulitan mengeluarkan feses yang kering dan keras.

Dorongan feses keras yang kita lakukan secara terus menerus dapat merobek anus dan menyebabkan perdarahan. Selain menjadi penyebab BAB berdarah, kondisi ini juga menjadi penyebab anus terasa gatal, nyeri, dan tidak nyaman.

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

Selain karena makanan penyebab BAB berdarah, kondisi ini juga bisa terjadi akibat penyakit tertentu. Seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa yang termasuk jenis Inflammatory bowel disease.

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah istilah untuk peradangan pada usus akibat penyakit autoimun. Jenis penyakit Inflammatory bowel disease yang paling umum adalah penyakit Crohn dan kolitis ulserativa.

Ulkus Lambung

Penyakit ini adalah kondisi ketika lapisan lambung sedang terluka. Penyebab dari kondisi ini bisa berasal dari asam lambung yang tinggi akibat kebiasaan merokok, stres, hingga infeksi bakteri.

Gejala dari kondisi ini, selain mengalami BAB berdarah, juga sering dengan sakit perut kambuhan.

Baca Juga : Beragam Penyebab Susah BAB yang Sering Tak Disadari

Polip Usus

Jenis gangguan usus berupa benjolan kecil pada sepanjang lapisan dalam usus besar yang berbentuk tangkai yang tumbuh. Kebanyakan benjolan ini bersifat jinak. Namun jika kita biarkan membesar akan menyebabkan BAB berdarah hingga menjadi kanker usus besar.

Beberapa orang yang berisiko tinggi menderita gejala ini yakni para perokok aktif, memiliki berat badan berlebih, maupun memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa.

Konsumsi Makanan Pedas

Makanan penyebab BAB berdarah terutama dari jenis yang pedas. Jika hanya terjadi sesekali saja, hal tersebut bisa menjadi reaksi akibat mengonsumsi makanan pedas.

Makanan pedas memang merupakan salah satu yang paling umum menyebabkan gangguan ini. Namun BAB berdarah tidak selalu mengindikasikan penyakit kronis yang berbahaya.

Ada beberapa gejala yang dapat menyertainya. Seperti timbulnya rasa panas pada bagian ulu hati, asam lambung naik, sakit perut dan tenggorokan, diare, hingga keluar keringat yang berlebihan.

Namun jika gejala tersebut terjadi secara terus menerus Anda sebaiknya berkonsultasi secara langsung dengan dokter yang bisa menanganinya. Apalagi jika kondisi ini dengan sakit perut dan anus yang semakin memerah.

Itulah berbagai hal terkait makanan penyebab BAB berdarah maupun karena kondisi lainnya yang sebaiknya Anda waspadai. Mengenal gejala yang timbul sejak dini berguna untuk penanganan yang cepat dan tepat. (R11/HR-Online)

Editor : Eva Latifah