Marasi, Buah Buruan Anak-anak Pangandaran yang Bisa Menyulap Rasa

Marasi buah pangandaran
Buah Marasi yang ditemukan di pinggir sungai Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Foto: Ceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Kaya akan manfaat serta rasanya yang enak membuat buah kecil ini menjadi buruan anak-anak di Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, buah kecil itu adalah Marasi.

Berburu Marasi sudah dikenal anak-anak sejak dulu. Warga Langkaplancar sudah tidak asing lagi dengan rasa buah ini. Kandungan Curculin yang terkandung di dalam buah Marasi dapat mengubah rasa minuman atau makanan.

Tatang, salah seorang warga Langkaplancar mengatakan, selain kaya manfaat, buah Marasi juga bisa memanipulasi rasa. Karena itu buah Marasi sampai sekarang masih menjadi buruan anak-anak.

“Jika mengonsumsi lemon yang rasanya asam juga akan terasa manis. Apalagi jika minum air putih tawar akan terasa seperti air putih tawar maka akan terasa manis seperti dicampur air sirup,” ucapnya.

Setelah mengonsumsi buah Marasi, Curculin yang terkandung dari buah kecil tersebut akan bertahan selama kurang lebih 35 sampai 40 menit. 

Marasi juga bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit. Banyak yang merakini Marasi bisa mengobati sakit ginjal, mengobati sakit kepala, mengobati sakit perut dan penyakit lainnya.

Pohon Marasi memiliki tinggi sekitar 40 sampai 50 centimeter dan biasa tumbuh di daerah yang lembab.

“Marasi memiliki bentuk yang indah, daun yang panjang dengan bunga warna kekuningan, jadi tak heran jika banyak orang yang menanamnya di pot untuk dijadikan tanaman hias,” paparnya.

Meski banyak masyarakat yang mencari pohonnya untuk dijadikan tanaman hias, namun di sekitar lereng gunung dan pinggir-pinggir sungai di Pangandaran buah Marasi masih gampang ditemukan.

“Bagi orang yang belum mengetahui banyak akan manfaat buah Marasi yang bisa mengubah rasa, pasti akan merasa aneh. Karena jika ia meminum air tawar sekalipun akan terasa sangat manis setelah mengonsumsi buah ini,” pungkasnya. (Enceng/R7/HR-Online)

Editor: Ndu