Marvin Hagler Petinju Legendaris Meninggal Dunia

Marvin Hagler
Foto : TMZ.com

Berita Olahraga, (harapanrakyat.com),- Berita duka datang dari dunia tinju legenda tinju kelas menengah, Marvin Hagler telah berpulang. Ia tutup usia pada 14 Maret 2021 di usia ke 66 tahun, ia meninggal di rumah adat yang terletak di New Hampshire.

Di dunia tinju, sosok Marvin Hagler ini terkenal sebagai Legenda Tinju yang penuh dengan presatsi gemilang. pada tahun 1980 hingga 1987 saja, ia mendapatkan gelar legenda dimana ia menguasai seluruh sabuk yang tersedia waktu itu.

Marvin Hagler berhasil merebut sabuk juara WBC, WBA, dan The Ring pada 27 September 1980. Tiga tahun setelahnya, ia kemudian berhasil kembali melengkapi prestasinya dengan keberhasilan merebut sabuk juara IBF.

Sedikitnya sebanyak 12 kali Marvin Hagler ini berhasil merebut sabuk kejuaran bahkan ia berhasil mempertahankan kesuksesannya di tahun-tahun setelahnya.

Sudah deretan nama petinju pernah ia tumbangkan dalam arena pertandingan, seperti petinju legendaris Roberto Duran hingga Thomas Hearns.

Bahkan hingga masa pensiunnya, ia sudah menang sebanyak 78 persen dari total pertandingan yang pernah ia ikuti. Hal ini merupakan proporsi kemenangan tertinggi semua petinju yang mampu menjadi juara dunia di kelas menengah.

Dengan segudang prestasinya tersebut, maka kabar duka ini merupakan sebuah kabar duka mendalam bagi dunia tinju. Mengingat nama Marvin Hagler begitu harum dan menjadi idola para penggemar tinju.

Biografi Marvin Hagler

Lahir dengan nama lengkap Marvin Nathaniel Hagler pada 23 Mei 1954, ia kemudian akrab dengan sapaan Marvin Hagler.

Selain petinju hebat, ia juga merupakan seorang aktor film Amerika sejak tahun 1973. Ia merupakan seorang dari kebangsaan Amerika dengan tinggi badan mencapai 191 cm.

Sepanjang perjalanannya di dunia tinju, ada sebanyak 67 kali pertandingan yang pernah ia ikuti dan dari ke 67 tersebut 62 kali ia memperoleh kemenangan.

Hagler merupakan pemegang juara terpanjang ketiga dalam sejarah dunia tinju dengan 12 pertahanan secara berturut-turut yang pernah ia dapatkan.

Karena merasa begitu kompeten di dunia tinju pada tahun 1982, ia sempat merasa kesal dengan penyiar yang sering memanggilnya tidak dengan panggilan “Luar Biasa” seperti bintang tinju pada umumnya. Oleh karena itu ia kemudian mengubah namanya menjadi Marvin Hagler Luas Biasa.

Semasa hidupnya, Marvin menikah sebanyak dua kali. Dari pernikahan pertamanya ia memiliki 5 orang anak, dan pada pernikahan keduanya ia menikahi seorang dari kewarganegaraan Italia.

Saudara laki-laki Marvin Hagler, Robbie Sims juga merupakan seorang petinju, ia merupakan seorang petinju kidal. Keluarga Hagler sendiri memang mendukungnya untuk berkarir di dunia tinju.

Karir Marvin Hagler

Pemilihan karir sebagai seorang petinju ini bukan tanpa alasan. Ia memilih menjadi seorang petinju lantaran ada ingatan pahit, yakni pada 1969 ia jadi korban penganiayan petinju lokal di jalanan.

Kemudian keesokan harinya ia mulai berlatih tinju di sebuah gym dengan Goody Petronelli sebagai pelatih sekaligus manajernya.

Untuk dapat mengikuti pertandingan tinju, setiap peserta harus berusia lebih dari 16 tahun. Kemudian Hagler berbohong dengan mengatakan bahwa ia lahir pada 1952 bukan 1954 demi bisa mengikuti pertandingan pertamanya.

Bahkan fakta ini baru terungkap pada 1982 ketika ia hendak mengganti namanya menjadi Marvin Hagler yang Luar Biasa.

Di tahun-tahun awal perjuangannya, ia harus berlatih keras dan menemukan lawan dalam pertandingannya untuk dapat memperoleh gelar kejuaraannya.

Seorang Promotor Boston Rip Valenti menjadi peminatnya yang kemudian menjadi awal karirnya. Promotor itu kemudian memasukan lawan peringkat teratas untuk bertarung dengan Hagler.

Lawan pertamanya itu bukan kaleng-kaleng, seorang peraih Medali Emas pada Olimpiade 1972, Sugar Ray Sales dan saat itu Hagler menang untuk pertama kalinya.

Pada tahun 1979, ia harus bertanding melawan Juara Dunia kelas menengah, Vito Antuofermo dan Caesars Palace di Las Vegas, Nevada.

Dalam pertandingan tersebut, hasilnya imbang, meskipun sebelumnya telah terjadi perdebatan.

Pada pertandingan tersebut, Antuofermo harus kehilangan gelar kejuaraan dunianya yang kemudian Alan Minter ambil alih dan Marvin Hagler yang meraih gelar keduanya.

Sebelumnya, Minter menganggap remeh dan mengatakan bahwa “tidak ada pria kulit hitam yang akan mengambil gelar yang dimilikinya”.

Perkataan tersebut lantas membuat Hagler menjadi dominan dalam pertandingan. Sampai Hagler dan pelatihnya harus mendapatkan pengawalan polisi ketika pertandingan usai. Tidak selesai pada pertandingan itu, pembuktian Hegler terhadap semua orang.

Sepanjang perjalanan karirnya di dunia tinju, Hagler merupakan seorang petinju yang sibuk dengan total 50 pertandingan selama 7 tahun dan ia mendapatkan gelar Juara Dunia Kelas Menengah.

Karena prestasi gemilangnya, tidak sedikit juga petinju-petinju baik yang telah memiliki peringkat kejuaraan maupun petinggi pemula yang tertarik untuk bertanding dengannya.

Pada beberapa saat Marvin Hagler memiliki penantang, setidaknya 11 orang dari juara dunia dan banyak lagi petinju pemula. Namun tantangan demi tantangan berhasil ia hadapi tanpa memberikan rasa kecewa.

Hegler selalu berhasil memenangkan pertandingan demi pertandingan dan mampu mempertahankan gelarnya.

Prestasi Marvin Hagler

Pada tahun 2002, Majalah The Ring menobatkannya sebagai petarung terhebat ke-17 dalam 69 tahun terakhir. Sedangkan pada 2001 hingga 2004 ia juga mendapatkan penobatan dari Majalah The Ring ini sebagai kelas menengah terbesar keempat di sepanjang masa.

Tidak hanya itu, Organisasi Penelitian Tinju Internasional menilai bahwa Hagler merupakan Kelas Menengah terbesar ke-6 sepanjang masa.

Bahkan dengan banyaknya prestasi yang pernah ia raih, tak sedikit penulis dan analis yang mengungkapkan bahwa Hagler merupakah salah satu manusia yang memiliki dagu paling tahan lama dalam sejarah tinju.

Ia hanya sekali roboh selama ia menjalani karir profesionalnya, sementara Knockdown yang pernah ia cetak hingga kini masih jadi perdebatan.

Dengan sejumlah torehannya, selain mengganti nama sendiri menjadi Marvin Hagler Luas Biasa, ia juga mendapatkan beberapa gelar nama.

Box Illustrated memberikan nama Fighter of Decade pada tahun 1980. Asosiasi Penulis Tinju Amerika memberikanya julukan sebagai Fighter of The Year pada tahun 1983 sampai dengan 1985.

Kemudian gelar nama The Ring Fighter of the Year pada tahun 1983 hingga 1985. Berhasil masuk ke dalam International Boxing Hall of Fame dan World Boxing Hall of Fame pada tahun 1993.

Dan pada tahun 2016 dia mendapatkan anugerah penghargaan sebagai Excellence Guirlande D’Honneur dan masuk dalam FICTS Hall of  Fame.

Marvin Hagler merupakan sosok yang tangguh dalam dunia tinju. Selain motivasi yang kuat untuk menjadi juara, ia juga merupakan seseorang yang mencintai dunia tinju.

Setelah ia mengakhiri karirnya di dunia tinju, ia bahkan berkarir sebagai komentator pertandingan tinju.

Dengan kabar kematian sang legenda dunia ini, dunia tinju baru saja kehilangan atlet terbaik dengan tekad tak tertandingi.

Ia merupakan pria yang terhormat dan juga setia, sehingga tak sedikit yang bersedih atas meninggalnya sang atlet ini. (Deni/R4/HR-Online)