Menghitung Masa Subur Perempuan Biar Cepat Hamil

Menghitung Masa Subur Perempuan

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),- Menghitung masa subur perempuan biar cepat hamil. Masa Subur setiap perempuan memiliki jangka waktu yang berbeda.

Memahami masa subur pada diri perempuan setelah melewati masa haid dapat berguna sebagai cara untuk menentukan program kehamilan.

Sebelum membahas lebih lanjut tentang masa subur perempuan biar cepat hamil, maka perlu beberapa pemahaman tentang masa subur dan haid.

Siklus haid atau masa menstruasi merupakan kondisi normal pada perempuan yang belum mengalami kehamilan.

Jangka waktu untuk siklus haid yang terjadi pada diri perempuan bisa terhitung sejak hari pertama mengalami menstruasi hingga hari pertama menstruasi di bulan berikutnya. 

Secara normal menstruasi pada perempuan dalam rentan waktu 21 hari hingga 25 hari.

Siklus menstruasi yang terjadi pada diri seorang perempuan terbagi menjadi tiga yaitu siklus awalan, siklus folikular dan siklus luteal.

Siklus awal menstruasi yang berlangsung setidaknya lima hari, dengan tanda meleburnya Endometrium.

Adapun ciri-ciri siklus awal ini antara lain merasakan kram di punggung bahkan di kaki dan panggul. Penyebab kram ini biasanya adalah Endometrium yang sedang beraksi untuk luruh.

Siklus folikular merupakan siklus saat sel telur akan terlepas. Sementara itu endometrium akan muncul di rahim agar dapat mempersiapkan proses pembuahan.

Siklus Luteal merupakan proses terakhir, yang berlangsung pada hari ke 7 hingga sampai hari ke-22.

Rata-rata seorang perempuan mengalami menstruasi mulai dari beranjak remaja hingga dewasa, dan biasanya akan berhenti pada umur 50 tahun.

Jika pada umur 50 tahun sudah tidak lagi mengalami haid berarti menandakan sudah memasuki masa menopause. Sementara itu kebalikan dari menopause yaitu mengalami ovulasi atau pembuahan.

Ovulasi pada diri perempuan memang sangat terikat dengan siklus menstruasi yang terjadi. Namun secara umum masa ovulasi bisa terprediksi yaitu terjadi pada 12 hari atau paling tidak selama 2 minggu.

Seorang perempuan dapat mengalami ovulasi apabila setelah mengalami siklus haid atau biasanya terjadi setelah siklus haid berakhir.

Maka dari itu agar dapat memperkirakan lebih tepat tentang terjadinya ovulasi, penting gunanya untuk memahami masa subur.

Pengertian Masa Subur

Masa subur memiliki pengertian yaitu masa saat perempuan sedang mengalami siklus menstruasi, dan bisa berpotensi menyebabkan kehamilan jika perempuan tersebut melakukan hubungan badan dengan lawan jenisnya.

Berdasarkan data yang dari Your Fertility, masa subur setiap orang pasti terjadi dalam setiap bulannya, hanya saja jangka waktunya yang berbeda.

Apabila saat melakukan hubungan badan, sel sperma dapat menjangkau sel telur maka pembuahan bisa terjadi.

Namun hubungan badan dalam masa subur bukanlah satu-satunya faktor dalam ilmu kesehatan yang dapat menjelaskan tentang penyebab suatu kehamilan.

Masih banyak penyebab yang bisa mengakibatkan proses kehamilan tidak bisa terjadi seperti halnya sel telur ataupun sperma yang kurang berkualitas, hingga penyakit bawaan.

Sementara itu sperma yang ada pada laki-laki sangat memiliki peran penting untuk menimbulkan kehamilan. Setidaknya sperma yang tidak lebih dari lima hari masa subur laki-laki.

Masa subur perempuan umumnya terjadi selama 2 minggu hingga 16 hari sebelum memasuki menstruasi pada bulan berikutnya.

Hal ini dapat berlaku apabila seorang perempuan memiliki siklus menstruasi yang teratur.  Selain itu kemampuan sperma dalam menjangkau sel telur yang keluar di masa subur menjadi nilai yang penting.

Supaya kehamilan dapat terjadi, maka sel sperma harus dapat melakukan pembuahan pada sel telur dalam kurun waktu setidaknya selama 24 jam.

Cara Menghitung Masa Subur

Ada beberapa cara untuk menghitung masa subur. Cara ini antara lain bisa ketika masa ovulasi, yaitu 12 hari hingga 2 minggu.

Antara jangka waktu tersebut masa subur terletak pada hari ke-10 dan hari ke-17 yang berlangsung selama siklus haid.

Selain itu, ada cara yang mudah dan praktis yaitu menggunakan kalender yaitu dengan melakukan pengurangan kepada hari di saat menstruasi pada hari pertama haid dengan 14.

Misal, biasanya haid datang pada awal bulan tanggal 4, maka langkahnya adalah dengan mengurangi angka 4, hasilnya adalah pada tanggal 17 di bulan sebelumnya.

Hal ini akan berbeda jika siklus menstruasi tidak teratur, karena akan kesusahan dalam memprediksi, bahkan sulit untuk menentukan masa subur yang tepat.

Hanya saja, sebenarnya untuk mengukur masa subur pada perempuan dengan siklus haid tidak teratur juga bisa, walaupun hasil akhir penerapan pada tiap-tiap perempuan berbeda.

Ada yang bisa menjalankan kemudian mendapatkan hasil, tetapi justru ada yang tidak mendapatkan hasil sama sekali.

Salah satu caranya yaitu dengan siklus terpanjang yang terjadi, maupun siklus pendek yang terjadi.

Gambaran perhitungannya adalah seperti ini, apabila siklus menstruasi terdiri dari 25 hari, 20 hari, 15 hari, 26 hari, 17 hari, 8 hari. Maka yang dapat terampil adalah 25 hari dan 8 hari.

25 hari untuk kategori siklus terpanjang, sedangkan 8 hari untuk kategori siklus terpendek. Tanggal pada hari ke 25 dan 8, inilah penentu masa subur.

Sementara itu untuk perempuan yang mengalami keguguran, dapat menghitung perkiraan masa subur.

Jika mengalami waktu pada umumnya yaitu setidaknya 5 minggu setelah keguguran, maka sehabis ini siklus haid akan berjalan seperti semula. 

Bagi yang mengalami musibah keguguran, maka tidak ada salahnya untuk menjalankan kalender haid.

Di kalender ini dapat menandai kapan pertama kali mengalami haid,dan kapan terakhir kali menstruasi.

Dengan begitu akan lebih mudah menemukan perkiraan angka dan tanggal masa subur.

Tanda-tanda Masa Subur

Dalam memasuki masa subur, ada beberapa tanda yang bisa menjadi perhatian.

Adanya peningkatan pada tubuh

Biasanya suhu tubuh saat perempuan mengalami haid, maka akan berdampak pada meningkatnya suhu basal dalam tubuh.

Apabila suhu normal manusia yang seharusnya yaitu 35,5 derajat hingga 36 derajat celcius, justru mengalami peningkatan melebihi batas derajat celcius yang sudah diterapkan berikutnya.

Maka hal ini menandakan bahwa tubuh sedang memasuki waktu untuk ovulasi.

Adanya lendir di bagian rahim

Tidak hanya suhu tubuh yang meningkat saja. Adanya lendir di mulut rahim juga menjadi indikasi seorang perempuan memasuki masa subur.

Biasanya lendir aka berbentuk encer. Lendir ini juga bisa saja sebagai suatu keputihan. Warna dari lendir ini yaitu putih bening, elastis dan cukup pekat.

Adapun fungsi dari lendir ini adalah untuk memperlancar  maupun melindungi sperma yang bergerak menghampiri sel telur untuk melakukan pembuahan.

Mengalami Sakit Pinggul hingga meningkatkan gairah pada perempuan

Beberapa perempuan juga mengalami beberapa indikasi lain seperti nyeri punggung atau nyeri di bagian perut.

Selain itu peningkatan gairah yang perempuan alami untuk melakukan suatu aktivitas seperti bekerja, melakukan komunikasi secara sosial juga menjadi faktor sedang memasuki masa subur. (Deni/R4/HR-Online)