Kamis, November 25, 2021
BerandaBerita TerbaruNabi yang Menerima Suhuf Sebagai Petunjuk dan Pedoman Bagi Umatnya

Nabi yang Menerima Suhuf Sebagai Petunjuk dan Pedoman Bagi Umatnya

Nabi yang menerima suhuf dalam agama Islam itu ternyata ada lima. Tahukah anda siapa saja mereka itu? Suhuf? Mungkin bagi beberapa orang, hal tersebut masih sangatlah asing. Namun ada juga yang mungkin sudah paham mengenai suhuf itu apa dan juga nabi siapa yang menerimanya.

Suhuf sendiri merupakan wahyu dari Allah yang diterima nabi dan juga rasul dengan cara pengumpulan atau semacam lembaran brosur kecil. Kumpulan dari lembaran tersebut memiliki nama kitab, meskipun suhuf tidak juga memiliki arti sebagai sebuah kitab.

baca juga: Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga, Teladan Dalam Kehidupan Kita

Dalil Mengenai Nabi yang Menerima Suhuf

Dalam Al Qur’an surat An-Najm ayat 36-37 telah dijelaskan:

Selain itu, dalil mengenai nabi yang sudah menerima suhuf adalah terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-A’la ayat 14-19:

baca juga: Keteladanan Nabi Nuh Mengajarkan Kesabaran dan Setia Kepada Allah

Nabi Syits Anak Adam

Saat Nabi Adam AS meninggal, saat itu usia Syits 400 tahun. Kala itu juga, ia telah mendapatkan tabut, pedang, tali, dan kudanya bernama Maimun asalnya dari surga. Namun, apabila kuda tersebut meringik, maka hewan melata menyambutnya dengan bertasbih.

Dalam kisahnya, Syits mempunyai tugas untuk memerangi saudaranya yakni Qabil. Perang Syits dan juga Qabil ini akhirnya menjadi perang pertama kali terjadi pada muka bumi yang berkecamuk. Pada akhirnya juga, Syits yang memenangkannya.

Menyadari jikalau mereka adalah bersaudara, maka Qabil mengatakan hendaknya kita saling menjaga saudara. Kemudian Nabi Syits menjawab lalu mengapa engkau membunuh Habil? Setelah memenangkan pertempuran, Nabi Syits akhirnya kembali ke tanah kelahirannya. Namun tidak lama kemudian justru sang ibunda Siti Hawa meninggal dunia.

Setelah penguburannya, maka turunlah wahyu Allah kepada Syits. Syits merupakan salah satu nabi yang menerima suhuf dengan jumlah 50 suhuf. Bahkan ia mendapatkan yang paling banyak.

baca juga: Kisah Keteladanan Nabi Yusuf, Bukti Bahwa Pertolongan Allah Itu Ada

Lembaran-lembaran Ibrahim dan Musa AS

Dalam agama Islam, Nabi Ibrahim juga termasuk dalam golongan nabi yang menerima Suhuf. Adapun isi dari suhuf tersebut adalah mengenai nasehat dan juga hukum. Sebagaimana telah dijelaskan dalam Al-Qur’an surat An-Najm ayat 36 sampai dengan 37 dan juga surat Al-A’la ayat 14 sampai 18.

Ibrahim dan Musa adalah nabi yang menerima suhuf. Masing-masingnya menerima suhuf sejumlah 10. Adapun kandungan dari suhuf Nabi Musa adalah “Kematian itu akan datang, lalu mengapa tidak mempersiapkannya. Mengapa selalu berkeluh kesah, padahal qadar Allah itu sudah ada, dan juga hisab itu akan ada, mengapa tidak berbuat amal kebajikan?”.

Nabi Idris AS

Perlu untuk diketahui, Idris juga termasuk nabi yang menerima suhuf. Suhuf Idris tersebut berisi tentang hukum sebagai petunjuk dan juga pedoman dalam hidup menjalankan agama. Nabi Idris menerima suhuf sejumlah 30. Suhuf ini disampaikan melalui perantara Malaikat Jibril.

Perbedaan Kitab dan Suhuf

Kitab dan juga suhuf merupakan wahyu Allah yang mengajarkan mengenai keesaan Allah. Namun tentunya juga masih terdapat beberapa perbedaan yang mencolok. Sifat suhuf lebih sederhana dan juga penurunannya lebih lokal.

Sehingga berbanding terbalik dengan kitab. Isi suhuf juga lebih sederhana dengan bentuknya masih dalam lembaran-lembaran terpisah.

Tentunya Allah menurunkan suhuf kepada para nabi pilihan itu bukan tanpa alasan. Allah ingin menjadikan hidup dan jalan dakwah mereka menjadi lebih mudah dengan adanya suhuf tersebut.

Tugas kita sebagai seorang muslim dan umat Baginda Nabi Muhammad, hanya meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua itu ada dan nyata kejadiannya meskipun kita belum pernah melihatnya secara langsung. Wa allahu a’lam bisshowab.

Nah, itu tadi beberapa penjelasan mengenai nabi yang menerima suhuf. Semoga hal ini juga dapat menambah wawasan dan keimanan kita kepada Allah SWT. Sebagai umat Islam, tentu wawasan ini sangatlah penting untuk dimiliki. (Muhafid/R6/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru