Sabtu, Januari 28, 2023
BerandaBerita BanjarPedagang Pasar di Kota Banjar Ngambek, Dagangannya Ditinggal

Pedagang Pasar di Kota Banjar Ngambek, Dagangannya Ditinggal

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),РSejumlah pedagang pasar tradisional yang ada di Pasar tradisional Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, Jawa Barat, ngambek hingga meninggalkan barang jualannya. 

Para pedagang ngambek saat diminta untuk pindah ke lantai atas oleh petugas Dinas KUKMP Kota Banjar, Senin (22/3/2021).

Bahkan, sejumlah pedagang lebih memilih pulang dan meninggalkan sayur barang jualannya di lantai atas pasar Langensari saat direlokasi oleh petugas.

Pedagang Pasar Kota Banjar Ngambek Karena Relokasi

Ratinem, salah seorang pedagang sayuran mengatakan, ia bersama teman-temannya tidak mau direlokasi ke lantai atas. Alasannya karena kondisi di lantai atas sepi dan kurang strategis sehingga kurang menarik minat pelanggan.

Ia mengaku khawatir jika nanti pindah ke lantai atas barang jualannya tidak laku karena terlalu jauh dari keramaian dan pengunjung yang akan berbelanja.

Padahal, lanjutnya para pedagang juga mengeluarkan biaya banyak untuk modal berbelanja barang agar bisa berjualan.

“Sekarang disuruh pindah ya ikut saja. Tapi lihat jualan saya dari pagi malah nggak laku. Malahan barangnya ada yang ditinggal pulang,” kata Ratinem kepada wartawan, Senin (22/3/2021).

Senada dengan Ratinem, Romlah, salah seorang pedagang Tahu juga merasa keberatan jika harus dipindahkan ke lantai. Romlah beralasan selama ini sudah memiliki banyak para pelanggan yang biasa berbelanja di lantai bawah.

Selain itu, ia juga menilai lokasi lantai dua kurang strategis dan akses untuk mengangkut barang juga susah sehingga menjadi kendala saat mengangkut barang.

“Biasanya orang belanja kan nggak hanya satu barang. Kalau ini dipindahkan mereka juga nanti nyari langganan lagi,” ujar Romlah.

Mad Tolani (64), pedagang lainnya merasa keberatan untuk direlokasi karena selama ini berdasarkan sertifikat yang ia miliki posisi lapak jualannya tertera di lantai bawah dengan nomor lapak 228. 

Namun, saat ini tiba-tiba ia diminta untuk pindah menempati lokasi lantai atas dengan nomor lapak 53 sebagai tempat jualannya.

“Lapak saya atas nama isteri saya. Ini mau bagaimana tiba-tiba disuruh pindah? Mana solusi dan keadilannya,” kata penjual buah yang mengaku sudah berjualan sejak tahun 79 tersebut.

Penataan Pasar 

Sementara itu, Kepala Dinas KUKMP Kota Banjar, Edi Herdianto, menjelaskan, bahwa pemindahan itu sebagai upaya penataan pedagang pasar dari pemerintah agar pasar tradisional terlihat lebih tertib dan rapi.

Selain itu, juga untuk meninggalkan kesan pasar tradisional kumuh dan tidak sehat. Penataan tersebut dalam rangka berbenah agar lebih maju dan lebih modern.

“Jadi pemindahan sejumlah pedagang ke lantai atas itu upaya penataan saja agar mereka bisa lebih tertib dan bersih,” terang Edi.

Adapun terkait sejumlah keluhan para pedagang yang enggan direlokasi tersebut, kata Edi, pihaknya sudah mencarikan solusi. Salah satunya dengan membuat satu pintu keluar masuk yang mengarahkan para konsumen agar nantinya bisa mengunjungi semua lapak para pedagang.

Kemudian, pihaknya juga akan mengusahakan fasilitas pengangkut barang yang dibutuhkan untuk mengangkat barang-barang yang akan dipindahkan oleh para pedagang ke lantai atas saat melakukan aktivitas bongkar muat barang.

“Ada 100 pedagang yang dipindahkan. Sekarang juga kami sudah berusaha untuk mencarikan solusi apa yang menjadi keluhan dan permintaan para pedagang yang keberatan dilakukan relokasi itu,” ujar Edi Herdianto. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Editor: Ndu