Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka, Ini Kata Walikota Banjar

Pembelajaran Tatap Muka
Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih,. Foto: Muhlisin/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah secara menyeluruh pada masa pandemi di Kota Banjar, Jawa Barat, masih harus menunggu hingga proses vaksinasi untuk guru atau tenaga kependidikan selesai.

Hal itu dikatakan Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, usai mengikuti rapat pengumuman SKB 4 Menteri secara virtual di Sekretariat Satgas Covid-19, Selasa (30/03/2021).

Ia juga mengatakan, saat ini pihak Dinas Pendidikan sudah mulai menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka di 47 sekolah sebagai persiapan pembelajaran tatap muka langsung. Meskipun dalam pelaksanaannya ada sebagian sekolah yang masih menerapkan sistem pembelajaran secara daring.

“Sesuai arahan SKB empat menteri, untuk PTM kita menunggu pelaksanaan vaksinasi guru selesai,” katanya.

Lanjut Ade Uu Sukaesih, nanti sebelum pelaksanaan PTM secara resmi kembali dibuka, sebagai persiapan pihak Dinas Pendidikan juga harus melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Kesehatan.

Koordinasi tersebut untuk mengetahui dan memastikan para peserta didik yang akan mengikuti kegiatan PTM tidak berasal dari wilayah RT yang masuk kategori zona merah. Hal ini untuk menghindari adanya klaster baru dalam lingkungan pendidikan.

“Data penyebaran klaster per zonasi RT kan ada di Dinas Kesehatan. Makannya mereka juga harus saling berkoordinasi. Tadi juga sudah saya tegaskan mengenai hal itu,” tandas Walikota Banjar, Ade Uu Sukaesih.

Baca Juga : Disdikbud Kota Banjar Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah 

Sekolah di Kota Banjar Wajib Batasi Kapasitas

Sementara itu, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Banjar, Ahmad Yani, mengatakan, berdasarkan hasil SKB 4 Menteri untuk kegiatan pembelajaran tatap muka, pihak sekolah memang bisa melaksanakannya. Namun dengan pembatasan wajib kapasitas 50 persen dari jumlah siswa.

Selain itu, bagi sekolah yang akan melangsungkan PTM, para pendidik yang ada pada setiap sekolah juga harus sudah mengikuti pelaksanaan vaksinasi.

Yani menambahkan, melihat pelaksanaan uji coba PTM yang sudah berjalan, maka dengan adanya pembatasan 50 persen itu, kemungkinan sekolah yang akan melaksanakan kegiatan PTM bisa bertambah. Karena saat ini yang sudah berjalan baru untuk siswa Sekolah Dasar (SD) kelas 4 dan 6 saja.

“Kami juga menganjurkan bagi sekolah yang gurunya sudah suntik vaksin bisa melaksanakan kegiatan PTM dengan terbatas. Sedangkan, untuk penambanan itu baru akan kami koordinasikan lagi,” terang Yani.

Terkait dengan data tenaga pendidik atau guru yang telah melaksanakan vaksinasi, Kadinkes Kota Banjar, dr. Andi Bastian, mengatakan, saat ini pihaknya belum bisa memberikan keterangan mengenai data tersebut.

Sebelumnya ia menyebutkan bahwa, untuk data guru yang sudah mengikuti vaksinasi ada di setiap Puskesmas masing-masing wilayah kerja. Belum melakukan pendataan secara terpusat di Dinas Kesehatan. (Muhlisin/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah