Sabtu, Oktober 23, 2021
BerandaBerita PangandaranPemulihan Eksosistem Pesisir, TAGANA Pangandaran Tanam Mangrove

Pemulihan Eksosistem Pesisir, TAGANA Pangandaran Tanam Mangrove

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Upaya pemulihan ekosistem pesisir dan meminimalisir dampak megathrust, Kementerian Sosial RI melalui TAGANA (Taruna Siaga Bencana) melakukan penanaman 20 ribu bibit mangrove di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI, Safii Nasution mengatakan, penanaman bibit mangrove dilakukan secara gotong-royong dengan melibatkan seluruh anggota TAGANA.

“Penanaman ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya ancaman bahaya megathrust yang diperkirakan akan terjadi. Selain itu, juga untuk pemulihan ekosistem pesisir. Khusus untuk Pangadaran kita tanam sebanyak 20.000 bibit mangrove,” terangnya, Selasa (30/03/2021).

Ia juga mengatakan, tanaman mangrove merupakan salah satu ekosistem pesisir yang memiliki peran sangat penting bagi kehidupan manusia.

Pihaknya berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat bibit mangrove yang telah ditanam. Sehingga masyarakat juga bisa merasakan manfaat keberadaan ekosistem mangrove.

Baca Juga : Sigap Tangani Bencana, Wabup Pangandaran Apresiasi Peran Tagana

Tingkatkan Kemampuan Dasar TAGANA Pangandaran

Selain penanaman bibit mangrove sebagai upaya pemulihan ekosistem pesisir, Kemensos juga memberikan pelatihan kepada personil TAGANA Kabupaten Pangandaran.

Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan dasar penyelamatan yang meliputi vertical rescue, water rescue, dan PPGD (Pertolongan Pertama Gawat Darurat).

Vertical rescue yaitu penyelamatan terhadap korban bencana yang ada di daerah lebih rendah atau dasar jurang. Kemudian, water rescue yaitu pertolongan terhadap korban bencana maupun kecelakaan yang berada di air,” papar Safii.

Sedangkan, PPGD yaitu pemberian pertolongan pertama terhadap korban bencana maupun kecelakaan sebelum tim medis dan SAR tiba di lokasi kejadian.

“Semua materi ini kita berikan kepada seluruh anggota TAGANA sebagai bekal mereka saat terjun ke lokasi bencana. Jika ada yang terkena bencana dan kebetulan hanya ada personil TAGANA, maka mereka bisa memberikan pertolongan pertama,” jelas Safii. (Madlani/R3/HR-Online)

Editor : Eva Latifah

- Advertisment -

Berita Terbaru

spot_img